Pengendalian Hama Burung Pada Pertanaman Padi

Salah satu hama tanaman padi adalah burung. Serangan burung menyulitkan petani terutama pada masa padi menjelang panen (stadia padi masak susu hingga pemasakan bulir).

Burung menyerang tanaman padi secara bersamaan (kelompok). Akibatnya, hasil panen padi bisa berkurang sampai 50%.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 1. Hama burung pada pertanaman padi (herdinbisnis.com)

Burung yang sangat suka memakan tanaman padi adalah burung pipit (emprit). Berbagai jenis burung pipit yang tercatat sebagai hama pertanaman padi seperti Lonchura striata L., Lonchura puntulata, dan Lonchura leucogastra.

Serangannya menyebabkan biji hampa, bulir padi mengering, dan banyak biji yang hilang karena rontok.

Untuk mengatasi tanaman padi dari serangan burung dapat dilakukan dengan menunggu sawah seharian. Dengan begitu, petani dapat mengusir burung secara langsung.

Petani diwajibkan menjaga sawah dari serangan burung pada jam pukul 06.00 – 10.00 (pagi) dan jam pukul 14.00 – 16.00 (sore), karena waktu tersebut merupakan waktu kritis tanaman padi diserang burung.

Berikut ini pemaparan pengendalian hama burung secara terpadu pada pertanaman padi. 

Baca juga artikel menarik : Cara Unik Pengendalian Burung ala Inggris

Pengendalian meliputi kultur teknis, fisik mekanis, dan biologi.

A. Pengendalian hama burung secara kultur teknis (teknik budidaya)

#1. Tanam serentak

Tanam dan panen serentak untuk membatasi ketersediaan pakan bagi burung, atau hindari menanam diluar musim agar tidak menjadi satu-satunya sumber pakan burung.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 2. Tanam serentak bertujuan menyebar serangan burung agar tidak terpusat di satu titik (sumber: booslem.com)

#2. Penggunaan tanaman pengusir / penolak

Hama burung dapat dikendalikan dengan tanaman penolak. Tanaman penolak yaitu jenis tanaman yang tidak disukai oleh hama karena warna dan/atau bau yang dihasilkan oleh tanaman tersebut.

Menurut penelitian, burung kurang menyukai warna terang atau mencolok seperti warna kuning.

Oleh karena itu tanaman seperti seperti bunga matahari, kenikir, dan pahitan cocok dijadikan sebagai tanaman penolak.

Bunga matahari (Helianthus annus L.) adalah tanaman semusim yang populer sebagai tanaman hias maupun tanaman penghasil minyak.

Bunga tanaman ini sangat khas: besar dan biasanya berwarna kuning terang. Selain itu, bunga tanaman ini selalu menghadap/condong ke arah matahari (heliotropisme).

H. annus ditanam pada pematang sawah. Fase pertumbuhan H. annus sampai masuk pembungaan adalah lebih kurang tiga bulan.

Waktu tanam disesuaikan dengan waktu tanaman padi akan masuk fase generatif, atau mulai memunculkan bagian selain daun.

Tanaman ini boleh ditanam dengan rapat agar mendapatkan warna kuning yang terlihat merata.

Untuk menyiasati agar warna kuning terus bertahan (fase bunga merata) sampai panen disarankan menanam biji H. annus jeda setiap tiga hari sekali.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 3. Bunga matahari (H. annus) (sumber: herdinbisnis.com)

B. Pengendalian hama burung secara fisik dan mekanis

#1. Penggunaan alat penolak

Alat penolak yaitu beberapa alat yang difungsikan sebagai penolak hama dengan prinsip membuat hama tersebut tidak nyaman seperti menakut-nakuti, atau yang lainnya.

Di bawah ini dijelaskan beberapa contoh penggunaan alat penolak untuk hama burung.

Plastik mengkilap

Hama burung dapat dikendalikan dengan menggunakan plastik mengkilap berukuran panjang yang dipasang di sawah.

Plastik ini dipasang untuk memantulkan sinar matahari yang dapat membuat silau, sehingga burung tidak jadi mendekati pertanaman padi.

Plastik dapat diikat pada tiang per 6 Meter atau disesuaikan dengan lokasi.

Pemasangan plastik mengkilap mempunyai kelemahan, karena pada jam pukul 05.00 – 07.00 pagi dan pukul 17.00 – 18.00 sore cahaya matahari tidak nampak apalagi pas cuaca mendung dan hujan.

Padahal waktu-waktu tersebut merupakan waktu yang kritis bagi tanaman diserang burung.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 4. Plastik terbentang di sawah (mangyono.com)

Kepingan CD atau DVD bekas

Kepingan CD/DVD dapat dimanfaatkan untuk mengusir hama burung. Caranya dengan menancapkan kayu berdiameter ± 5 cm dan tinggi ± 15 cm di atas pucuk tanaman padi.

Kayu yang ditancapkan digunakan sebagai tiang, kemudian dipasang kepingan CD/DVD bekas dengan bagian yang bisa memantulkan cahaya menghadap matahari.

Dengan demikian, burung akan silau jika mendekati sawah (tidak dapat mendarat). Cara sederhana ini banyak dilakukan oleh petani di Tiongkok.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 5. Kepingan CD yang dimodifikasi seperti mata burung predator (courtesy : Agus Anggara)

Pita Kaset

Pita kaset diikat secara horisontal di seluruh penjuru sawah untuk menakuti burung.

Cara ini dapat dilengkapi dengan ‘bendera’ yang dibuat dari lembaran plastik atau karung pupuk bekas (gambar 6).

Pengendalian Hama Burung

Gambar 6. Tali yang dilengkapi dengan lembaran plastik

Layang-layang

Membuat layang-layang menyerupai burung elang yang terbuat dari plastik bekas warna hitam. Dapat juga dengan menggantung beberapa burung elang mainan anak yang dijual di pasar.

Cara ini bertujuan membuat burung takut karena elang merupakan musuh alaminya.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 6. Layang-layang yang dimodifikasi menyerupai burung elang (courtesy : Agus Anggara)

Orang-orangan sawah/boneka sawah

Membuat orang-orangan sawah yang dapat dilengkapi dengan bunyi-bunyian.

Orang-orangan ini dapat dibuat menggunakan kayu atau bambu yang dipasangkan baju dan topi layaknya orang.

Cara ini bertujuan membuat burung takut karena orang-orangan sawah terlihat seperti petani yang sedang berdiri di sawah.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 7. Orang-orangan sawah (matadunia.com)

Tali dengan Kaleng

Petani tidak perlu repot-repot berlari kesana kemari menghalau burung. Cukup dengan membentangkan tali keseluruh penjuru sawah, kemudian pada tali tersebut diberikan (digantungkan) kaleng bekas sebagai sumber bunyian.

Kaleng bekas yang ditiup angin secara otomatis dapat menghalau burung karena bunyi riuh yang dihasilkan.

Alat bersuara elang

Burung dapat diusir dengan peluit atau rekaman yang mengeluarkan suara elang.

Pada saat burung datang, petani dapat meniupkan peluit atau memutar rekaman untuk mengusir burung tersebut.

Burung takut dengan suara elang karena elang adalah musuh alaminya.

Cara ini tentu juga mengharuskan petani berada di sawah seharian.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 8. Alat rekam bersuara elang (courtesy : Agus Anggara)

Ketapel

Burung dapat diusir dengan ketapel. Cara ini tentu juga mengharuskan petani berada di sawah seharian.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 9. Seorang petani mengunakan ketapel untuk megusir burung pipit di sawahnya (sumber: herdinbisnis.com)

#2. Penggunaan Perangkap

Jaring Perangkap

Petani dapat menggunakan jaring khusus perangkap burung atau jaring bekas penangkap ikan untuk mengendalikan hama burung di sawah.

Caranya dengan menancapkan beberapa bambu sebagai tiang di pematang sawah, kemudian mengikat jaring di bambu tersebut dan dibentangkan di atas pertanaman padi yang mulai masak atau mulai diserang hama burung.

Mungkin pada awalnya biaya yang dikeluarkan sangat besar, karena kebutuhan jaring perhektar sangat banyak.

Akan tetapi, jaring dapat dipakai beberapa kali jika kondisinya masih memungkinkan memerangkap burung.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 10. Pemasangan jaring perangkap (sumber: beritadaerah.co.id)

Baca juga : Bagaimana Cara Mengusir Burung dari Kebun?

C. Pengendalian hama burung secara biologis

Salah satu cara biologi dalam pengendalian hama yaitu penggunaan pestisida nabati.

Pestisida nabati merupakan ramuan alami karena bahan aktifnya berasal dari ekstrak tanaman atau tumbuhan yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman.

Banyak tanaman atau tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama pestisida nabati seperti akar tuba, bebadotan, ceplukan, buah serut, umbi gandung, dan jengkol.

Buah serut (Streblus asper)

Berdasarkan hasil penelitian, buah serut dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama burung.

Ekstrak buah serut terbukti dapat mengusir dan membuat jera kawanan burung yang memakan bulir padi.

Formula dapat disemprotkan pada tanaman padi. Penyemprotan dilakukan dengan alat semprot (sprayer) saat padi berumur 85 hari hingga menjelang panen, dengan frekuensi dua kali seminggu.

Berikut cara pembuatan pestisida nabati buah serut (mediatani.wordpress.com).

  • Siapkan buah serut sebanyak 3 kg per hektar
  • Buah serut dicuci bersih
  • Buah ditumbuk sampai halus dan direndam dalam air sebanyak 10 liter selama 24 jam
  • Rendaman disaring dengan kain kasa untuk menjaga keasamannya
  • Ekstrak dicampur dengan jenis kayu-kayuan dan kapur sirih sebanyak 3 – 6 sendok makan
  • Setiap 20 – 25 mililiter ekstrak terlebih dahulu dicampur dengan satu liter air, sehingga untuk 1 ha pertanaman padi membutuhkan 400 – 500 liter air.

Pengendalian Hama Burung

Gambar 11. Buah serut (Streblus asper) (sumber: kinisehat.com)

Jengkol

Hama burung dapat diusir dengan jengkol. Hal ini bukan berarti harus menanam jengkol di sawah, atau membuat sawah dekat tanaman jengkol.

Caranya dengan membuat rendaman buah jengkol selama beberapa hari, sampai keluar bau menyengat dari buah jengkol tersebut.

Kemudian, air rendaman buah jengkol dimasukkan ke dalam botol dan diletakkan di beberapa sudut sawah.

Bau menyengat jengkol tidak disukai burung pipit, sehingga dapat mengusir burung pipit dari sawah.

Untuk lebih jelas bisa diikuti cara berikut (tabloidsahabatpetani.com).

  • Siapkan buah jengkol yang masih muda sebanyak 1 kg per hektar
  • Buah jengkol tersebut diiris menjadi 9 bagian per buah
  • Bagian tersebut direndam pada air sebanyak 1 liter pada botol bekas air mineral selama 12 jam
  • Kemudian buah rendaman beserta botol tersebut ditancapkan dengan tiang/ajir pada area tanaman padi dengan tutup botol terbuka.

Sumber: dirangkum dari berbagai sumber

You may also like...

3 Responses

  1. 9 October 2017

    […] Baca juga : Pengendalian Hama Burung Pada Pertanaman Padi […]

  2. 11 October 2017

    […] Baca artikel terkait : Pengendalian Hama Burung Pada Pertanaman Padi […]

  3. 13 February 2018

    […] Pengendalian Hama Burung Pada Pertanaman Padi  […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.