Categories: Biologi Kimia

Kombinasi Obat Baru Ini Membantu Sistem Kekebalan Tubuh Untuk Melawan Kanker

Para ilmuwan telah menemukan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.

Terobosan ini melibatkan penggunaan yang pertama kalinya dari kombinasi kemoterapi dan obat yang diujicobakan sebagai pengobatan untuk penyakit kuning neonatal.

Kombinasi ini secara bersama-sama dapat membantu memberikan tendangan untuk memulai pertahanan alami tubuh.

Baca juga hasil penelitian sebelumnya : Obat Antimalaria untuk Pengobatan Kanker

Sebuah kemajuan yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Cancer Research ini melibatkan penargetan enzim yang disebut Heme Oxygenase-1 (HO-1), yang aktif dalam berbagai jenis kanker.

HO-1 dapat meningkatkan pertumbuhan tumor dengan mencegah sistem kekebalan tubuh agar tidak efektif melawan kanker.

Para ilmuwan telah menunjukkan di laboratorium bahwa kemoterapi dapat memicu respons kekebalan terhadap kanker.

Namun tim King telah menemukan bahwa tanggapan ini ditekan oleh sel-sel non-tumor yang disebut ‘makrofag‘, yang berada pada tumor dan menghasilkan enzim HO-1.

Dalam sebuah terobosan besar, para periset menemukan bahwa dalam uji coba praklinis, obat yang diuji untuk pengobatan penyakit kuning (SnMP), secara efektif mencegah penekan respons kekebalan yang dirangsang oleh kemoterapi.

Hal ini memungkinkan sistem kekebalan tubuh menyerang secara efisien sel kanker.

Baca juga : Berry Meningkatkan Keberhasilan Terapi Kanker Serviks

Penulis menyatakan bahwa menghambat HO-1 dengan SnMP memiliki banyak kesamaan dengan obat antibodi ‘checkpoint inhibitor‘.

Checkpoint inhibitor merupakan sebuah kelompok terapi baru, yang pertama kali digunakan secara rutin saat ini di klinik kanker di seluruh dunia.

Penulis laporan tersebut, Dr James Arnold dan Profesor James Spicer, dari King’s College London, bekerja sama dengan Cancer Research UK mengembangkan pengamatan ini kedalam percobaan klinis pertama untuk pengobatan dengan kombinasi pengobatan ini.

Berbicara tentang terobosan tersebut, Dr Arnold mengatakan:

“Dalam tes laboratorium kombinasi SnMP ditambah dengan kemoterapi bila dibandingkan dengan terapi ‘checkpoint inhibitor‘ yang saat ini digunakan di klinik-klinik, menunjukkan bahwa mungkin ada cakupan yang signifikan untuk menargetkan HO-1 pada pasien.”

“Manfaat penuh bagi pasien akan lebih baik dipahami begitu kami melanjutkan pengamatan yang menarik ini kedalam uji klinis. Namun, dalam model praklinis kami, bila dikombinasikan dengan kemoterapi, kemanjuran kontrol tumor sebanding dengan standar emas imunoterapi yang saat ini sedang digunakan di klinik-klinik.”

“Kami berharap bahwa penelitian kami akan menghadirkan sebuah kelas obat baru dan pengobatan kombinasi yang akan membantu membangkitkan sistem kekebalan tubuh untuk melawan kanker.”

Baca juga : Mengapa Sel Kanker Bergerak?

Sumber :

www.clincancerres.aacrjournals.org

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 weeks ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

3 weeks ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

3 weeks ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

4 weeks ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

4 weeks ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

1 month ago