Pengelolaan Hama Babi Hutan Terpadu


hama babi hutan

Babi hutan sebagai hama

Babi hutan merupakan salah satu vertebrata hama penting pada areal pertanian.

Hama babi hutan sering menyerang areal peremajaan, perluasan perkebunan, sampai tanaman berumur 3 tahun, terutama pada lokasi yang berbatasan dengan hutan.

Selain itu, hama ini menyerang tanaman pangan milik petani, terutama yang berbatasan langsung dengan hutan atau lahan yang tidak terurus (lahan terlantar).

Hama babi hutan menyerang banyak komoditas pertanian baik tanaman pangan, perkebunan, maupun kehutanan.

Tanaman pangan yang dijadikan pakan oleh babi hutan seperti ubi kayu, jagung, dan kacang tanah.

Kelapa sawit dan karet merupakan tanaman perkebunan yang sering diserang babi hutan. Hama ini dapat merusak akar dan batang tanaman tersebut.

Selain itu, hama babi hutan juga menyerang banyak tanaman dengan mengeksploitasi bagian akar, kulit batang, daun, dan buah-buahan.

Kerusakan yang ditimbulkan oleh babi hutan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu kerusakan langsung dan kerusakan tidak langsung.

Kerusakan langsung yaitu kerusakan yang muncul karena aktivitas makan pada bagian-bagian tanaman. Kerusakan tersebut misalnya bekas gigitan pada daging buah kelapa, bekas keratan pada buah jagung, dan umbi dari ubi kayu.

Sedangkan kerusakan tidak langsung terjadi akibat aktivitas hama babi hutan dalam menggali tanah di sekitar perakaran tanaman budidaya untuk mencari cacing/serangga tanah.

Sebagai informasi bahwa cacing dan serangga tanah dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani oleh babi hutan.

Pengelolaan hama babi hutan

Serangan hama babi hutan pada areal pertanian dapat diatasi dengan pengelolaan hama secara terpadu.

Pengelolaan hama secara terpadu yaitu menggabungkan beberapa teknik pengendalian dengan berkesinambungan.

Teknik pengendalian hama babi hutan yang dapat dilakukan seperti melakukan pembersihan (sanitasi), membuat penghalang (barier), memanfaatkan musuh alami, dan memasang perangkap.

Baca juga : Cara Mengusir Babi Hutan dari Kebun

Babi hutan menyukai habitat yang semak belukar atau ditumbuhi ilalang untuk bersembunyi dan beristirahat. Oleh karena itu kebersihan areal pertanaman harus dipastikan.

Lahan terlantar dan pertanaman yang tidak terurus dapat mengundang babi hutan melakukan aktivitas mencari pakan di tempat tersebut.

Selain itu, sanitasi juga perlu dilakukan pada genangan air dan kolam. Hal ini karena tempat tersebut dapat dijadikan babi hutan sebagai tempat untuk berendam dan berkubang.

hama babi hutan

Setelah melakukan sanitasi di berbagai tempat, usaha mengendalikan hama babi hutan dapat dilanjutkan dengan membuat barier.

Membuat barier bertujuan untuk menghalangi hama babi hutan memasuki areal pertanaman.

Barier dapat dibuat dengan dua cara, yaitu:

  • Membuat pagar yang kuat di sekeliling pertanaman. Akan lebih baik kalau pagar tersebut berupa pagar hidup dari tumbuhan yang relatif lebih kuat karena akarnya menghunjam ke dalam tanah.
  • Membuat parit yang cukup lebar dan dalam di sekeliling pertanaman. Parit dengan lebar 2 meter dan dalam 1 meter cukup untuk menghalangi usaha babi hutan memasuki areal tersebut.

hama babi hutan

Di daerah Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau, penggunaan penghalang hidup dari tanaman salak terbukti efektif membentengi pertanaman kelapa sawit dari serangan hama babi hutan.

Tanaman salak sebagai pagar hidup bukan hanya melindungi tanaman utama dari hama babi hutan, termasuk melindungi juga dari landak dan tikus.

hama babi hutan

Selanjutnya, apabila diperlukan dapat juga menggunakan perangkap hidup.

Perangkap hidup adalah perangkap yang digunakan untuk menangkap hama babi hutan dalam keadaan hidup.

Perangkap hidup biasanya digunakan untuk memanfaatkan hasil tangkapan sebagai objek penelitian, atau pada kasus ini babi hutan akan ditempatkan di kebun binatang. Jaring (jerat) merupakan contoh perangkap hidup.

Perangkap ini dapat dipasang di beberapa titik (berjarak) yang merupakan jalur lewat (lintasan) babi hutan.

Pemasangan perangkap akan lebih baik menggunakan umpan. Pemasangan umpan sebaiknya dilakukan pada sore hari, karena babi hutan merupakan hewan nokturnal (aktif mencari pakan pada sore dan malam hari).

Umpan dapat dipilih dari pakan yang disukai babi hutan seperti ubi kayu, cempedak, atau nangka.

Usahakan pada saat meletakkan umpan tidak menggunakan tangan secara langsung, karena penciuman babi hutan yang tajam dapat mengenali bau manusia.

Jika dalam waktu 3 hari umpan tidak disentuh oleh babi hutan, sedangkan pertanaman masih tetap dirusak, umpan harus diganti dengan yang baru.

hama babi hutan

Selain cara di atas, untuk melindungi pertanaman dari serangan hama babi hutan tentunya dengan menjaga areal pertanaman secara langsung.

Aktivitas manusia pada areal pertanaman dapat dilengkapi dengan membuat bunyi-bunyian atau sejenisnya.

Suara yang gaduh akan membuat hama babi hutan lari atau tidak mendekati areal pertanaman.

Dapat juga dibantu dengan menggunakan anjing penjaga yang sudah terlatih untuk memproteksi tanaman dari hama babi hutan.

hama babi hutan

Gambar. Anjing penjaga yang sudah terlatih membantu memproteksi pertanaman dari hama babi hutan

Di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, petani berimprovisasi dengan menggunakan terasi dan kapur barus. Kedua bahan ini sudah sejak lama digunakan masyarakat setempat untuk menghindari dari gangguan hama babi hutan.

Hal ini dilakukan atas dasar pemahaman bahwa aroma kapur barus plus terasi itu seperti bau harimau, sehingga diperkirakan dapat membuat babi hutan menghindar.

Cukup masuk akal, karena baik manusia, anjing dan harimau, sejatinya adalah musuh alami dari babi hutan.

Cara ini menjadi tradisi turun temurun, bahkan sampai sekarang masih dilakukan.

Hal ini membuktikan bahwa masyarakat khususnya petani mempunyai kearifan lokal.

hama babi hutan

Masing-masing cara di atas dapat dilakukan secara bersamaan atau dipilih sesuai kebutuhan.

Dan penting diingat, sesuai definisi pengelolaan terpadu, bahwa teknik pengendalian harus dilakukan berkelanjutan.

Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber

You may also like...

1 Response

  1. 13 February 2018

    […] Cara mengusir babi hutan lebih lengkap dapat Anda baca pada artikel berikut: Pengelolaan Hama Babi Hutan Terpadu […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.