Mengapa Saat Musim Hujan Anda Mudah Terserang Flu dan Pilek?

flu dan pilek

Musim hujan seperti telah menjadi sepaket dengan musim flu dan pilek. Kita semua tentu sudah memaklumi munculnya kedua penyakit ini.

Atau bahkan mungkin saat ini anda sedang mengalami flu dan pilek. Walaupun anda sendiri sebenarnya tidak bisa membedakan kedua penyakit ini. Bukankah begitu?

Tapi sekarang kita tidak akan membahas perbedaan kedua penyakit yang bisa anda cari sendiri perbedaannya itu.

Ada sebuah pertanyaan lain yang lebih menarik, yaitu : Mengapa saat musim hujan anda mudah terserang pilek dan flu?

Mungkin pertanyaan ini tak ada kesan menariknya sama sekali, bahkan terkesan terdengar biasa saja. Namun, studi mengenai pertanyaan inilah yang baru-baru ini dilakukan oleh konsorsium 25 peneliti dari 21 lembaga di seluruh dunia. Dan hasilnya, sungguh mengejutkan, mungkin juga bagi anda.

Pertanyaan biasa tapi menarik

Anda tentu telah memiliki berbagai macam jawaban tersendiri ketika mendengar pertanyaan mengapa saat musim hujan anda mudah terserang flu dan pilek tersebut.

flu dan pilek

Mungkin anda ada yang akan menjawab, ketika musim hujan daya tahan tubuh melemah; kurangnya asupan multivitamin terutama vitamin C; atau berada di tengah keramaian sehingga memicu tertularnya flu dan pilek.

Ada benarnya. Namun pertanyaan kemudian muncul, apakah benar anda mengubah pola konsumsi anda ketika musim hujan? Ataukah masih sama saja dengan ketika bukan musim hujan? Dan apakah ketika bukan musim penghujan anda tidak berada di tengah keramaian? Tetap sama, bukan?

Jawaban yang paling pasti mengenai mengapa saat musim hujan anda mudah terserang flu dan pilek, tentu disebabkan oleh virus dan bakteri.

Pilek umumnya disebabkan oleh rhinovirus, sedangkan flu umumnya disebabkan oleh virus influenza.

Namun, mungkinkah virus-virus ini berkembang lebih pesat ketika musim hujan? Ataukah sama saja dengan ketika tidak di musim penghujan?

Baca penelitian terkait : Penelitian Baru Menunjukkan Terobosan Dalam Pengobatan Penyakit Disebabkan Virus

Vitamin yang menjadi primadona baru objek penelitian

Vitamin satu ini mungkin selama ini lebih sering kita abaikan. Namun, saat ini berbagai penelitian di dunia telah dilakukan dan menjadikannya sebagai objek utama. Berbagai hasilnya pun telah dilaporkan secara resmi.

Dan baru-baru ini, penelitian mengenai vitamin ini bahkan melibatkan konsorsium 25 peneliti dari 21 lembaga di seluruh dunia. Penelitian skala global yang didanai oleh National Institute for Health Research.

Vitamin apakah yang menjadi primadona para ahli tersebut? Jawabannya adalah vitamin yang selama ini kita kenal bermanfaat untuk kesehatan otot, tulang dan gigi.

Anda benar. Vitamin tersebut adalah vitamin D.

Penelitian skala global

Studi ini dipimpin oleh Queen Mary University of London (QMUL). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa vitamin D melindungi kita terhadap infeksi saluran pernapasan akut, dan termasuk didalamnya adalah flu dan pilek.

Studi ini memberikan bukti yang paling kuat yang pernah ada, bahwa vitamin D memiliki manfaat besar selain untuk kesehatan tulang dan otot. Hal ini tentu memiliki implikasi yang besar bagi kebijakan kesehatan masyarakat.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal The BMJ. Penelitian didasarkan pada analisis data mentah dari sekitar 11.000 peserta, dengan 25 uji klinis yang dilakukan pada 14 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Jepang, India, Afghanistan, Belgia, Italia, Australia, dan Kanada.

Perbedaan hasil penelitian

Dalam hasil uji coba ini, memang masih terdapat pertentangan. Beberapa diantaranya melaporkan bahwa vitamin D dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi pernapasan.

Namun beberapa laporan lain menunjukkan bahwa hal tersebut tidak berpengaruh.

Peneliti utama, Prof. Adrian Martineau dari QMUL mengatakan, “Upaya penelitian besar secara kolaboratif ini telah menghasilkan bukti definitif pertama yang menunjukkan bahwa vitamin D benar-benar melindungi terhadap infeksi pernapasan. Analisis kami terhadap data mentah yang dikumpulkan dari masing-masing 10.933 peserta percobaan, memungkinkan kita untuk menjawab pertanyaan: Mengapa vitamin D itu bekerja dalam beberapa uji coba, namun tidak pada beberapa lainnya?”

“Intinya adalah efek perlindungan dari suplemen vitamin D yang paling kuat terjadi pada mereka yang memiliki kadar vitamin D rendah, ketika suplemen itu diberikan harian atau mingguan, daripada dalam dosis yang lebih banyak.”

“Dengan asupan rendah vitamin D yang tersedia dalam makanan, hampir mampu menghilangkan kasus defisiensi vitamin D pada beberapa negara. Dengan mengemukakan manfaat baru dari vitamin D ini, penelitian kami memperkuat argumen untuk memperkenalkan fortifikasi makanan, dalam hal meningkatkan konsumsi vitamin D pada negara-negara seperti Inggris, dimana kasus kekurangan atau defisiensi vitamin D adalah sangat umum terjadi.”

Penelitian ini memang dibedakan menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok pertama merupakan perlakuan terhadap orang yang memiliki kadar vitamin D rendah dalam tubuhnya. Dan kelompok kedua merupakan perlakuan terhadap orang yang memang sudah memiliki kadar vitamin D yang tinggi dalam tubuhnya.

Hasil secara keseluruhan menunjukkan bahwa penurunan risiko infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh kadar vitamin D ini adalah setara dengan efek perlindungan suntik vaksin pilek dan flu.

Baca juga : Waspadalah Terserang Flu Saat Hamil, Ini Sebabnya

Vitamin Sinar Matahari

Tentu anda telah sering mendengar bahwa vitamin D dapat kita peroleh dengan murah meriah melalui sinar matahari.

Sinar matahari mengubah provitamin D menjadi vitamin D dalam tubuh kita. Itulah mengapa vitamin D ini sering dijuluki sebagai ‘vitamin sinar matahari’.

flu dan pilek

Jadi, sangat masuk akal ketika musim hujan, musim dingin atau musim semi, ketika intensitas sinar matahari berkurang, flu dan pilek lebih sering terjadi. Hal ini disebabkan oleh kadar vitamin D dalam tubuh kita juga menjadi berkurang.

Dari hasil penelitian ini, memperkuat asumsi bahwa vitamin D berperan dalam melindungi kita dari infeksi pernapasan.

Vitamin D dapat meningkatkan kadar peptida antimikroba, yaitu zat antibiotik alami di dalam paru-paru kita.

Selain itu, para peneliti ini juga mampu menjelaskan mengapa vitamin D dapat melindungi kita terhadap serangan asma, yang umumnya juga dipicu oleh virus pernapasan itu.

Suplemen yang murah untuk infeksi saluran pernapasan akut

Infeksi saluran pernapasan merupakan penyebab utama morbiditas (keadaan mudah sakit) dan mortalitas (kematian) di dunia. Dibedakan menjadi dua macam, yaitu Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) dan Infeksi Saluran Pernapasan Bawah (ISPB).

Infeksi Saluran Pernapasan Akut Atas (ISPA), seperti flu dan pilek, adalah yang paling umum dijadikan alasan untuk tidak masuk kerja.

Sementara Infeksi Saluran Pernapasan Akut Bawah (ISPB), seperti pneumonia, adalah kurang umum dijadikan alasan libur kerja, namun menjadi penyebab kematian sekitar 2,65 juta di seluruh dunia, menurut data pada tahun 2013.

Baca juga : Obat Paru-Paru Basah Alami yang Praktis dan Ampuh

Vitamin D merupakan suplemen yang murah dan aman, sehingga pengurangan infeksi saluran pernapasan bisa menjadi sangat hemat biaya.

Profesor Hywel Williams, direktur Program NIHR Health Technology Assessment (HTA) menyatakan, “Temuan menarik dari hasil penelitian besar ini layak untuk diperdebatkan lebih lanjut secara serius. Penelitian ini merupakan contoh bagaimana Program NIHR HTA ini dapat menjangkau penelitian-penelitian yang terhalang oleh dana yang besar.”

Sumber :

www.sciencedaily.com
www.news.harvard.edu
www.independent.co.uk
www.sci-news.com
www.rappler.com
www.npr.org
www.irishtimes.com
www.nhs.uk
www.bangkokpost.com
www.straitstimes.com
www.metro.co.uk
www.time.com
www.telegraph.co.uk
www.esciencenews.com
www.standard.co.uk
www.itechpost.com
www.news.com.au
www.tribune.com.pk
www.scitechdaily.com
www.mirror.co.uk
www.thesun.co.uk
www.itv.com
www.indianexpress.com

You may also like...

1 Response

  1. 15 October 2017

    […] Baca artikel menarik lainnya :┬áMengapa Saat Musim Hujan Anda Mudah Terserang Flu dan Pilek? […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.