Categories: Biologi

Siapakah yang Lebih Banyak Berkeringat, Pria atau Wanita?

Menurut anda, siapakah yang lebih banyak berkeringat, pria atau wanita?

Dari berbagai iklan deodoran yang sering anda tonton di televisi, mungkin anda akan menjawab : Pria.

Namun, benarkah demikian? Bisa jadi anda benar. Namun bisa jadi anda dan pemahaman kita selama ini salah.

Untuk itu, sebuah penelitian baru-baru ini ditujukan untuk mengungkapkan siapa sebenarnya yang lebih banyak berkeringat, pria atau wanita.

Lebih banyak berkeringat ternyata bukan tergantung pada jenis kelamin

Perbedaan jenis kelamin dalam merespon kehilangan panas, rupanya tergantung pada ukuran tubuh, bukan berhubungan dengan jenis kelamin. Jadi, agak berbeda dengan kepercayaan kita selama ini.

Sudah kita pahami bersama, orang yang bertubuh besar akan lebih banyak berkeringat daripada orang yang bertubuh kecil.

Hal inilah yang coba diungkapkan dalam sebuah penelitian yang hasilnya diterbitkan dalam jurnal Experimental Physiology.

Inilah 2 faktor utama kehilangan panas tubuh

Tubuh kita dapat mendinginkan dirinya sendiri melalui 2 cara utama: proses berkeringat dan peningkatan sirkulasi darah pada permukaan kulit.

Ini artinya, bentuk dan ukuran tubuh kita dapat mempengaruhi dua hal ini dalam proses kehilangan panas tubuh.

Studi ini menemukan bahwa pria yang bertubuh kecil dan wanita dengan luas permukaan tubuh per kilogram massa tubuh yang lebih besar, kehilangan panas tubuhnya lebih dipengaruhi oleh peningkatan sirkulasi, dan tidak terlalu dipengaruhi oleh proses berkeringat.

Hasil ini ditemukan oleh para ilmuwan dari University of Wollongong di Australia dan Mie Prefectural College of Nursing di Jepang, yang mempertanyakan kepercayaan umum bahwa terdapat perbedaan antara pria dan wanita dalam merespon tekanan panas.

Proses dan hasil penelitian

Para ilmuwan meneliti sirkulasi atau aliran darah pada kulit dan mekanisme berkeringat pada sampel 36 pria dan 24 wanita.

Mereka diberikan dua macam perlakuan. Satu kelompok melakukan latihan ringan dan satu kelompok melakukan latihan yang agak berat.

Kedua kelompok diberikan suhu dan kelembapan yang sama, yaitu suhu 28°C dan kelembapan 36%.

Ini merupakan kondisi dimana tubuh mampu mengurangi panas berlebih yang dihasilkan selama latihan.

Selain itu juga mampu mencegah kenaikan suhu tubuh lebih lanjut melalui peningkatan keringat dan aliran darah pada kulit.

Perubahan suhu tubuh seluruh peserta diamati untuk setiap perlakuan, tanpa memandang jenis kelaminnya.

Penulis utama Sean Notley menyatakan, “Jenis kelamin telah lama diduga mempengaruhi proses berkeringat dan sirkulasi darah pada kulit ketika ada tekanan panas. Namun, kami menemukan bahwa respon terhadap kehilangan panas tubuh ini, pada kenyataannya, jenis kelamin merupakan variabel independen selama latihan ini, dalam kondisi dimana tubuh dapat berhasil mengatur suhunya.”

Sumber :

www.livescience.com

www.mirror.co.uk

www.sciencedaily.com

www.eurekalert.org

www.medicalxpress.com

www.medicaldaily.com

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42