Categories: Biologi

Gak Bisa Tidur? Bisa Jadi Hal Ini Penyebabnya!

Gak bisa tidur atau insomnia bisa menjadi masalah yang sangat serius. Gangguan tidur yang dapat mengacaukan aktivitas harian kita. Tak hanya itu, penyakit susah tidur malam ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita.

Nah, buat kamu yang mengalami insomnia atau gak bisa tidur cepat saat malam, penelitian baru ini mungkin dapat membantu kamu agar bisa mendapatkan tidur yang berkualitas.

Baca juga penelitian sebelumnya mengenai rahasia hubungan antara kecemasan dengan susah tidur.

Penyebab gak bisa tidur

Cahaya biru panjang gelombang pendek, yang dipancarkan oleh layar yang biasa kita tonton, dapat merusak durasi tidur, dan bahkan merusak kualitas tidur kita.

Ini adalah kesimpulan dari sebuah studi baru yang dilakukan oleh Universitas Haifa dan Assuta Sleep Clinic.

Studi tersebut juga menemukan bahwa menonton layar yang memancarkan cahaya merah tidak menyebabkan gangguan tidur. Tidur setelah terpapar cahaya tersebut ternyata sama dengan tidur normal.

“Cahaya yang dipancarkan oleh sebagian besar layar, baik itu komputer, smartphone, maupun tablet, adalah cahaya biru yang dapat merusak siklus tubuh dan tidur kita,” jelas Prof. Abraham Haim dari Universitas Haifa, salah satu penulis studi tersebut.

“Solusinya adalah dengan menggunakan filter yang dapat mencegah emisi cahaya ini.”

Main HP sebelum tidur

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa menonton layar sebelum tidur akan merusak tidur kita.

Telah ditemukan bahwa paparan cahaya biru dengan panjang gelombang 450-500 nanometer dapat menekan produksi melatonin.

Melatonin adalah hormon yang disekresikan pada malam hari yang terkait dengan siklus tubuh dan tidur normal.

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Chronobiology International ini dikerjakan oleh para periset:

  1. Prof. Abraham Haim, University of Haifa;
  2. Mahasiswa doktoral Amit Shai Green dari Pusat Penelitian Kronologis Interdisipliner University of Haifa dan Pusat Tidur dan Kelelahan Assuta Medical Center;
  3. Dr. Merav Cohen-Sion dari Sekolah Ilmu Perilaku, Academic College of Tel Aviv-Yafo;
  4. Prof. Yaron Dagan dari Institut Penelitian Kronobiologi Terapan, Tel Hai Academic College.

Gangguan pola tidur

Para peneliti berusaha untuk memeriksa apakah ada perbedaan dalam pola tidur setelah terpapar cahaya biru dibandingkan dengan cahaya merah sebelum tidur.

Tujuan selanjutnya adalah untuk menemukan faktor apa yang menyebabkan gangguan pola tidur: panjang gelombang atau intensitas cahaya?

Penelitian gangguan tidur

Peserta penelitian terdiri dari 19 subyek sehat berusia 20-29 tahun yang sama sekali tidak mengetahui tujuan penelitian.

Pada bagian pertama dari percobaan, para peserta memakai sebuah aktigraf selama satu minggu.

Aktigraf adalah alat yang memberikan pengukuran obyektif pada saat seseorang tertidur dan terbangun.

Para peserta juga diminta mengerjakan buku harian tidur dan kuesioner tentang kebiasaan tidur serta kualitas tidur mereka.

Dalam bagian kedua percobaan, yang berlangsung di Assuta’s Sleep Laboratory, para peserta terpapar layar komputer dari pukul 9 – 11 malam. Ini adalah jam ketika kelenjar pineal mulai memproduksi dan mengeluarkan melatonin.

Peserta terpapar 4 jenis cahaya, yaitu:

  1. Cahaya biru intensitas tinggi
  2. Cahaya biru intensitas rendah
  3. Cahaya merah intensitas tinggi, dan
  4. Cahaya merah intensitas rendah.

Setelah terpapar cahaya, mereka terhubung ke instrumen yang mengukur gelombang otak. Dengan demikian dapat ditentukan tahapan tidur yang dialami seseorang sepanjang malam. Termasuk keadaan terbangun yang tidak disadari oleh peserta itu sendiri.

Pada pagi hari, para peserta menyelesaikan berbagai kuesioner yang berkaitan dengan perasaan mereka.

Terkait tahapan tidur hingga kita bermimpi, dapat anda baca pada artikel Mengapa Kita Bermimpi? Berikut Penjelasan Ilmuwan!

Hasil penelitian gangguan tidur

Rata-rata peserta yang terpapar cahaya biru mengurangi durasi tidur sekitar 16 menit. Selain itu, paparan cahaya biru secara signifikan mengurangi produksi melatonin.

Sedangkan paparan cahaya merah menunjukkan tingkat produksi melatonin yang sangat mirip dengan keadaan normal.

Para periset menjelaskan bahwa penurunan produksi melatonin mencerminkan gangguan mekanisme alami dan jam biologis tubuh secara substansial.

Suhu tubuh ketika tidur

Ditemukan bahwa paparan cahaya biru mencegah tubuh mengaktifkan mekanisme alami yang mengurangi suhu tubuh.

“Secara alami, ketika tubuh berpindah ke keadaan tidur, kita akan mulai mengurangi suhu tubuh. Dan mencapai titik terendah sekitar pukul 4.00 pagi. Ketika tubuh kembali ke suhu normal, kita akan terbangun,” jelas Prof. Haim.

“Setelah terpapar cahaya merah, tubuh terus berperilaku secara alami. Namun paparan cahaya biru membuat tubuh mempertahankan suhu normalnya sepanjang malam. Ini merupakan bukti lebih lanjut kerusakan pada jam biologis alami kita.”

Gak bisa tidur nyenyak

Temuan yang paling signifikan dalam hal gangguan tidur adalah bahwa paparan cahaya biru secara drastis mengganggu kelangsungan tidur.

Setelah terpapar cahaya merah (baik pada intensitas lemah maupun kuat), orang terbangun rata-rata 4,5 kali (terbangun tanpa disadari).

Setelah terpapar cahaya biru intensitas lemah peserta rata-rata 6,7 kali terbangun. Hal ini akan meningkat menjadi sebanyak 7,6 kali terbangun setelah terpapar cahaya biru intensitas kuat.

Oleh karena itu, tidak mengherankan bila para peserta melaporkan dalam kuesioner bahwa mereka merasa lebih lelah dan dalam mood yang lebih buruk setelah terpapar cahaya biru.

Tips supaya cepat tidur

Paparan terhadap layar pada siang hari pada umumnya, dan pada malam hari khususnya, merupakan bagian yang tak terpisahkan dari dunia berteknologi maju seperti saat ini. Dan akan menjadi lebih kuat di masa depan.

Namun penelitian ini memberikan saran cara agar bisa tidur cepat.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa bukanlah layar itu sendiri yang merusak jam biologis dan juga tidur kita. Melainkan cahaya biru gelombang pendek yang layar itu pancarkan,” ungkap Prof. Haim.

“Untungnya saat ini berbagai aplikasi telah tersedia untuk menyaring cahaya biru dan menggantinya dengan cahaya merah intensitas lemah. Pada akhirnya dapat mengurangi kerusakan pada tekanan melatonin,” pungkas Prof. Haim.

Itulah tips agar mudah tidur menurut penelitian mengenai cara tidur berkualitas. Bagi kamu yang sering gak bisa tidur cepat atau insomnia, bisa jadi hal di ataslah penyebabnya.

Banyak aplikasi blue light filter yang tersedia untuk perangkat smartphone kamu. Silahkan gunakan sebagai salah satu cara agar cepat tidur malam dengan tidur yang berkualitas.

Sumber:

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Strategi diet unik dari spons laut tropis – Sains Terkini

Penelitian yang dilakukan di Universitas Hawaiʻi (UH) di Mānoa School of Ocean and Earth Science and Technology (SOEST) pada spons… Read More

4 days ago

Bakteri aneh mengisyaratkan asal kuno fotosintesis – Sains Terkini

Struktur di dalam bakteri langka mirip dengan yang menggerakkan fotosintesis pada tanaman saat ini, menunjukkan prosesnya lebih tua dari yang… Read More

3 weeks ago

Cahaya baru tentang evolusi cichlid di Afrika – Sains Terkini

Cichlids (Cichlidae) adalah sekelompok ikan kecil sampai sedang yang ada di mana-mana di habitat air tawar di daerah tropis. Mereka… Read More

3 weeks ago

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 month ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 month ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

4 months ago