Categories: Biologi

Penelitian Ini Menggunakan Jantung Manusia Hidup

Baru-baru ini, sebuah penelitian unik dilakukan oleh para peneliti di laboratorium Ohio State University (OSU), Wexner Medical Center.

Sebuah penelitian terhadap salah satu jenis kelainan berupa ketidakberaturan denyut jantung manusia yang disebut fibrilasi atrium (atrium fibrilation atau a-fib). Terkait denyut jantung yang tidak beraturan ini, telah ada studi tentang Kesehatan Jantung: Sebuah Kejutan dari Natrium.

Penelitian satu-satunya di dunia

Penelitian ini merupakan satu-satunya di dunia yang mempelajari atrium (serambi atau ruang atas jantung) yang dihidupkan kembali.

Jantung ini disumbangkan pasien yang telah menjalani transplantasi jantung. Sumbangan ini sangat penting dalam penemuan teknik yang lebih baik untuk meningkatkan pengobatan penyakit jantung.

Teknik ini diciptakan oleh Vadim Fedorov, seorang profesor Ohio State University Departemen Fisiologi dan Biologi Sel. Penelitian terbaru mengungkapkan obat penyakit jantung menggunakan obat kanker.

Hanya punya waktu 12 jam

Setelah jantung donor itu diterima, tim Fedorov hanya memiliki waktu 12 jam untuk mempersiapkan atrium dan mengumpulkan data.

Jaringan jantung ditempatkan pada cawan yang dikelilingi oleh empat kamera inframerah yang sangat sensitif, serta pewarna fluorescent yang dapat menangkap aktivitas listrik yang disuntikkan.

“Kami dapat melihat 40.000 rekaman pada jantung. Dan kami juga dapat memvisualisasikan aktivitas listriknya dalam 3 dimensi. Kami dapat melihat pada berbagai kedalaman yang berbeda. Ini adalah sebuah kemajuan besar dibandingkan semua pencitraan klinis yang ada saat ini, dimana kita hanya bisa melihat sekitar 200 rekaman, dan itupun hanya dari satu sisi,” ujar Fedorov.

Hal ini memungkinkan Fedorov dan timnya untuk melihat bagaimana aktivitas listrik menyebar pada seluruh jaringan jantung dan daerah mana saja yang bertanggung jawab atas itu.

Penegasan penelitian sebelumnya

Penelitian pada jantung manusia ini menegaskan penelitian sebelumnya pada hewan.

Ada daerah yang terlihat seperti mata badai, yang disebut driver reentrant, yang mempertahankan aktivitas listrik abnormal sehingga menyebabkan fibrilasi atrium, atau a-fib.

“Vadim membuat kontribusi yang sangat penting untuk mempelajari fibrilasi atrium. Pengetahuan ini mempengaruhi bagaimana a-fib itu ditafsirkan dan dipetakan dalam aturan klinis, serta meningkatkan pemahaman kita tentang bagaimana pengelolaan terapi ablasi,” jelas Dr John Hummel, seorang electrophysiologist Ohio State Wexner Medical Center.
Untuk melakukan ablasi, dokter menjalankan prosedur CAT scan atau MRI jantung dan membuat gambar 3D pada sistem pemetaan.

Mereka menciptakan luka kecil pada jaringan jantung untuk mengganggu sinyal listrik abnormal terkait denyut jantung yang tidak teratur tersebut.

Dengan pencitraan dan pemetaan teknik seperti ini, masih terdapat dugaan-dugaan. Selain itu, perawatan terbaik hanya bekerja sekitar 70 persen. Setelah itu, pasien sering kembali untuk ablasi tambahan.

Tingkat keberhasilan bahkan lebih rendah bagi mereka dengan a-fib persisten. Yaitu yang berlangsung 24 jam dalam sehari, dan terjadi selama beberapa hari pada suatu waktu tertentu.

“Pengetahuan selama ini adalah ketika a-fib mencapai tingkat persisten, itu artinya sudah cukup parah dan tidak dapat diperbaiki lagi. Namun penelitian Vadim ini menunjukkan bahwa hal itu mungkin tidak benar. Ohio State University merupakan pusat terkemuka dalam uji coba klinis yang menargetkan wilayah aktivitas listrik abnormal ini,” tegas Hummel.

Sebuah penelitian kolaborasi

Dalam sebuah studi, Fedorov dan Hummel berkolaborasi dengan Orlando Simonetti dan dokter peneliti lain di Ohio State untuk mengumpulkan MRI jantung dan memantau hasil dari pasien yang menjalani ablasi standar. Mereka memantau apakah ablasi tersebut termasuk mikro-reentries atau bukan.

“Pekerjaan ini sangat penting karena a-fib merupakan jenis yang paling umum dari aritmia jantung manusia, yang mempengaruhi sekitar 6 juta orang Amerika,” ungkapnya.

Ketika itu tidak diobati dengan benar, maka dapat menyebabkan pembekuan darah, stroke dan gagal jantung.

Mengenai stroke, dapat anda baca secara lebih lengkap pada penelitian Inilah Cara Yang Disarankan Para Peneliti Untuk Pengobatan Stroke.

“Ini merupakan kemitraan yang menarik dan saya membayangkan apa yang dapat kita dilakukan jika kita bisa menerapkan kolaborasi seperti ini di pusat-pusat medis di seluruh AS,” ungkap Hummel.

Sumber:

www.sciencedaily.com

www.digitaljournal.com

www.newswise.com

Recent Posts

Strategi diet unik dari spons laut tropis – Sains Terkini

Penelitian yang dilakukan di Universitas Hawaiʻi (UH) di Mānoa School of Ocean and Earth Science and Technology (SOEST) pada spons… Read More

4 days ago

Bakteri aneh mengisyaratkan asal kuno fotosintesis – Sains Terkini

Struktur di dalam bakteri langka mirip dengan yang menggerakkan fotosintesis pada tanaman saat ini, menunjukkan prosesnya lebih tua dari yang… Read More

3 weeks ago

Cahaya baru tentang evolusi cichlid di Afrika – Sains Terkini

Cichlids (Cichlidae) adalah sekelompok ikan kecil sampai sedang yang ada di mana-mana di habitat air tawar di daerah tropis. Mereka… Read More

3 weeks ago

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 month ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 month ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

4 months ago