Amazonia sebagai Pusat Domestikasi Tanaman Purba

pusat domestikasi tanaman purba

Para penulis percaya bahwa air terjun Teotonio lah yang menarik orang-orang ke lokasi ini selama lebih dari 9000 tahun. Hal ini karena lokasi ini merupakan tempat memancing yang sangat kaya. Selain itu juga merupakan titik pemberhentian wajib bagi orang-orang yang bepergian dengan perahu di bentangan sungai Madeira. Lokasi ini adalah sebuah desa nelayan (desa Teotonio) sampai tahun 2011, ketika penduduk terpaksa pindah ke pedalaman menjelang pembangunan bendungan. Bendungan itu kemudian merendam desa dan air terjun.

Kredit: Eduardo Neves, 2011

Berdasarkan sisa-sisa tanaman yang dibudidayakan, para peneliti menunjuk situs arkeologi di Amazonia barat daya sebagai wilayah penting dalam sejarah awal budidaya atau pusat domestikasi tanaman purba.

Hasil ini menurut sebuah penelitian yang diterbitkan 25 Juli 2018 dalam jurnal open-access PLOS ONE oleh Jennifer Watling dari Museum Arkeologi dan Etnologi di Universitas São Paulo, Brasil dan rekan-rekannya.

Baca juga : Peneliti Menciptakan Tanaman yang Memancarkan Cahaya

Pusat Domestikasi Tanaman Purba berdasarkan Analisis Genetika Tanaman

Analisis genetika spesies tanaman telah lama menunjuk ke dataran rendah Amazonia sebagai pusat domestikasi tanaman purba di Amerika. Tetapi bukti arkeologis sistematis untuk mendukung hal ini telah langka.

Bukti baru berasal dari lapisan situs arkeologi Teotonio yang baru-baru ini terpublikasi. Bukti ini digambarkan oleh para peneliti sebagai “mikrokosmos pendudukan manusia dari Upper Madeira [sungai]”

Hal tersebut karena lokasi ini menyimpan catatan budaya manusia yang hampir secara terus-menerus sekitar 9.000 tahun.

Dalam studi ini, Watling dan rekan menganalisis sisa-sisa benih, phytoliths, dan bahan tanaman lainnya di tanah paling kuno di situs ini. Selain itu, peneliti juga menganalisis artefak yang digunakan mereka untuk mengolah makanan.

Mereka menemukan beberapa bukti paling awal dari ubi kayu yang dibudidayakan. Ubi kayu diyakini oleh para ahli genetika sebagai tanaman yang dijinakkan di sini lebih dari 8.000 tahun yang lalu. Selain ubi kayu, juga terdapat labu, kacang-kacangan, dan calathea, serta tanaman pohon penting lainnya seperti palem dan kacang Brasil.

Mereka juga melihat bukti dari hutan yang terganggu dan jenis tanah yang disebut “Bumi Gelap Antropogenik“. Keduanya merupakan hasil dari perubahan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan sekitar.

Temuan ini menunjukkan bahwa orang-orang dari daerah ini beralih dari gaya hidup awal berupa pemburu-pengumpul menjadi membudidayakan tanaman pada masa sebelum 6.000 tahun yang lalu. Hal ini berarti jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Baca juga : Pulau di Indonesia Ditemukan Sangat Kaya Akan Lukisan Gua Kuno

Seiring dengan domestikasi tanaman dan juga telah familiarnya kebiasaan manusia untuk memodifikasi lanskap, menunjukkan bahwa dampak manusia pada hutan Amazon di wilayah ini berlangsung selama ribuan tahun.

Secara keseluruhan, hasil ini mengarah pada Upper Madeira sebagai wilayah kunci untuk mengeksplorasi masa-masa awal domestikasi tanaman di Dunia Baru.

Watling mencatat: “Penemuan di air terjun Teotonio Amazonia Selatan ini merupakan beberapa bukti tertua untuk budidaya tanaman di dataran rendah Amerika Selatan, yang membenarkan bukti genetik.”

Sumber : 

www.plos.org

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.