Categories: Astronomi

Uni Emirat Arab Ingin Membangun Kota di Planet Mars

Uni Emirat Arab (UEA), siapa yang tak kenal dengan negara federasi yang memiliki segudang rekor dunia ini, terutama salah satu emiratnya, Dubai.

Hal-hal yang mencengangkan dan membuat mata terbelalak ada di negara ini.

Rasanya seperti tak ada yang mustahil di sana. Gurun pasir disulap menjadi kota megah, dengan gedung-gedung pencetak rekor dunia. Gurun kering dan gersang disulap menjadi subur lengkap dengan sungai buatan dan taman-taman hijau dan luas. Lautan disulap menjadi pulau buatan dengan arsitektur menawan. Kendaraan-kendaraan canggih dan robot pun telah dikembangkan di sana.

Maka tak heran jika baru-baru ini, Uni Emirat Arab, seolah tak mau ketinggalan tren dunia, juga ingin mengirimkan manusia ke planet mars.

Tidak hanya itu, Uni Emirat Arab bahkan ingin membangun kota di planet mars. Jadi, bukan hanya sekedar ingin mengirimkan satelit ke luar angkasa.

Hal ini tentu bukan isapan jempol belaka, mengingat negara ini mampu melakukan hal yang bahkan hampir mustahil dilakukan.

Proyek Mars 2117 : Kota di Planet Mars

Wakil Presiden Uni Emirat Arab, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Perdana Menteri dan Penguasa Dubai, meluncurkan “Proyek Mars 2117” pada 14 Februari 2017 lalu pada World Government Summit ke-5 di Dubai.

Bahkan, informasi mengejutkan yang lebih terbaru dinyatakan langsung oleh Stephen Hawking: seluruh umat manusia harus meninggalkan bumi sebelum tahun 2117. Ada apa dengan tahun 2117?

Pengumuman proyek oleh Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA.

“Pendaratan orang di planet lain telah menjadi mimpi lama bagi manusia. Tujuan kami adalah UEA akan menjadi ujung tombak upaya internasional untuk membuat mimpi itu menjadi kenyataan,” ujar Al Maktoum.

Tahap pertama proyek kota di planet Mars

Menurut Pemerintah, melalui situs Dubai Media Office, tahap pertama proyek ini akan berfokus pada pengembangan keterampilan dan teknologi untuk mencapai terobosan ilmiah yang diperlukan untuk mengirim manusia ke Mars di dekade mendatang.

Proyek Mars 2117 ini juga bertujuan untuk mempersiapkan tim ilmuwan Emirat dan untuk mengembangkan sebuah konsorsium ilmuwan internasional untuk mempercepat proyek penelitian ini.

“Proyek ini akan dimulai dengan sebuah tim ilmuwan dari Emirat, kemudian akan dikembangkan dengan melibatkan para ilmuwan dan peneliti dari seluruh dunia.”

Proyek ini juga berfokus pada pengembangan sarana transportasi yang cepat untuk perjalanan ke planet merah tersebut, integrasi visualisasi ilmiahnya, dan bagaimana bertahan hidup di sana nanti, terutama untuk bahan makanan, transportasi serta pasokan energi.

Sebelumnya, tim engineer dari Emirat, bersama dengan sekelompok ilmuwan dan peneliti, membuat sketsa kota di planet Mars untuk tempat tinggal manusia, yang akan dibangun menggunakan robot.

Rencana itu dipamerkan selama konferensi untuk membahas bagaimana pola hidup manusia di mars, terutama dalam hal transportasi, produksi listrik dan ketersediaan makanan, serta bahan apa yang akan digunakan untuk pembangunan kota di planet Mars tersebut.

Khusus untuk bahan yang akan digunakan, NASA sudah mempunyai solusi untuk membangun rumah di Mars.

Dalam waktu yang sama, para engineer UEA juga sedang bekerja membangun “Hope”, yang akan mengorbit planet mars.

Hope ini adalah pesawat ruang angkasa pertama UEA ke planet merah tersebut dan rencananya akan diluncurkan pada tahun 2020 menggunakan booster H-2A Jepang.

Hope dijadwalkan tiba di Mars pada tahun 2021, bertepatan dengan ulang tahun ke-50 berdirinya UEA.

Tugas utama pengorbit planet mars ini adalah untuk mencari hubungan antara cuaca saat ini dengan iklim di masa lampau.

Dalam sebuah penelitian lain mengungkapkan bahwa endapan danau kuno planet Mars mirip dengan sedimen di Indonesia.

Operasional orbital pesawat ini akan dimulai pada pertengahan tahun 2021.

Misi diperkirakan berlangsung selama dua tahun, yang berpotensi diperpanjang selama dua tahun lebih.

Misi Hope ke mars ini sudah berada pada trek dan waktu yang sesuai, sebagaimana yang diungkapkan baru-baru ini oleh Mohammed Al Ahbabi, Direktur Jenderal UEA Space Agency, pada Global Space Congress di Abu Dhabi, ibukota UEA.

Sumber :

www.space.com

www.esciencenews.com

www.inverse.com

www.nypost.com

www.foxnews.com

www.universetoday.com

www.dubaiformer.com

www.msn.com

Recent Posts

Siapa yang mendominasi wacana masa lalu? – Sains Terkini

Akademisi pria, yang terdiri dari kurang dari 10 persen arkeolog Amerika Utara, menulis sebagian besar dampak tinggi bidang ini, literatur… Read More

24 mins ago

Pengukuran konstan Hubble baru menambah misteri tingkat ekspansi alam semesta – Sains Terkini

Para astronom telah membuat pengukuran baru tentang seberapa cepat alam semesta mengembang, menggunakan jenis bintang yang sama sekali berbeda dari… Read More

38 mins ago

Tanaman yang tertekan harus memiliki zat besi di bawah kendali – Sains Terkini

Tidak seperti hewan, tanaman tidak dapat bergerak dan memanfaatkan sumber daya baru ketika ada kelangkaan atau kekurangan nutrisi. Sebaliknya, mereka… Read More

56 mins ago

Pencairan gletser bawah air terjadi pada tingkat yang lebih tinggi daripada prediksi pemodelan – Sains Terkini

Para peneliti telah mengembangkan metode baru untuk memungkinkan pengukuran langsung pertama tingkat lelehan kapal selam dari gletser tidewater, dan, dengan… Read More

7 hours ago

Pembelajaran mesin menerjemahkan pengaruh genetik terhadap perilaku – Sains Terkini

Tikus berlarian sambil mencari makan, tetapi genetika mungkin adalah tangan yang tak terlihat mengendalikan gerakan berkelok-kelok ini. Para peneliti di… Read More

7 hours ago

Pulsa plasma magnetik tereksitasi oleh putaran UK di atmosfer matahari – Sains Terkini

Sebuah tim ilmuwan internasional yang dipimpin oleh University of Sheffield telah menemukan bukti pengamatan yang sebelumnya tidak terdeteksi dari gelombang… Read More

8 hours ago