Categories: Biologi

Membunuh Sel Kanker di Saat Panas

Penelitian baru mengenai kanker kali ini datang dari para peneliti Kyoto University, yang mengembangkan metode baru membunuh sel kanker di saat panas.

Sebelumnya, penelitian baru mengungkapkan masa depan pengobatan kanker.

Para peneliti ini adalah Mineko Kengaku, Tatsuya Murakami, dan rekan-rekan mereka dari Institut Teknologi Sel Terapan Terpadu (iCeMS) Kyoto University.

Gen untuk membunuh sel kanker

Para peneliti mengembangkan metode baru yang mengubah permukaan nanorods, membuatnya lebih efisien dalam mengangkut gen pembunuh kanker ke dalam sel.

Sementara itu, sel kanker resisten dapat dihilangkan dengan penemuan baru ini.

Metode ini melibatkan nanorods berlapis emas, yang menghasilkan panas saat terpapar sinar laser inframerah dekat, dengan lipid oleate dan DOTAP.

Nanorod adalah salah satu struktur nano dengan dimensi 1-100 nm dan mempunyai rasio antara panjang berbanding lebar sebesar 3-5 (berbentuk batang).

Inframerah jarak dekat memiliki panjang gelombang 0.75 – 1.5 µm

Lipid dalam hal ini berperan dalam meningkatkan kemampuan nanorods untuk berinteraksi dan menembus sel.

DOTAP sangat baik untuk transient dan transfeksi yang stabil dari sel mamalia dengan DNA (plasmid, bacmid) dan asam nukleat yang dimodifikasi (antisense oligonucleotides).

Protein kejutan panas

Tim peneliti juga mengembangkan pembawa gen, yang dikenal sebagai vektor plasmid, yang mencakup ‘protein kejutan panas’ yang diaktifkan sebagai respons terhadap panas.

Pertama, vektor itu terikat pada gen ‘protein green fluorescent yang disempurnakan’ (EGFP). Kemudian dipindahkan ke sel mamalia oleh nanorods emas berlapis lipid.

Mengekspos sel dengan laser inframerah dekat selama sepuluh detik akan memanaskan nanorods emas, dan mengaktifkan gen EGFP.

Namun di sekelilingnya, yaitu sel-sel yang tidak ditargetkan, tidak menunjukkan ekspresi EGFP.

Suatu protein yang disebut TRAIL kemudian ditambahkan ke vektor plasmid. TRAIL menginduksi kematian sel pada sel kanker.

Penyinaran inframerah sel transfeksi oleh nanorods pembawa TRAIL menyebabkan tingkat kematian sel yang tinggi di sekitar sel kanker.

Terapi kanker molekuler

Nanorods emas berlapis lipid berpotensi membantu terapi kanker molekuler.

Terkait terapi kanker molekuler ini, penelitian sebelumnya mengungkapkan cara baru untuk mengatasi kanker.

Sistem baru ini “memberikan kesempatan unik untuk situs yang terarah, ekspresi transgen yang terinduksi cahaya pada sel mamalia dengan laser inframerah dekat, dengan fototoksisitas minimal,” simpul para peneliti dalam penelitian mereka yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Reports.

Sumber:

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 weeks ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

3 weeks ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

3 weeks ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

4 weeks ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

4 weeks ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

1 month ago