Categories: Ekologi

Masalah Sampah Plastik : Sungai Membawa Sampah Plastik ke Laut

Masalah sampah plastik sudah sangat mengkhawatirkan. Penelitian mencatat bahwa partikel sampah plastik dapat ditemukan di air pada hampir setiap laut dan sungai.

Ini merupakan masalah lingkungan global yang serius dan terus berlanjut.

Baca penelitian terkait : Pencemaran Lingkungan: Berapa Banyak Plastik Yang Telah Dibuat Manusia?

Masalah sampah plastik bagi kehidupan laut

Ada sejumlah besar input sampah plastik setiap tahun. Kehidupan laut sangat dirugikan dengan keberadaan partikel plastik kecil yang mengambang di air tersebut.

Salah satu contoh bagaimana hal ini terjadi adalah ketika ikan, burung laut atau mamalia laut salah mengira bahwa sampah plastik itu adalah makanan lalu mereka mengkonsumsinya.

“Masih tidak mungkin untuk memperkirakan konsekuensi ekologis dari hal ini. Satu hal yang pasti: situasi ini tidak boleh terus berlanjut,” kata Dr. Christian Schmidt, seorang ahli hidrogeologi di UFZ.

“Tapi karena tidak mungkin membersihkan puing-puing sampah plastik yang sudah ada di lautan, kita harus lebih berhati-hati dan mengurangi penggunaan plastik dengan segera dan lebih efisien.”

Baca juga : Sampah di Laut dan Nasib Ekosistem

Penyebab banyak sampah plastik di laut

Untuk mengambil langkah-langkah praktis dalam mengurangi pasokan sampah plastik ini ke badan air, perlu menjawab pertanyaan berikut:

  1. Darimana asal sampah plastik itu?
  2. Bagaimana cara sampah plastik tersebut masuk ke laut?

Schmidt dan timnya membahas pertanyaan-pertanyaan ini dalam sebuah penelitian yang baru-baru ini muncul dalam terbitan jurnal Environmental Science & Technology.

Untuk tujuan ini, para peneliti menganalisis berbagai penelitian ilmiah yang meneliti muatan plastik di sungai, yaitu jumlah sampah plastik yang dibawa oleh air sungai.

Mereka mengkonversi hasil penelitian tersebut menjadi dataset yang dapat saling diperbandingkan dan menentukan rasio angka-angka ini menjadi jumlah limbah yang tidak dibuang secara benar di daerah tangkapan masing-masing.

“Kami dapat menunjukkan bahwa ada korelasi nyata dalam hal ini,” kata Schmidt.

“Semakin banyak sampah di daerah tangkapan air yang tidak dibuang dengan benar, semakin banyak pula plastik yang akhirnya berakhir di sungai kemudian menempuh perjalanan ke laut.”

Dalam konteks ini, sungai besar jelas memainkan peran yang sangat besar – tidak hanya karena mereka juga membawa sejumlah besar limbah yang relatif besar karena debitnya yang lebih besar.

Masalah sampah plastik akibat buang sampah ke sungai

Schmidt mengatakan, “Konsentrasi plastik, yaitu jumlah plastik per meter kubik air secara signifikan lebih tinggi di sungai-sungai besar daripada sungai-sungai kecil. Akibatnya, muatan plastik ini meningkat pada tingkat yang tidak proporsional lebih tinggi dari pada ukuran sungai.”

Para periset juga menghitung bahwa ada 10 sistem sungai yang menyumbangkan muatan plastik tertinggi, 8 diantaranya berada di Asia dan 2 lainnya di Afrika.

Wilayah sungai ini merupakan tempat dimana ratusan juta orang hidup. Dalam beberapa kasus, bertanggung jawab untuk sekitar 90 persen dari input global sampah plastik ke laut.

Pengelolaan sampah plastik

“Mengurangi input plastik dari daerah tangkapan air di sungai ini sudah bisa menjadi kesuksesan besar,” kata Schmidt.

“Untuk mencapai hal ini, perlu memperbaiki pengelolaan sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan isu ini. Kami berharap studi ini akan memberikan kontribusi positif sehingga masalah sampah plastik di lautan kita dapat dibatasi dalam jangka panjang.”

Dalam penyelidikan di masa depan, tim UFZ bermaksud untuk mencari tahu berapa lama waktu yang dibutuhkan puing-puing plastik tersebut untuk mencapai laut setelah mereka masuk ke sungai. Apakah hanya butuh beberapa bulan atau bahkan puluhan tahun?

“Penting untuk menyadari hal ini karena dampak sebuah pengukuran menjadi jelas hanya dengan sebuah penundaan waktu yang tepat, karena polusi yang ada belum masuk ke laut,” jelas Schmidt.

“Hanya saja bila kita mengetahui kira-kira berapa lama puing-puing plastik tetap berada di sistem sungai, apakah mungkin untuk memperbaiki sistem pengelolaan limbah di daerah tangkapan air.”

Baca juga : Cara Mengatasi Masalah Besar Limbah Puntung Rokok

Sumber :

www.ufz.de

www.pubs.acs.org

www.sciencedaily.com

www.sciencenewsline.com

www.newindianexpress.com

www.mnn.com

www.fis.com

Recent Posts

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 week ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 week ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

2 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

2 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

2 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

3 months ago