Categories: Biologi Kimia

Mau Coba atau Beralih ke Rokok Elektrik, Baca Ini Dulu!

Rokok elektrik, atau yang dikenal juga dengan sebutan Vape, Vapor, Vaporizer, atau Vaping, tengah menjadi tren saat ini, baik di Indonesia maupun di dunia.

Rokok modern yang diklaim lebih aman bagi kesehatan dan lingkungan ini, sebenarnya sudah ada sejak tahun 2003 lalu.

Mengapa bisa selama itu hingga menjadi populer seperti saat ini?

Hal ini terutama karena sebagai produk baru, rokok elektrik ini tentu saja harus melalui serangkaian proses pengujian sebelum dipasarkan secara luas.

Namun, apakah keberadaannya saat ini sudah benar-benar legal? Ataukah masih ilegal?

Untuk itu, silahkan simak penjelasan berikut ini.

Rokok elektrik : rokok masa depan?

Pada awal kemunculannya, rokok ini dimaksudkan untuk dapat menggantikan rokok tembakau konvensional.

Rokok yang diklaim sebagai rokok masa depan ini memiliki berbagai keunggulan. Berikut 3 keunggulan rokok elektrik, yaitu:

  1. Lebih aman bagi kesehatan;
  1. Lebih ramah lingkungan; dan
  1. Lebih hemat karena dapat diisi ulang.

Manfaat rokok elektrik untuk berhenti merokok

Tujuan awal diciptakannya memang digadang-digadang sebagai alat penolong bagi mereka yang kecanduan rokok.

Dengan demikian, diharapkan pada akhirnya para pecandu dapat benar-benar berhenti merokok.

Baca juga : Bisakah Rokok Elektrik Membantu Berhenti Merokok?

Namun, walau sudah banyak yang mencoba beralih ke rokok ini, rokok konvensional masih tetap jadi pilihan utama orang-orang di Indonesia saat ini.

Terutama karena penggunaan vape ini masih banyak menuai kontroversi.

Sebenarnya apa sih rokok elektrik vape itu?

Rokok elektrik (Elecronic Nicotine Delivery Systems atau e-Cigarette) adalah sebuah inovasi dari bentuk rokok konvensional menjadi rokok modern.

Rokok ini juga dikenal dengan berbagai nama lain : rokok elektronik, vape, vaping, vapor, vaporizer, e-cigarro, electro-smoke, green-cig, dan smartsmoker.

Sejarah rokok elektrik

Rokok ini sebenarnya telah dikembangkan sejak tahun 2003 lalu oleh SBT Co Ltd, Beijing, RRC (sekarang Golden Dragon Group Ltd), dipatenkan oleh seorang apoteker bernama Hon Lik.

Pada tahun 2004, SBT RUYAN Technology & Development Co, Ltd mengambil alih secara resmi proyek tersebut untuk mengembangkannya.

Bagaimana cara kerja Vaping?

Rokok modern ini terdapat dalam berbagai bentuk dan ukuran, seperti terlihat pada gambar di atas.

Rokok vape terdiri dari tiga komponen utama : yaitu baterai, elemen pemanas, dan tabung yang berisi cairan (cartridge).

Dengan demikian, cara penggunaannya bukanlah dibakar seperti produk rokok tembakau konvensional.

Baterai ini dapat diisi ulang dengan alat charger yang telah disediakan.

Seperti namanya, rokok ini menggunakan listrik dari tenaga baterai untuk memberikan nikotin dalam bentuk uap.

Hal ini dikenal dengan sebutan Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).

Apa sebenarnya kandungan rokok elektrik itu?

Sebagaimana yang kita ketahui, rokok tembakau konvensional mengandung nikotin, tar, arsenic, karbonmonoksida, ammonia dan berbagai bahan kimia lainnya.

Sedangkan pada cairan refill atau isi ulang rokok elektrik, sebenarnya juga merupakan nikotin, namun dalam bentuk cair.

Nikotin ini dilarutkan dengan pelarut propilen glikol, dieter glikol ataupun gliserin.

Cairan refill ini tersedia dalam berbagai rasa, antara lain rasa mentol/mint, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat.

Berikut penjelasan kandungan tersebut:

  • Nikotin merupakan zat yang terdapat pada daun tembakau. Nikotin berfungsi  sebagai obat perangsang dan memberikan efek candu. Itulah sebabnya sulit untuk berhenti merokok.
  • Propilen glikol merupakan cairan senyawa organik yang tidak berbau dan tidak berwarna, namun memiliki rasa agak manis. FDA atau Lembaga Pengawas Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat telah menyatakan bahwa senyawa ini aman jika digunakan dalam kadar rendah.
  • Gliserin adalah cairan kental tidak berbau dan tidak berwarna. Zat ini sering digunakan pada perpaduan formulasi farmasi. Cairan manis yang dianggap tidak beracun ini sering pula dipakai oleh industri makanan.

Di mana toko vape dan berapa harganya?

Jual beli vape saat ini sudah beredar luas dan dapat dengan mudah ditemukan di kedai-kedai dan distributor maupun dijual secara online.

Kalau satu bungkus rokok tembakau konvensional dijual dengan harga sekitar Rp16.000, maka harga rokok vapor dipatok antara Rp50.000 – 1.500.000, dengan harga liquid vape mulai dari Rp15.000.

Lanjut membaca : Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana?

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42