Categories: Geologi

Karya Seni Paling Tua di Dunia Ditemukan di Indonesia

Karya seni paling tua di dunia ditemukan di Indonesia, dan meragukan keyakinan sebelumnya bahwa manusia zaman es Indonesia miskin akan budaya.

Karya-karya seni yang ditemukan ini tampaknya menggeser cerita terkemuka yang menempatkan Eropa sebagai pusat seni masa lampau.

Dan temuan ini juga mengungkapkan bahwa manusia purba bermigrasi dari Asia ke Australia.

“Temuan baru kami ini membantah pandangan lama bahwa masyarakat pemburu-pengumpul pada zaman Pleistocene (zaman es) di Asia Tenggara miskin akan budaya,” jelas arkeolog Adam Brumm dan Michelle Langley.

Temuan mereka ini diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences Amerika Serikat, ringkasan dari yang terdapat dalam The Guardian.

Menurut Brumm, manusia menjajah Australia melalui jalur benua Eurasia, berjalan melalui rangkaian pulau-pulau Indonesia yang dikenal sebagai Wallacea.

Para arkeolog sebenarnya memang telah lama mempertanyakan tentang detail kehidupan manusia di Wallacea, yang diyakini bahwa selama perjalanan dari Afrika ke Eropa lalu ke Asia Tenggara, kegiatan budayanya menjadi menurun.

Namun, karya seni yang baru-baru ini ditemukan menunjukkan bahwa migrasi dari Asia ke Australia pada kenyataannya terkait dengan rasa ingin tahu tentang budaya.

Khususnya setelah para ilmuwan menemukan berbagai objek ornamen dalam sebuah gua batu kapur di Sulawesi, pulau terbesar di Wallacea.

Termasuk didalamnya seperti yang tercantum dalam The Guardian, yaitu “manik-manik yang berbentuk piringan, yang terbuat dari gigi babirusa, yaitu babi primitif yang hanya dapat ditemukan di Sulawesi, serta ‘liontin’ yang terbuat dari tulang jari kuskus beruang, yaitu hewan serupa tupai yang besar, yang juga merupakan hewan endemik dari Sulawesi.”

Hal mengesankan lainnya adalah lukisan batu itu sendiri, yang melibatkan alat-alat kompleks, termasuk potongan oker atau noda kuning tua pada alat tersebut, serta tabung tulang yang mungkin berfungsi sebagai alat airbrush yang biasa digunakan untuk menciptakan karya seni stensil.

Gambar-gambar ini melukiskan tangan manusia dan babirusa secara detail dan luar biasa. Lukisan ini diperkirakan berusia 35.000 hingga 40.000 tahun.

Ini artinya, karya ini menyaingi karya seni paling tua di dunia, yaitu di Perancis dan Spanyol, yang telah lama diyakini sebagai tempat mula-mula seni gua.

Temuan ini tentu menggeser paradigma sejarah Eurosentris bahwa benua itulah sebagai titik awal kegiatan budaya.

Baca juga : Pulau di Indonesia Ditemukan Sangat Kaya Akan Lukisan Gua Kuno

Bahkan, beberapa peneliti meyakini kekayaan karya seni yang ditemukan di Indonesia berarti bahwa seni batu bisa jadi telah muncul di Afrika sebelum manusia bahkan menginjakkan kaki di Eropa.

Sumber:

www.theguardian.com

www.huffingtonpost.com

www.rt.com

www.scoopnest.com

www.dailymail.co.uk

www.pnas.org

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

2 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

2 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

2 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

2 months ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

2 months ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

2 months ago