Categories: Biologi

Penelitian Baru Ungkap Masa Depan Pengobatan Kanker

Penelitian pengobatan kanker memang telah menunjukkan hasil yang signifikan. Berbagai metode baru dikembangkan dalam upaya untuk pengobatan kanker. Misalnya, sel kanker resisten dapat dihilangkan dengan penemuan baru ini.

Sebagaimana yang kita ketahui, berbagai jenis kanker berkembang dengan cara yang berbeda-beda.

Namun pada dasarnya semuanya selalu diawali dengan pembelahan sel yang tidak terkendali.

Bagaimana terjadinya kanker dan tumor?

Untuk menghasilkan sel baru, sebuah sel harus menduplikasi materi genetiknya (DNA) dan kemudian membelah menjadi dua.

Nah, kanker itu terjadi ketika materi genetik sel menjadi rusak, atau ‘bermutasi’.

Mutasi menyebabkan sel menjadi membelah tak terkendali. Sel-sel kanker itu secara bertahap tumbuh di dalam organ, dan pada akhirnya membentuk tumor.

Penelitian baru tentang kanker

Dalam sebuah penelitian baru, para peneliti di Pusat Kanker Biomedik (CCB) telah menemukan bagaimana sel-sel kanker tumbuh.

Menggunakan lalat buah, mereka menemukan bahwa sel kanker tumbuh dengan mengekstraksi nutrisi dari lingkungannya.

Temuan ini dapat memiliki dampak pada bagaimana perlakuan terhadap kanker.

Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Nature.

Penelitian yang lebih baru menemukan anti kanker yang menghambat pertumbuhan sel kanker.

Mencuri energi dari sel tetangga

Sel-sel kanker membutuhkan energi yang lebih banyak selama proses pertumbuhannya, dibandingkan energi yang dibutuhkan oleh sel-sel sehat.

Ketika sel tetangga mereka yang sehat itu memecah protein menjadi asam amino, saat itulah sel-sel kanker ini menyerapnya dan menggunakannya untuk tumbuh.

Sel-sel kanker mengelabui sel tetangganya agar memasok energi ke mereka.

Sel-sel kanker menggunakan gula dan asam amino dari aliran darah untuk tumbuh dan memperbanyak diri tanpa batas.

“Kami sangat terkejut ketika menemukan bahwa sel-sel kanker menyerap nutrisi dari tetangga mereka dalam bentuk gula dan asam amino,” kata mahasiswa PhD dan penulis utama Nadja Katheder.

Pada tingkat seluler, begini cara baru untuk mengatasi kanker menurut penelitian lainnya.

Mengapa penelitian menggunakan lalat buah?

Penelitian untuk mengetahui bagaimana sel tetangga membantu perkembangan sel-sel kanker ini dilakukan menggunakan hewan percobaan berupa lalat buah.

Lalat buah memang banyak digunakan dalam penelitian medis eksperimental sebagai hewan model organisme.

Hal ini karena para ilmuwan dapat memanipulasi materi genetik lalat buah dengan menambahkan dan menghapus gen tertentu.

“Ini berarti bahwa kita dapat mempelajari komunikasi antara sel-sel ketika hal itu terjadi dalam organisme,” jelas Tor Erik Rusten, yang memimpin penelitian itu.

Peneliti telah terlibat dalam penelitian kanker pada lalat buah ini selama lebih dari 15 tahun, dan menekankan pentingnya menggunakan lalat.

“Ini tidak bisa ditemukan di setiap model hewan lain, selain mungkin tikus,” katanya.

Juga terjadi sel kanker pada manusia

Hasil dari penelitian ini adalah sama dengan yang diperoleh dalam penelitian terhadap sel manusia.

Para peneliti di Harvard telah menunjukkan transfer asam amino antara sel-sel tetangga yang sehat dan sel-sel kanker, pada jaringan dari pasien dengan kanker pankreas.

“Kami dapat mengatakan dengan keyakinan besar bahwa proses serupa juga terjadi antara sel-sel kanker dan sel-sel sehat pada pasien kanker. Tapi kami belum tahu apakah ini terjadi di semua jenis kanker,” kata Rusten.

Autofagus: Memakan diri sendiri

Melalui proses autofagus atau ‘memakan diri sendiri’, sel-sel yang sudah tua dan rusak akan dihancurkan dan disingkirkan.

Hal ini penting untuk mencegah penggumpalan protein secara bersama-sama.

Awal tahun ini, Hadiah Nobel dalam Fisiologi atau Kedokteran diberikan untuk studi fundamental dari proses degradasi autofagus.

Studi Harvard menemukan bahwa sel-sel tetangga memecah protein mereka melalui proses autofagus dan melepaskan asam amino, yang kemudian diserap dan digunakan oleh sel-sel kanker.

Namun, sel-sel kanker tidak dapat tumbuh jika para peneliti memblokir proses autofagus pada sel tetangganya.

Hal ini mencegah sel-sel kanker menyerap asam amino.

Masa depan pengobatan kanker

Temuan penting ini dapat dikembangkan untuk pengobatan baru penyakit kanker.

“Studi ini memberikan alasan untuk menguji apakah obat yang menghambat proses autofagus pada sel tetangga yang sehat itu akan berguna dalam pengobatan penyakit kanker,” kata Rusten.

Pendekatan ini sedang diselidiki sebagai pengobatan eksperimental di sejumlah negara, tetapi belum di Norwegia.

“Karya ini merupakan terobosan penting dalam penelitian kanker dan sangat menarik dalam hal strategi masa depan untuk pengobatan kanker,” kata Profesor Harald Stenmark, Direktur Pusat Kanker Biomedik di Institut of Clinical Medicine dan Oslo University Hospital.

Sumber :

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42