Categories: Biologi

Terapi Alternatif untuk Membantu Melawan Resistensi Antibiotik

Resistensi antibiotik menimbulkan tantangan serius dan terkadang mematikan untuk pengobatan infeksi parah bakteri.

Dalam sebuah Essay yang diterbitkan 28 Desember dalam jurnal akses terbuka PLOS Biology, Kristofer Wollein Waldetoft dan Sam P. Brown dari Georgia Institute of Technology mengusulkan bahwa pengembangan terapi alternatif untuk infeksi ringan dapat membantu memperlambat pengembangan dan penyebaran resistensi antibiotik.

Hal ini pada akhirnya dapat menjaga keefektifan obat yang digunakan untuk infeksi berat.

Baca juga : Peneliti Menemukan Metode Baru Pengobatan TBC

Mekanisme resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri patogen berubah dengan jalan mengurangi keefektifan obat.

Dan permasalahan ini menjadi semakin serius ketika strain resisten ini berkembang biak.

Setiap tahun, lebih dari 20.000 orang meninggal karena infeksi akibat resisten antibiotik, untuk di AS saja.

Sebagian besar penelitian untuk mengidentifikasi alternatif antibiotik, seperti virus pembunuh bakteri, berfokus pada penargetan bug yang bertanggung jawab atas infeksi berat dengan menggunakan terapi alternatif.

Namun, upaya tersebut telah mencapai keberhasilan yang terbatas.

Untuk mengidentifikasi pendekatan yang mungkin lebih efektif, Waldetoft dan Brown meninjau kembali penelitian sebelumnya tentang penggunaan antibiotik.

Mereka menggunakan kerangka evolusioner untuk menganalisis data dari penelitian ini dan menentukan bahwa penggunaan antibiotik secara luas terhadap infeksi ringan tertentu dapat berkontribusi secara signifikan terhadap pengembangan resistensi antibiotik.

Hal ini, sebagian, karena antibiotik dapat memilih untuk melawan bakteri yang ada pada pasien, tidak hanya pada target bug.

Dan karena banyak antibiotik beroperasi dengan cara yang sama, antibiotik tunggal dapat mendorong resistansi terhadap berbagai obat.

Akibatnya, mereka menyimpulkan bahwa upaya penelitian untuk mengembangkan terapi alternatif harus mengalihkan fokus dari infeksi parah ke infeksi yang lebih ringan.

Analisis menunjukkan bahwa terapi alternatif untuk infeksi ringan tertentu (yang mungkin lebih mudah dikembangkan) secara tidak langsung dapat memperlambat perkembangan resistensi antibiotik pada bug yang lebih berbahaya.

Ini bisa membantu mempertahankan kemampuan untuk menggunakan antibiotik melawan infeksi berat yang obat barunya sulit dikembangkan.

Para penulis mencatat bahwa pengembangan alternatif non-antibiotik untuk infeksi ringan hanyalah salah satu strategi untuk melawan resistensi antibiotik.

Baca hasil penelitian terkait : Inilah Obat Antibiotik Yang Dapat Diupdate Melalui Komputer

Sumber :

www.journals.plos.org

www.sciencedaily.com

www.medicalxpress.com

www.cidrap.umn.edu

Recent Posts

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

2 weeks ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

2 weeks ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

3 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

3 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

3 months ago