Kombinasi pengukuran menunjukkan sumber hidrotermal di bawah laut di Tanzania; hasil dapat meningkatkan peringatan dini – Sains Terkini


Manifestasi panas bumi di permukaan bumi dapat dipetakan dan ditandai oleh berbagai metode eksplorasi yang sudah mapan. Namun, pemetaan lubang hidrotermal di lingkungan perairan lebih menantang karena metode konvensional tidak lagi dapat diterapkan. Faktanya, komposisi kimiawi air danau dapat mengindikasikan masuknya cairan dari sistem vulkanik, tetapi tidak memberikan informasi spasial tentang lokasi ventilasi hidrotermal, kelimpahan dan keadaan aktivitas saat ini.

Perubahan perilaku ventilasi hidrotermal dapat menjadi indikasi perubahan sistem vulkanik di bawahnya, sehingga menjadi prekursor yang berguna untuk generasi berikutnya dari sistem peringatan dini. Peningkatan aktivitas vulkanik di bawah danau vulkanik juga dapat memicu peningkatan input gas, khususnya CO2, yang lagi-lagi dapat mengakibatkan ledakan gas dahsyat seperti yang dilaporkan dari Danau Nyos atau Danau Monoun di Kamerun. Pendekatan eksplorasi baru akan membantu meningkatkan konsep penilaian dan pemantauan risiko spesifik lokasi dengan melihat lebih dekat pada ventilasi hidrotermal.

Studi ini menggambarkan pendekatan terpadu (1) batimetri, (2) pemetaan termal dari dasar danau, dan (3) pengukuran emisi gas di permukaan air, yang diuji dengan sukses di Danau Ngozi di Tanzania. Beberapa zona umpan hidrotermal dapat diidentifikasi dengan struktur seperti lubang dan peningkatan suhu dasar danau, dalam kombinasi dengan peningkatan CO2 emisi dari permukaan danau. Pendekatan yang dikembangkan memiliki keuntungan bahwa (1) tidak memerlukan pengaturan teknis yang kompleks, (2) data dapat diperoleh di tempat, dan (3) dapat ditransfer ke danau vulkanik lain untuk memetakan sumber pakan hidrotermal.

Kegiatan penelitian lebih lanjut di danau vulkanik dan di lingkungan laut dangkal dengan aktivitas hidrotermal (misalnya, Islandia, Italia) saat ini sedang dalam persiapan dengan mitra dari Scientific Diving Center (SDC) di Universitas Teknik Bergakademie Freiberg, Jerman, dan Penelitian Kelautan & Air Tawar Institut di Reykjavík, Islandia. Ini juga akan mencakup penelitian yang terkait dengan eksplorasi panas bumi lepas pantai di masa depan.

Data yang terkait dengan penelitian ini telah dikumpulkan sebagai pelengkap untuk proyek eksplorasi panas bumi, yang dikoordinasikan oleh penulis, yang sebelumnya telah dengan BGR di Hanover, Jerman.

Referensi:

Material disediakan oleh GFZ GeoForschungsZentrum Potsdam, Helmholtz Center. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.