Inilah Obat Penyakit Jantung Menggunakan Obat Kanker

obat penyakit jantung

Sebuah penelitian terbaru telah menemukan hasil mengejutkan bahwa antikanker dapat digunakan sebagai obat penyakit jantung, melalui regenerasi jaringan otot jantung yang telah rusak.

Baru-baru ini para peneliti mengidentifikasi cara baru untuk regenerasi jaringan.

Temuan tak terduga ini dapat membantu mencegah penyakit gagal jantung kongestif di masa depan.

Sel jantung tidak dapat beregenerasi

Sebagaimana yang kita ketahui, sel-sel tubuh lainnya, misal sel-sel darah dan lapisan usus, terus diperbaharui seumur hidup kita.

Namun lain halnya dengan jantung. Sel jantung tidak dapat beregenerasi atau memperbaiki dirinya sendiri.

Karena ketidakmampuannya untuk memperbaiki dirinya sendiri itu, kerusakan yang disebabkan oleh serangan jantung menyebabkan jaringan parut permanen.

Hal inilah yang sering mengakibatkan pelemahan serius pada jantung, yang kita kenal dengan gagal jantung.

Berkaitan dengan ini, ada sebuah penelitian menarik yang menggunakan jantung manusia hidup.

Molekul Wnt dan Enzim Landak

Selama bertahun-tahun, Dr. Lawrence Lum, Asosiasi Professor Biologi Sel, UT Southwestern Medical Center, telah bekerja untuk mengembangkan obat kanker yang menargetkan molekul Wnt.

Molekul-molekul ini sangat penting dalam regenerasi jaringan. Namun di sisi lain, molekul ini juga dapat menyebabkan kanker.

Produksi esensial dari protein Wnt ini pada manusia adalah enzim landak (Porcn). Dinamakan demikian karena embrio lalat buah yang kekurangan gen ini menjadi terlihat menyerupai landak.

Dalam pengujian inhibitor landak yang dikembangkan peneliti ini, mereka mencatat adanya suatu keganjilan.

obat penyakit jantung

Hasil yang mengejutkan

“Kami melihat banyak sekali efek samping, pada tulang dan rambut, misalnya. Namun satu yang mengejutkan adalah bahwa jumlah kardiomiosit (sel otot jantung) menjadi sedikit meningkat,” ungkap Dr. Lum, yang juga merupakan¬†anggota dari UTSW Hamon Center for Regenerative Science and Medicine.

“Disamping sebagai agen anti kanker, penelitian ini juga menunjukkan bahwa agen inhibitor landak tersebut dapat berguna dalam pengobatan regeneratif.”

Terkait anti kanker, penelitian terbaru berhasil menemukan anti kanker yang menghambat pertumbuhan sel kanker.

Berdasarkan hasil awal ini, para peneliti mencoba untuk menginduksi serangan jantung pada tikus, kemudian memberinya perlakuan dengan inhibitor landak.

Hasilnya, kemampuan jantung tikus untuk memompa darah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tikus yang tidak diberikan inhibitor landak.

Temuan penelitian ini diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences.

“Laboratorium kami telah mempelajari perbaikan jantung selama bertahun-tahun. Dan hasil ini sangat mengejutkan. Pemberian inhibitor Wnt secara signifikan meningkatkan fungsi jantung setelah serangan jantung pada tikus,” kata Dr. Rhonda Bassel-Duby, Profesor Biologi Molekuler dan Asosiasi¬†Direktur Hamon Center for Regenerative Science and Medicine.

Prospek masa depan obat penyakit jantung

Yang terpenting adalah disamping kemampuan untuk meningkatkan pemompaan jantung pada tikus, para peneliti juga melihat bahwa terjadi penurunan fibrosis, atau jaringan parut pada jantung.

Jaringan parut kolagen yang terjadi setelah serangan jantung dapat menyebabkan jantung membesar secara tidak normal, sehingga menyebabkan gagal jantung.

obat penyakit jantung“Ketika fibrosis itu berkembang, mereka dapat mengalahkan kemampuan jantung untuk regenerasi dalam jangka panjang. Dan sekarang kami memiliki agen yang bisa mengalahkan fibrosis ini, sehingga meningkatkan penyembuhan luka pada jantung,” kata Dr. Lum.

Selain itu, Dr. Lum menyatakan, eksperimen awal ini menunjukkan bahwa inhibitor landak hanya perlu digunakan dalam waktu yang singkat setelah serangan jantung.

Hal ini agar efek samping yang tidak menyenangkan dari obat kanker tersebut dapat kita hindari.

“Kami berharap dapat melanjutkan inhibitor landak (Porcn) ini ke uji klinis sebagai agen regeneratif untuk obat penyakit jantung pada tahun depan,” ungkap Dr. Lum.

Sumber :

www.sciencedaily.com

www.timesofindia.indiatimes.com

www.indianexpress.com

www.esciencenews.com

www.theindianxpress.com

www.phys.org

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.