Mengukur kekuatan sel-sel menggunakan snapshot dari video sel waktu – Sains Terkini


Para peneliti di University of California San Diego dan Allen Institute of Cell Science telah mengembangkan metode komputasi baru yang dapat mengukur kekuatan sel yang saling mengerahkan dengan menganalisis video time-lapse dari koloni sel. Metode ini dapat memungkinkan para peneliti untuk mendapatkan wawasan mendasar tentang apa peran kekuatan interselular dalam biologi seluler dan bagaimana mereka berbeda dalam keadaan sehat dan sakit.

Kekuatan yang dihasilkan sel menarik bagi para peneliti karena mereka mendorong dan mengatur berbagai proses dalam pengembangan sel dan jaringan. Informasi tentang kekuatan ini menyediakan kerangka kerja untuk merekayasa jaringan buatan dan memahami bagaimana sel kanker berkembang dan menyebar.

Namun, mengukur kekuatan antar sel telah menjadi tantangan teknis yang sedang berlangsung di lapangan. Banyak teknik yang ada bersifat invasif – mereka memerlukan intervensi fisik dan dapat mengubah perilaku sel setelah melakukan pengukuran.

Dalam studi ini, para peneliti mengembangkan cara untuk mengukur kekuatan antar sel tanpa mengganggu aktivitas koloni sel. Temuan ini dipublikasikan pada 5 November di Jurnal Biofisika.

Profesor teknik mesin UC San Diego Padmini Rangamani, Ph.D. mahasiswa dan penulis pertama makalah Ritvik Vasan dan kolaborator mereka, Dave Williams dan Molly Maleckar di Allen Institute, mengembangkan pendekatan baru. Metode komputasi mereka menganalisis gambar mikroskop yang diambil dari video koloni sel, menggunakan informasi dari frame sebelumnya dalam video untuk menginformasikan estimasi dalam frame berikutnya, dan kemudian menghitung kekuatan sel-sel. Metode ini menggabungkan pemodelan biofisik dari prinsip pertama (Hukum Laplace Young untuk hubungan bentuk-tegangan) dengan pemodelan berbasis data menggunakan bentuk sel dari film mikroskop.

Tim berharap bahwa ini akan menjadi alat analisis data yang berharga bagi para peneliti di komunitas biofisika.

Referensi:

Materi disediakan oleh Universitas California – San Diego. Asli ditulis oleh Liezel Labios. Catatan: Konten dapat diedit untuk gaya dan panjangnya.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.