Categories: Astronomi

NASA Temukan 7 Planet Baru Mirip Bumi

Penemuan mengejutkan kali ini datang dari Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Baru-baru ini, NASA berhasil menemukan sejumlah planet di luar tata surya kita (exoplanet).

Planet-planet tersebut diduga memiliki karakteristik yang mirip dengan Bumi.

Temuan ini diungkapkan NASA dalam sebuah konferensi pers khusus pada Kamis, 23 Februari 2017, Washington DC.

Penelitian terbaru lainnya berhasil untuk pertama kalinya, deteksi atmosfer planet mirip bumi GJ 1132B.

Ditemukan oleh teleskop Spitzer

NASA berhasil menemukan 7 planet baru mirip bumi ini melalui teleskop Spitzer dan sejumlah teleskop lain pada European Southern Observatory, serta teleskop robotik pada Liverpool John Moores University.

Teleskop Spitzer ini merupakan teleskop infra merah yang mengikuti bumi mengorbit matahari.

Karena memiliki modus infra merah inilah, menurut para ilmuwan, teleskop Spitzer cocok digunakan untuk meneliti planet tersebut karena merupakan formasi bintang ultracool.

Penemuan paling mengagumkan

Diketahui ada sekitar 3.500 planet yang sudah digali secara mendalam, namun planet-planet tersebut memiliki karakteristik yang belum dapat dikatakan menyerupai bumi. Termasuk pula penemuan DeeDee, anggota tata surya kita terbaru, walaupun belum diakui secara resmi sebagai planet.

Dan melalui penemuan baru ini, NASA mencatat bahwa ada sekitar 7 planet yang memiliki berbagai karakteristik yang berbeda-beda.

Penemuan 7 planet baru mirip bumi ini dinilai merupakan penemuan paling mengagumkan sepanjang sejarah dalam upaya pencarian planet di luar tata surya.

Hal ini karena, penemuan 7 planet ini merupakan penemuan yang dipercaya paling akurat dari sekian banyak planet yang diduga mirip dengan bumi.

Karakteristik 7 planet baru mirip bumi

Tujuh planet yang baru ditemukan ini berada dalam formasi bintang ultracool yang dinamakan Trappist-1.

Bintang induk yang disebut dengan Trappist-1 ini merupakan benda luar angkasa yang terlihat sangat kecil dan redup pada konstelasi Aquarius.

Ukuran Trappist-1 ini diperkirakan memiliki diameter hingga 8 persen dari diameter matahari kita. Ini artinya, hanya sedikit lebih besar daripada Jupiter.

Oleh karena itulah bintang ini digolongkan sebagai bintang katai (dwarf). Dan hal ini pula yang membuat planet-planet yang mengorbitnya itu menjadi terlihat berukuran besar.

Melalui pengamatan teleskop dari bumi, pergerakan planet-planet ini akan terlihat sedikit menutupi bintang yang mereka orbit.

Dengan mempelajari pergerakan ini, para ilmuwan dapat menentukan susunan planet-planet tersebut.

“Datanya sangat jelas dan tidak ambigu,” imbuh Amaury Triaud, pakar astronomi University of Cambridge

Walau terlihat besar, diketahui bahwa dari segi ukuran, planet-planet pada Trappist-1 ini memiliki ukuran yang serupa dengan bumi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh pimpinan penelitian, Michaël Gillon, yang menyatakan bahwa tata surya tersebut memiliki planet-planet yang sangat mirip dengan bumi.

“Penemuan tata surya ini merupakan penemuan yang paling mengesankan sepanjang sejarah. Bukan dikarenakan jumlah planetnya yang banyak. Tetapi karena planet-planet itu memiliki ukuran hingga karakteristik yang mirip dengan bumi,” ungkap Gillon.

Planet yang memiliki laut

NASA memperkirakan bahwa 3 dari 7 planet yang baru ditemukan tersebut memiliki perairan pada permukaannya.

Ketiga planet yang dimaksud adalah Trappist-1e, Trappist-1f dan Trappist-1g.

Ketiga planet tersebut berjejer dalam suatu zona yang oleh NASA disebut dengan “Goldilocks Zone” atau “zona layak huni”.

Ketiga planet ini berada pada zona suhu sedang dari bintang pusat mereka. Suhu permukaannya sekitar 0-100 derajat Celcius, sehingga memungkinkan memiliki air berbentuk cair.

Dan dari ketiga planet tersebut, satu diantaranya, yaitu Trappist-1f, diyakini memiliki wilayah lautan yang paling luas.

Oleh karena itu, satu planet ini diyakini yang paling mungkin untuk dapat dihuni oleh manusia, karena terdapatnya sumber utama kehidupan tersebut.

Meskipun demikian, dua planet lainnya itu juga tetap tidak menutup kemungkinan untuk dapat dihuni oleh manusia.

Bagaimana dengan 4 planet lainnya?

Untuk 4 planet lainnya, NASA masih belum begitu yakin, apakah planet ini juga memiliki karakteristik yang sama dengan 3 planet dengan kategori layak huni tersebut.

Oleh karena itu, NASA terus mencoba menggali lebih dalam mengenai tata surya tersebut melalui European Southern Observatory.

Bagaimana iklim planet baru mirip bumi ini?

Setelah digali lebih dalam, 7 planet mirip bumi tersebut diketahui mengandung massa bermaterial batu.

Jadi bukan terdiri dari gas seperti pada planet Jupiter.

Planet-planet yang baru ditemukan ini diketahui memiliki iklim yang lebih dingin daripada bumi.

Kendatipun demikian, atmosfer planet tersebut dinilai telah stabil, sehingga mampu menampung gas rumah kaca yang dapat menghangatkannya.

Bagaimana orbit planet baru mirip bumi ini?

Para peneliti menegaskan bahwa memang masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Terlebih untuk planet ke-7, yang berjarak paling jauh pada sistem bintang itu.

Penelitian terbaru mengenai planet paling jauh pada sistem tata surya kita dapat anda baca pada Ilmuwan Menyelidiki Rahasia Planet Neptunus.

Hingga saat ini, memang masih belum diketahui periode rotasi masing-masing planet tersebut.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh para penulis, sistem orbit Trappist-1 ini diperkirakan lebih padat daripada tata surya kita.

Anda dapat melihat perbandingan tersebut pada gambar di bawah ini.

Lantas, berapa jarak planet-planet baru mirip bumi tersebut dari tata surya kita?

Tata surya tempat mengorbitnya planet-planet yang mirip bumi ini berjarak 39 – 40 tahun cahaya dari tata surya kita.

Sangat jauh memang. Karena jika kita hitung, untuk dapat mencapai tata surya tersebut, kita membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan juta tahun. Dibutuhkan suatu kendaraan yang super-cepat untuk dapat menjangkau ke sana.

“Penemuan ini merupakan bagian yang sangat penting untuk memecahkan teka-teki dalam upaya menemukan planet layak huni, yang dapat mendukung kehidupan manusia,” ujar Administrator Asosiasi dari Direktorat Misi Sains NASA, Thomas Zurbuchen.

“Dengan adanya temuan ini, upaya mencari ‘bumi kedua’ bukanlah lagi menjadi suatu persoalan,” lanjutnya.

“Saya pikir, saat ini kita telah membuat langkah krusial untuk menjawab apakah ada tanda-tanda kehidupan di luar sana,” ujar Amaury Triaud.

Sumber :

www.nasa.gov

www.cnn.com

www.nytimes.com

www.foxnews.com

www.usatoday.com

www.vox.com

www.washingtonpost.com

www.aljazeera.com

www.nbcnews.com

www.liputan6.com

www.sindonews.com

www.detik.com

www.metrotvnews.com

www.idntimes.com

Recent Posts

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 week ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 week ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

2 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

2 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

3 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

3 months ago