Categories: Biologi

Tes Genetik Baru untuk Memprediksi Kekambuhan Kanker

Periset telah menemukan tes genetik baru yang dapat membantu memprediksi kekambuhan kanker.

Hal ini membuka jalan untuk perawatan yang lebih tepat dan dipersonalisasi.

Gen mitokondria dapat diperiksa secara rutin dalam biopsi pasien yang didiagnosis dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, paru-paru, ovarium atau lambung.

Baca juga : Lampu Luar Malam Hari Terkait Penyebab Kanker Payudara

Dan metode ini terbukti lebih akurat daripada metode yang ada saat ini untuk memprediksi respons pasien terhadap pengobatan.

Para ilmuwan mengidentifikasi langkah-langkah baru tersebut dengan melihat tingkat ekspresi gen mitokondria pada sampel dari pasien kanker pasca pengobatan.

“Deteksi dini kekambuhan kanker adalah segalanya. Jika kita memiliki informasi tentang prognosis pasien, kita dapat bertindak lebih efektif,” ungkap Dr Michael P Lisanti, Profesor Pengobatan Translasional di University of Salford, rekan penulis studi tersebut.

“Anda tidak pernah tahu kanker akan kembali atau bagaimana mempersiapkan untuk hal tersebut. Jadi dengan mengetahui pasien menanggapi pengobatan dengan baik atau tidak, dapat memberikan kepastian kepada dokter, pasien dan keluarga, serta memungkinkan pemantauan secara lebih ketat.”

Profesor Lisanti menggambarkan mitokondria sebagai “ruang mesin stem sel kanker”, yakni sel yang menyebabkan pertumbuhan kembali (metastasis) sekunder.

Baca juga : Cara Mencegah Kanker Berkembang Menjadi Metastasis

Profesor Lisanti melihat lebih dari 400 gen mitokondria dan menemukan banyak yang lebih akurat dalam prediksi kekambuhan atau metastasis, dibandingkan dengan penanda proliferasi sel standar, seperti Ki67 atau PCNA.

Tim menggunakan beberapa kurva Kaplan-Meier untuk memperkirakan bagaimana tingkat gen mitokondria berkorelasi dengan kekambuhan pada ratusan pasien kanker.

Gen tertentu memperkirakan angka kekambuhan atau metastasis 5 kali lebih tinggi.

Salah satu biomarker yang sangat berguna, yaitu HSPD1, dikaitkan dengan biogenesis mitokondria, yaitu proses pembuatan mitokondria baru.

Para periset mengatakan bahwa penggunaan biomarker mitokondria akan memungkinkan tenaga klinis untuk memprediksi dengan akurasi yang jauh lebih besar, sehingga pasien akan merespons pengobatan dengan obat yang kurang baik, seperti Tamoxifen.

Tamoxifen biasanya diberikan untuk mencegah pengembangan penyakit pada sub-set pasien kanker payudara.

Hal ini dapat meningkatkan jumlah petunjuk yang lebih besar untuk prognosis pasien.

“Secara praktis, seseorang yang mengalami remisi diperkirakan 80% kemungkinan gagal dalam pengobatan,” tambah rekan penulis Dr. Federica Sotgia, di pusat penelitian biomedis Universitas tersebut.

“Jika dokter dapat memprediksi bahwa pengobatan mungkin akan gagal, ini akan memberi mereka pilihan yang lebih positif, apakah mereka dapat memantau pasien secara lebih ketat atau menawarkan pengobatan alternatif.”

Tim peneliti Salford baru-baru ini menggambarkan bagaimana sel kanker mengeksploitasi energi mitokondria untuk melawan obat-obatan seperti Tamoxifen.

Baca juga : Sel Kanker Resisten Dapat Dihilangkan Dengan Penemuan Baru Ini

Pengamatan terbaru mereka adalah bukti lebih lanjut bahwa mitokondria adalah biomarker sekaligus target obat potensial.

Pada akhirnya, generasi mitokondria baru dapat dikontrol dengan terapi baru untuk lebih efektif mencegah kegagalan pengobatan.

Sumber :

www.impactjournals.com

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Strategi diet unik dari spons laut tropis – Sains Terkini

Penelitian yang dilakukan di Universitas Hawaiʻi (UH) di Mānoa School of Ocean and Earth Science and Technology (SOEST) pada spons… Read More

4 days ago

Bakteri aneh mengisyaratkan asal kuno fotosintesis – Sains Terkini

Struktur di dalam bakteri langka mirip dengan yang menggerakkan fotosintesis pada tanaman saat ini, menunjukkan prosesnya lebih tua dari yang… Read More

3 weeks ago

Cahaya baru tentang evolusi cichlid di Afrika – Sains Terkini

Cichlids (Cichlidae) adalah sekelompok ikan kecil sampai sedang yang ada di mana-mana di habitat air tawar di daerah tropis. Mereka… Read More

3 weeks ago

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 month ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 month ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

4 months ago