Mendeteksi Kehidupan di Planet Lain

Seperti teleskop luar angkasa NASA James Webb dan teleskop online raksasa baru lainnya, memerlukan strategi baru untuk mencari bukti kehidupan di planet lain.

Sebuah studi dari University of Washington telah menemukan pendekatan sederhana untuk mencari kehidupan, yang mungkin lebih menjanjikan daripada hanya mencari oksigen.

Paper tersebut diterbitkan pada 24 Januari dalam jurnal Science Advances.

Paper ini menawarkan resep baru untuk mencari bukti kehidupan di planet lain yang jauh.

Baca juga : Penelitian Terbaru NASA Memperbaiki Metode Pencarian Planet Layak Huni

kehidupan di planet lain

Teleskop masa depan seperti James Webb Space Telescope (kanan) akan mengamati atmosfer planet yang jauh untuk mencari bukti kehidupan. Bumi (kiri atas) memiliki beberapa gas di atmosfernya yang mengungkapkan adanya kehidupan, terutama oksigen dan ozon. Studi baru menemukan bahwa untuk Bumi awal (kiri bawah), kombinasi metana dan karbon dioksida yang melimpah akan memberi tanda kehidupan alternatif.

Kredit: NASA / Wikimedia Commons / Joshua Krissansen-Totton

“Gagasan untuk mencari atmosfer mengandung oksigen sebagai biosignatur telah ada sejak lama. Dan ini adalah strategi yang bagus — sangat sulit menghasilkan banyak oksigen tanpa kehidupan,” ujar penulis Joshua Krissansen-Totton. 

Joshua Krissansen-Totton adalah mahasiswa doktor Ilmu Bumi dan Ruang Angkasa University of Washington.

“Tapi kita tidak ingin menempatkan semua telur dalam satu keranjang.”

“Bahkan jika memang kehidupan adalah umum di alam semesta, kita tidak pernah tahu apakah itu akan menjadi kehidupan yang menghasilkan oksigen,” jelasnya.

“Proses biokimia produksi oksigen sangatlah kompleks dan bisa tergolong cukup langka,” tambahnya.

Baca juga : Kehidupan di Planet Mars, Sebuah Bukti Baru (?)

Studi baru ini melihat sejarah kehidupan di Bumi, sebagai suatu planet yang dapat dihuni yang kita ketahui saat ini.

Hal ini untuk menemukan masa dimana atmosfir planet kita ini mengandung campuran gas yang berada di luar keseimbangan dan hanya bisa muncul dengan kehadiran makhluk hidup.

Sebenarnya, kemampuan hidup untuk menghasilkan oksigen dalam jumlah besar hanya terjadi pada seperdelapan dari sejarah Bumi di masa lalu.

Dengan mengambil pandangan yang lebih panjang, para peneliti mengidentifikasi kombinasi gas baru yang akan memberi bukti kehidupan: metana plus karbon dioksida, minus karbon monoksida.

“Kita perlu mencari metana dan karbon dioksida yang cukup melimpah di suatu planet yang memiliki air cair di permukaannya, dan menemukan tidak adanya karbon monoksida,” ungkap penulis pembantu David Catling. 

David Catling merupakan profesor Ilmu Bumi dan Ruang Angkasa University of Washington.

“Studi kami menunjukkan bahwa kombinasi ini akan menjadi tanda kehidupan yang menarik,” ungkapnya.

“Yang menarik adalah bahwa saran kami ini dapat dilakukan, dan dapat mengarah kepada penemuan bersejarah biosfer di luar bumi dalam waktu yang tidak terlalu lama.”

Baca penelitian terkait : Mengapa Kita Belum Menemukan Kehidupan di Luar Bumi?

Paper ini melihat semua kemungkinan cara sebuah planet bisa menghasilkan metana. Bisa dari dampak asteroid, gas yang keluar dari dalam perut planet, atau dari reaksi bebatuan dengan air.

Paper ini menemukan bahwa akan sulit menghasilkan banyak metana di planet yang berbatu, planet mirip bumi yang tanpa organisme hidup.

Jika metana dan karbon dioksida terdeteksi bersama-sama, terutama tanpa karbon monoksida, itu adalah ketidakseimbangan kimia yang menandakan kehidupan.

Atom karbon dalam dua molekul merepresentasikan tingkat kebalikan dari oksidasi.

Karbon dioksida mengikat sebanyak mungkin molekul oksigen, sementara karbon pada metana kekurangan oksigen dan malah memiliki musuh kimia oksigen, yaitu hidrogen.

“Jadi, Anda telah mendapatkan tingkat oksidasi yang ekstrem ini. Dan sulit dilakukan melalui proses non-biologis tanpa juga menghasilkan karbon monoksida, yang bersifat intermediate,” jelas Krissansen-Totton.

“Sebagai contoh, planet dengan gunung berapi yang menyemburkan karbon dioksida dan metana juga akan cenderung melepaskan karbon monoksida.”

Terlebih lagi, karbon monoksida cenderung tidak terbentuk di atmosfer planet yang menampung kehidupan.

“Karbon monoksida adalah gas yang mudah dimakan mikroba,” kata Krissansen-Totton.

“Jadi jika karbon monoksida melimpah, itu akan menjadi petunjuk bahwa mungkin Anda melihat sebuah planet yang tidak memiliki kehidupan.”

Penulis setuju bahwa oksigen adalah cara yang baik untuk mencari tanda-tanda kehidupan di planet lain.

Baca hasil penelitian sebelumnya : Pendekatan Baru untuk Mendeteksi Planet dalam Sistem Bintang Alpha Centauri

Namun pemikiran bahwa kombinasi baru ini setidaknya muncul melalui kemampuan teleskop kita yang baru.

“Kehidupan yang menghasilkan metana menggunakan metabolisme sederhana, ada di mana-mana, dan telah ada pada sebagian besar sejarah Bumi,” ujar Krissansen-Totton.

“Ini adalah hal yang mudah untuk dilakukan sehingga ini berpotensi lebih umum daripada kehidupan yang menghasilkan oksigen. Ini jelas sesuatu yang harus kita cari karena teleskop baru telah online,” pungkasnya.

kehidupan di planet lain

Sumber :

www.washington.edu

www.advances.sciencemag.org

www.phys.org

www.sciencedaily.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.