Ilmuwan Menyelidiki Rahasia Planet Neptunus

planet neptunus

Para ilmuwan telah membantu memecahkan misteri tentang apa yang ada di bawah permukaan planet Neptunus.

Jika beberapa waktu lalu para peneliti mempelajari misteri atmosfer panas matahari, kali ini sebuah studi baru berfokus pada susunan kimia planet Neptunus, yang juga kita kenal sebagai planet raksasa es.

Sebagaimana kita ketahui bahwa planet Neptunus merupakan planet yang paling jauh di tata surya kita. Berjarak sekitar 4,5 miliar kilometer dari matahari. Meskipun sebelumnya kita telah mengenal DeeDee, anggota tata surya kita terbaru.

Dengan suhu yang sangat rendah di planet Neptunus, ini berarti bahwa bahan kimia di dunia yang jauh ini ada dalam keadaan beku, ungkap periset.

Campuran beku air, amonia dan metana membentuk lapisan tebal antara atmosfer dan inti planet, yang kita kenal sebagai mantel. Namun, tempat di mana bahan kimia ini disimpan masih kurang dipahami.

Jika menggunakan percobaan laboratorium untuk mempelajari kondisi ini sangatlah sulit. Hal ini tentu saja karena sulitnya menciptakan tekanan dan suhu ekstrim seperti yang ditemukan pada raksasa es tersebut, ungkap periset.

Sebagai gantinya, para ilmuwan di University of Edinburgh menjalankan simulasi komputer berskala besar mengenai kondisi di dalam mantel.

Dengan melihat bagaimana bahan kimia di sana bereaksi satu sama lain pada tekanan yang sangat tinggi dan suhu rendah, mereka dapat memprediksi senyawa mana yang terbentuk pada mantel.

Tim menemukan bahwa campuran beku air dan amonia di dalam planet Neptunus (dan pada planet raksasa es lainnya, termasuk planet Uranus), kemungkinan akan membentuk senyawa yang jarang dipelajari, yang disebut ammonia hemihydrate.

Sebagaimana yang kita ketahui dari penelitian sebelumnya, amonia ini merupakan unsur penting bagaimana terbentuknya kehidupan di luar angkasa.

Temuan ini akan mempengaruhi bagaimana raksasa es tersebut dipelajari di masa depan. Dan sekaligus dapat membantu para astronom mengklasifikasikan planet yang baru ditemukan saat mereka melihat lebih dalam ke luar angkasa.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Prosiding National Academy of Sciences ini didukung oleh Engineering and Physical Sciences Research Council. Pekerjaan tersebut juga dilakukan bekerja sama dengan para ilmuwan Universitas Jilin, China.

Dr. Andreas Hermann, Pusat Sains Kondisi Ekstrim, University of Edinburgh, mengatakan, “Studi ini membantu kita memprediksi dengan lebih baik apa yang ada di dalam planet dingin seperti planet Neptunus.”

“Temuan kami ini menunjukkan bahwa ammonia hemihydrate bisa menjadi komponen penting dari mantel raksasa es tersebut. Dan akan membantu memperbaiki pemahaman kita tentang dunia beku ini.”

“Model komputer adalah alat yang hebat untuk mempelajari tempat-tempat ekstrem seperti ini. Dan sekarang kita membangun studi ini untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang apa yang terjadi di sana.”

Sumber:

www.sciencedaily.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.