Memecahkan misteri fosil dapat membantu pencarian kehidupan kuno di Mars – Sains Terkini


Pencarian bukti kehidupan di Mars dapat dibantu dengan wawasan baru ke bebatuan kuno di Bumi.

Penelitian yang menunjukkan bahwa struktur yang sebelumnya dianggap fosil mungkin, pada kenyataannya, menjadi deposit mineral dapat menghemat waktu dan sumber daya misi Mars yang berharga.

Tabung dan filamen mikroskopis yang menyerupai sisa-sisa makhluk kecil mungkin telah dibentuk oleh reaksi kimia yang melibatkan mineral kaya zat besi, penelitian menunjukkan.

Penelitian sebelumnya telah menyarankan bahwa struktur seperti itu adalah salah satu fosil tertua di Bumi.

Temuan baru ini dapat membantu pencarian kehidupan di luar bumi selama misi masa depan ke Mars dengan membuatnya lebih mudah untuk membedakan antara fosil dan struktur non-biologis.

Penemuan ini dilakukan oleh seorang ilmuwan dari Universitas Edinburgh yang sedang mengembangkan teknik untuk mencari bukti bahwa kehidupan pernah ada di Mars.

Ahli astrobiologi Sean McMahon menciptakan formasi kecil di lab yang meniru bentuk dan komposisi kimia dari struktur kaya besi yang umumnya ditemukan di batuan mirip Mars di Bumi, di mana beberapa contoh diperkirakan berumur sekitar empat miliar tahun.

Dr McMahon menciptakan struktur kompleks dengan mencampur partikel kaya zat besi dengan cairan alkali yang mengandung bahan kimia silikat atau karbonat.

Proses ini – dikenal sebagai berkebun kimia – diperkirakan terjadi secara alami di mana bahan kimia ini berlimpah. Hal ini dapat terjadi pada ventilasi hidrotermal di dasar laut dan ketika air tanah dalam bersirkulasi melalui pori-pori dan patah pada batuan.

Temuannya menunjukkan bahwa struktur saja tidak cukup untuk mengkonfirmasi apakah formasi mirip mikroskopis atau tidak adalah fosil. Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk mengatakan dengan tepat bagaimana mereka dibentuk.

Studi ini, diterbitkan dalam jurnal Prosiding Masyarakat Kerajaan B, Didanai oleh program Horizon Uni Eropa 2020.

Dr Sean McMahon mengatakan: "Reaksi kimia seperti ini telah dipelajari selama ratusan tahun tetapi mereka sebelumnya tidak terbukti meniru struktur kecil yang kaya zat besi di dalam batu. Hasil ini memerlukan pemeriksaan ulang dari banyak contoh dunia nyata kuno untuk melihat apakah mereka lebih cenderung menjadi fosil atau endapan mineral non-biologis. "

Referensi:

Material disediakan oleh Universitas Edinburgh. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.