Mengurangi Efek Samping Pengobatan Kanker Payudara

Pasien kanker payudara yang menjalani radioterapi yang ditargetkan di lokasi asal tumor mengalami lebih sedikit efek samping 5 tahun setelah perawatan, dibandingkan mereka yang menjalani radioterapi payudara secara menyeluruh. Dan kanker mereka sama kemungkinannya untuk tidak kembali, menurut hasil uji coba yang dipublikasikan dalam The Lancet.

Untuk mengatasi munculnya sel kanker resisten dapat dihilangkan dengan penemuan baru ini.

Kanker payudara

Uji coba IMPORT LOW yang didanai oleh Cancer Research Inggris mengungkapkan bahwa 5 tahun setelah perawatan hampir semua pasien bebas penyakit.

Para periset di 30 pusat radioterapi di Inggris, yang dipimpin oleh The Institute of Cancer Research London dan Cancer Research Inggris Cambridge Centre, mempelajari lebih dari 2.000 wanita berusia 50 tahun atau lebih.

Para peserta ini mengidap kanker payudara stadium awal yang memiliki risiko rendah terhadap munculnya kembali kanker tersebut. 

Dalam penelitian lain, telah ditemukan anti kanker yang menghambat pertumbuhan sel kanker.

Setelah operasi payudara, sebagian pasien diobati dengan radioterapi payudara secara utuh (sesuai standar klinis), sementara sebagian yang lain menerima radioterapi payudara secara parsial.

Wanita yang menerima radioterapi parsial melaporkan lebih sedikit perubahan jangka panjang pada tampilan dan kondisi payudara mereka, dibandingkan mereka yang memiliki radioterapi utuh ke seluruh bagian payudara.

Hilary Stobart, 62 tahun, dari Cambridgeshire, didiagnosis menderita kanker payudara pada tahun 2009. Dia dirawat dengan radioterapi payudara parsial sebagai bagian dari percobaan.

Dia berkata: “Setiap diagnosis kanker mengejutkan. Ada banyak hal yang harus dilakukan dan butuh waktu untuk memprosesnya.”

“Dulu saya adalah seorang ilmuwan, jadi saya tertarik untuk ikut dalam penelitian ini dan saya ingin tahu apakah percobaan ini akan bermanfaat bagi saya dan pasien lain di masa depan.”

“Saya berada dalam kelompok yang memiliki radioterapi paling sedikit. Saya hanya memiliki sedikit efek samping. Hanya beberapa rasa sakit di awal, tapi hanya itu. Saya senang karena saya adalah bagian dari penelitian ini.”

Setelah presentasi hasil awal, konsensus radioterapi payudara Royal College of Radiologists Inggris 2016 menunjukkan bahwa radioterapi payudara parsial dapat dipertimbangkan bagi pasien terpilih yang menggunakan teknik IMPORT LOW.

Selain itu, Danish Breast Cancer Oncology Group juga mengadopsi teknik radioterapi payudara parsial ini untuk pasien yang dipilih.

Dr. Charlotte Coles, kepala peneliti untuk percobaan dan sekaligus penulis pertama publikasi tersebut, mengatakan: “Kami memulai percobaan ini karena ada bukti bahwa jika kanker seseorang kembali, kanker itu cenderung akan terjadi dekat dengan tempat asal tumor.”

“Hal ini menunjukkan bahwa beberapa wanita menerima radiasi yang sebenarnya tidak perlu dilakukan ke seluruh bagian payudara. Sekarang kami memiliki bukti untuk mendukung penggunaan radioterapi secara parsial, namun efektif untuk pasien terpilih.”

Profesor Judith Bliss, pemimpin ilmiah untuk studi pada Unit Statistik dan Uji Coba Klinis di The Institute of Cancer Research, London, mengatakan: “Kami senang bahwa hasil percobaan ini berpotensi untuk menghasilkan perubahan nyata dalam jalan pengobatan pasien kanker payudara terpilih.

Dan bagi pasien kanker payudara, telah disetujui obat kanker terbaru, yang dapat anda baca pada link tersebut.

“Teknik yang digunakan di sini dapat diterapkan pada mesin radioterapi standar, sehingga kami mengantisipasi bahwa hasil ini akan diaplikasikan lebih lanjut pada perawatan di pusat-pusat seluruh negeri dan seluruh dunia.”

Profesor Arnie Purushotham, penasihat klinis senior Cancer Research Inggris, mengatakan: “Salah satu tantangan saat merawat kanker payudara stadium awal adalah mencoba untuk meminimalkan efek samping yang dapat memberi dampak nyata pada kehidupan seorang wanita, tanpa mempengaruhi kemungkinan penyembuhannya.

“Pendekatan ini bisa membuat banyak wanita mengalami ketidaknyamanan fisik dan tekanan emosional yang signifikan.”

terapi kanker payudara

Sumber :

www.thelancet.com

www.sciencedaily.com

www.eurekalert.org

www.dailymail.co.uk

www.india.com

Dedi Harmoko

Dedi Harmoko merupakan penulis berbagai jurnal nasional maupun internasional yang berkaitan dengan sains. Untuk menjalin kerja sama, silahkan menghubungi dediharmoko07@gmail.com.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.