Categories: Ekologi

Mengenal Suku Anak Dalam, Salah Satu Suku Terasing di Indonesia

Suku Anak Dalam (SAD) sering disebut juga dengan Orang Rimba, Orang Dalam, Sanak atau Suku Kubu (sebutan terakhir ini kurang disukai masyarakat SAD).

Suku Anak Dalam merupakan suku asli yang hidup menyebar dalam kawasan hutan di Provinsi Jambi.

Secara garis besar, komunitas SAD dibagi atas tiga kelompok besar, yaitu:

  1. Masyarakat SAD Bukit Duabelas
  2. Masyarakat SAD Jalan Lintas
  3. Masyarakat SAD selatan Bukit Tigapuluh

Mengenai Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), dapat dibaca lebih lanjut pada Gambaran Umum Taman Nasional Bukit Dua Belas

Masyarakat SAD hidup secara berkelompok dengan dikepalai oleh seorang Temenggung.

Pada Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD), secara garis besar terbagi menjadi 3 kelompok besar masyarakat SAD, yaitu :

  1. Kelompok SAD Air Hitam, yang diyakini sebagai masyarakat SAD asli Jambi. Dalam tradisi lisan masyarakat SAD merupakan orang Maalau Sesat, yang lari ke hutan rimba di sekitar Air Hitam, TNBD. Mereka kemudian dinamakan Moyang Segayo.
  2. Kelompok SAD Makekal, diyakini berasal dari Palembang.
  3. Kelompok SAD Kejasung, diyakini juga berasal dari Palembang.

Sesuai dengan namanya, Orang Rimba merupakan komunitas yang sejak dulu mengidentitaskan dirinya dengan rimba atau hutan (Jambi Ekspress, 2011).

Masyarakat SAD melakukan pengelolaan sumberdaya hutan dengan kearifan lokal yang telah ada dan terpelihara secara turun-temurun.

Kekayaan keanekaragaman hayati digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer masyarakat SAD seperti makanan, minuman, pakaian, bahan bangunan, obat-obatan, perlengkapan dapur, dan perlengkapan berburu.

Hutan tidak saja memberikan nilai ekonomi sebagai tempat berburu dan meramu, tetapi hutan juga penting untuk ritual dan upacara adat SAD, seperti ritual penyembuhan penyakit, upacara kelahiran, upacara perkawinan dan kematian (Weintré, 2003 dan Jambi Ekspress, 2011).

Pada dasarnya, masyarakat SAD menganggap tabu menambah harta benda yang tidak termasuk kebutuhan primer atau memiliki barang-barang yang menyulitkan untuk berpindah-pindah.

Menurut kosmologi masyarakat Suku Anak Dalam, mereka tidak tergoda untuk menambah harta benda. Barangkali karena alasan inilah yang menyebabkan masyarakat SAD tidak memiliki rasa cemburu maupun iri hati (Weintré, 2003).

Pakaian yang dikenakkan masyarakat SAD tergolong unik. Dahulu, sebelum mengenal kain, pakaian mereka terbuat dari kulit kayu yang dipukul-pukul hingga lembut.

Laki-lakinya memakai celana yang disebut dengan cawat, celana yang terbuat dari kulit kayu yang hanya menutupi bagian kemaluan saja.

Sedangkan pakaian perempuan pemakaiannya ada dua macam. Pertama, pakaian menutupi dada sampai lutut atau betis, khusus bagi perempuan yang belum menikah. Kedua, pakaian menutupi bawah dada atau pusar sampai lutut atau betis, khusus untuk perempuan yang sudah menikah.

Semenjak mengenal kain, laki-laki masyarakat SAD memakai cawat dari kain dan perempuan memakai kain panjang yang dikenakan dengan dua ketentuan seperti yang telah dijelaskan.

Pakaian tradisional masyarakat SAD ini dapat memudahkan mereka bergerak dengan sangat cepat di dalam hutan guna mengejar binatang buruan dan juga untuk menghindari hal-hal berbahaya (Weintré, 2003).

Sumber:

Jambi Ekspress. Diakses pada 20 Februari 2011. Suku Anak Dalam, Hutan sebagai Identitas. http://www.jambiekspres.co.id.

Weintré, J., 2003. Organisasi Sosial dan Kebudayaan Kelompok Minoritas Indonesia: Studi Kasus Masyarakat Orang Rimba di Sumatra (Orang Kubu Nomaden). Yogyakarta: Pusat Studi Kebudayaan UGM Kerjasama Pendidikan Tersier Indonesia-Australia

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42