Cara Mengatasi Masalah Besar Limbah Puntung Rokok

Tak lama lagi, jalan setapak yang Anda lewati bisa dipenuhi dengan limbah puntung rokok, bukannya dikotori dengan kehadirannya.

Triliunan puntung rokok diproduksi setiap tahun di seluruh dunia, yang sebagian besar dibuang begitu saja ke lingkungan.

Puntung rokok

Buang sampah ke lingkungan menimbulkan masalah bagi kesehatan lingkungan, yang pada akhirnya juga akan berdampak buruk bagi kesehatan manusia.

Sampah puntung rokok termasuk dalam sampah anorganik yang butuh waktu lama untuk hancur. Sementara itu, bahan kimia beracun yang terkandung didalamnya akan mencemari anak sungai, sungai dan lautan.

Baca penelitian terkait : Pencemaran Lingkungan: Berapa Banyak Plastik Yang Telah Dibuat Manusia?

Meski telah hadir rokok elektrik atau vape, namun hal ini tidak mengurangi peminat rokok konvensional.

Alih-alih mengurangi jumlah perokok, rokok elektrik malah mencetak para perokok baru. Walaupun telah didengung-dengungkan bahaya rokok elektrik ini.

Puntung rokok

Berbagai bahaya vape ini juga yang menjadi salah satu alasan para perokok tembakau konvensional enggan beralih ke rokok elektrik atau vape tersebut.

Baca juga : Rokok Elektronik : Ancaman Kesehatan Masyarakat

Saat ini sebuah tim dari RMIT University di Melbourne, Australia, yang dipimpin oleh Dr Abbas Mohajerani melakukan studi untuk daur ulang sampah puntung rokok.

Mereka menunjukkan bahwa aspal yang dicampur dengan puntung rokok dapat menangani permasalahan lalu lintas yang padat dan juga dapat mengurangi konduktivitas termal.

Ini berarti produk daur ulang tersebut bukan hanya bisa memecahkan masalah sampah yang besar, tapi juga berguna dalam mengurangi efek pemanasan perkotaan yang umum terjadi di kota-kota.

Baca penelitian terkait : Polusi Udara Kemacetan Lalu Lintas Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Yang Anda Bayangkan

Mohajerani, dosen senior di Sekolah Teknik RMIT, mengatakan bahwa dia ingin menemukan solusi untuk limbah rokok.

“Saya telah berusaha bertahun-tahun untuk menemukan metode yang berkelanjutan dan praktis untuk memecahkan masalah polusi rokok,” kata Mohajerani.

“Dalam penelitian ini, kami mengenkapsulasi puntung rokok dengan aspal dan lilin parafin untuk mengunci bahan kimia didalamnya dan mencegah pencucian dari beton aspal. Puntung rokok yang dienkapsulasi dicampur dengan campuran aspal panas untuk membuat sampel,” ujar Mohajerani.

Puntung rokok yang dienkapsulasi yang dikembangkan dalam penelitian ini akan menjadi bahan konstruksi baru yang dapat digunakan pada berbagai aplikasi dan produk komposit ringan.

“Penelitian ini menunjukkan bahwa Anda dapat membuat bahan konstruksi baru sambil membersihkan lingkungan dari masalah limbah yang sangat besar,” tambahnya.

Sekitar 6 triliun batang rokok diproduksi setiap tahun, menyebabkan lebih dari 1,2 juta ton limbah rokok. Angka-angka ini diperkirakan akan meningkat lebih dari 50 persen pada tahun 2025, terutama karena adanya peningkatan populasi dunia.

“Filter rokok dirancang untuk menyaring ratusan bahan kimia beracun. Dan satu-satunya cara untuk mengendalikan bahan kimia ini adalah dengan enkapsulasi secara efektif untuk produksi bahan campuran ringan baru atau dicampurkan dengan batu bata dari tanah liat yang dibakar,” ungkap Mohajerani.

Proyek ini merupakan hasil penelitian selama lima tahun. Hasilnya telah dipublikasikan dalam jurnal Construction and Building Materials (Elsevier).

Sumber :

www.rmit.edu.au

www.sciencedaily.com

www.sbs.com.au

www.thewest.com.au

www.healthmedicinet.com

www.dotemirates.com

www.siasat.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.