Cara Menakuti Monyet dengan Boneka Harimau

Cara menakuti monyet berikut berhasil dilakukan oleh para petani Bhutan. Hama monyet tidak lagi berani mendatangi ladang mereka. Bagaimana caranya? Silahkan simak lebih lanjut.

Jika Anda berkendara melalui jalan yang berkelok-kelok dari Yonkala menuju desa Thridangbi, Mongar Dzongkhag, Bhutan, maka Anda akan melihat hamparan ladang jagung, yang terletak berdekatan dengan rumah-rumah dan daerah hutan.

Baca juga : Cara Unik Mengusir Monyet dan Gajah Menurut Raghvendra Narayan

Jagung di desa-desa ini merupakan salah satu tanaman pangan utama, yang biasanya tumbuh dua kali dalam setahun.

Mereka (para petani) mendapatkan penghasilan dengan menjual jagung kepada orang-orang yang melintas jalan. Jagung yang dijual berupa jagung kering (Tangma), jagung mentah (Ashoom) atau bubuk jagung (Tangma bokpee). 

Mayoritas penduduk di desa ini menggantungkan hidupnya pada tanaman jagung.

Setiap kali penurunan produksi jagung atau ketika produksi jagung sedang buruk, maka akan mempengaruhi kelangsungan hidup mereka.

Di antara semua binatang liar, monyet merupakan hama utama tanaman jagung yang sudah sangat lama, sejak zaman nenek moyang mereka.

Kerja keras para petani terkadang hilang sia-sia, saat rombongan monyet masuk ke ladang mereka, memakan dan merusak semua jagung mereka.

Oleh karena itu, biasanya satu orang harus ditugaskan di ladang, disibukkan sepanjang waktu untuk menjaga ladang jagung dari monyet.

Mereka tidak punya cara lain untuk menyingkirkan hewan bermasalah ini, selain menunggu sepanjang waktu di ladang, demi mendapatkan hasil panen jagung yang baik dan menghasilkan lebih banyak pendapatan.

Sebuah pencerahan datang ketika Memmey Tshewang Dorji membawa sebuah ide inovatif dengan mengenalkan boneka harimau sebagai cara menakuti monyet, sehingga monyet pergi dari ladang jagung.

cara menakuti monyet

Para petani di desa-desa itu sekarang tidak lagi khawatir pada monyet yang merupakan mimpi buruk bagi mereka tersebut.

Boneka harimau ini telah memainkan peran penting dalam menjaga ladang jagung dari gangguan monyet.

Menurut para penduduk desa, gagasan boneka harimau tersebut benar-benar menghemat waktu dan menyelamatkan hasil panen mereka dari gangguan monyet.

Sekarang mereka bisa melakukan lebih banyak pekerjaan lain dibandingkan ketika sebelum ada boneka harimau tersebut.

Lebih banyak anggota keluarga yang terlihat berjualan produk jagung mereka di sepanjang jalan.

Berdasarkan hasil pengamatan para petani, monyet akan menjadi ketakutan ketika melihat boneka harimau di ladang jagung mereka tersebut.

Gerombolan monyet akan membuat suara keras, menjerit, lari, dan tidak pernah kembali lagi ke ladang jagung.

Namun, beberapa petani lain mengungkapkan bahwa monyet akan menjadi tidak takut jika ada binatang piaraan di sekitar boneka harimau tersebut.

Oleh karena itu, para petani tidak pernah membiarkan hewan peliharaan mereka berada di dekat boneka itu.

Para petani mengungkapkan bahwa mereka sangat membutuhkan boneka harimau yang bisa mengaum seperti harimau asli, cukup dengan menggunakan remote kontrol dari rumah mereka.

Menurut mereka, cara menakuti monyet seperti ini akan lebih efektif dalam menjaga kebun mereka.

Baca artikel terkait : Cara Mengusir Monyet dengan Suara Nyaring

Seperti yang diungkapkan para petani di Bhutan bagian timur, yang juga mengalami permasalahan yang sama, bahwa tidak ada yang bisa menghentikan monyet menyerang jagung, meski mereka sudah habis suara berteriak.

Dukungan dan dorongan dari pengelola taman nasional dan LSM mengenai ide inovatif ini merupakan langkah mitigasi terbaik untuk mengurangi konflik manusia dengan satwa liar, khususnya konflik manusia dengan monyet.

Dari sudut pandang ekologis, ini merupakan salah satu langkah mitigasi yang ramah lingkungan.

Harga boneka harimau ini berkisar antara Nu1500 – 2500 atau sekitar Rp300ribu – 500ribuan.

Meski terkesan mahal, namun sebenarnya akan jauh lebih hemat membeli boneka harimau ini daripada melakukan pemasangan pagar listrik keliling ladang, yang tentunya membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

Implikasi langkah mitigasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengamanan ketahanan pangan, terutama kerusakan tanaman yang diakibatkan monyet, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan para petani.

Dengan penempatan di lokasi yang tepat, yaitu di tempat yang mudah terlihat oleh monyet, maka akan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan boneka harimau tersebut untuk menakut-nakuti dan mengusir monyet dari kebun.

Baca artikel terkait : Pengendalian Hama Monyet Terpadu

You may also like...

2 Responses

  1. Shanty says:

    Pakai boneka yang lain juga mempan kok. Di daerah Batu – Jawa Timur sudah lama diterapkan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.