Categories: Biologi Kimia

Misteri Gen Risiko Kanker Mammae Akhirnya Terpecahkan

Lebih dari 20 tahun lalu ilmuwan mengungkapkan bahwa mutasi pada gen BRCA1 mempengaruhi risiko penyebab kanker mammae (payudara) pada wanita.

Dan baru-baru ini, ilmuwan Yale dapat mengungkapkan mekanisme molekuler yang memungkinkan mutasi tersebut menimbulkan malapetaka.

Hasil temuan ini dilaporkan pada 4 Oktober dalam jurnal Nature.

Baca penelitian terkait : Lampu Luar Malam Hari Terkait Penyebab Kanker Payudara

Temuan tersebut tidak hanya akan membantu para peneliti merancang obat untuk memerangi kanker mammae dan kanker ovarium, namun juga membantu mengidentifikasi wanita-wanita yang berisiko tinggi mengembangkan jenis kanker tersebut.

“Ada sekitar 14.000 makalah yang telah ditulis terkait BRCA1. Dan Anda mengira bahwa kita sudah mengetahui segalanya tentang gen tersebut. Padahal tidak,” ujar penulis senior Patrick Sung.

Patrick Sung adalah seorang profesor biofisika molekuler, biokimia dan radiologi terapeutik, yang juga merupakan anggota dari Pusat Kanker Yale.

Penemuan peran BRCA1 dalam perbaikan DNA dan penekanan tumor adalah bukti pertama bahwa risiko kanker dapat diwariskan.

“Awalnya diperkirakan bahwa mutasi pada BRCA1 dan terkait gen BRCA2 menyebabkan 7 – 8% kanker mammae dan kanker ovarium,” ujar Sung.

“Namun, risiko kanker kemungkinan jauh lebih tinggi. Karena pada banyak kasus kanker, ekspresi gen BRCA muncul secara diam-diam sehingga seolah tidak ada mutasi yang ditemukan,” tambahnya.

Hasil penelitian Sung dan rekannya menunjukkan bahwa interaksi BRCA1 dengan pasangannya, BARD1, diperlukan untuk mempromosikan urutan genetik yang tepat.

Hal ini diperlukan untuk memperbaiki kerusakan DNA yang disebabkan oleh tekanan endogen dan lingkungan seperti paparan radiasi.

“Mendefinisikan mekanisme jalur perbaikan DNA BRCA-dependent akan membantu ilmuwan merancang obat untuk membunuh sel kanker secara lebih efisien,” ungkap Sung.

Baca juga hasil penelitian menarik lainnya : Mengurangi Efek Samping Pengobatan Kanker Payudara

“Memahami mekanisme ini akan memberikan kekuatan prediktif bagi dokter dalam menegakkan diagnosa risiko pengembangan kanker pada pasien.”

Penelitian ini didanai terutama oleh National Institutes of Health, dengan Weixing Zhao, sebagai penulis utama dan penulis seniornya.

Kolaborator lainnya termasuk dari fakultas Yale, Gary Kupfer, Ryan Jensen, dan Yong Xiong, serta Claudia Wiese dari Colorado State University, dan Eric Greene dari Columbia University.

Baca juga : Telah Disetujui, Obat Kanker Payudara Terbaru

Sumber :

www.news.yale.edu

www.sciencedaily.com

www.medicalxpress.com

www.sutesuaem.org

Recent Posts

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 week ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 week ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

2 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

2 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

2 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

3 months ago