Pengertian Kearifan Lokal Menurut Para Ahli

pengertian kearifan lokal

Pengertian kearifan lokal di bawah ini dirangkum dari beberapa ahli yang penulis anggap dapat mewakili konsep dasar kearifan lokal.

Pengertian kearifan lokal (local wisdom) menurut Sartini (2004) yakni dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.

Sementara pengertian kearifan lokal menurut Tjahjono et al. (2000) dan Prijono (2000) adalah suatu sistem nilai dan norma yang disusun, dianut, dipahami dan diaplikasikan masyarakat lokal berdasarkan pemahaman dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan lingkungan.

Kearifan lokal mencakup semua bentuk pengetahuan, keyakinan, pemahaman, wawasan, serta adat kebiasaan atau etika yang menuntun perilaku manusia dalam kehidupannya di dalam komunitas ekologis (Keraf, 2002).

Kearifan lokal hidup di dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang terus-menerus, dan memiliki fungsi mengatur kehidupan masyarakat, mulai dari hal yang berkaitan dengan kehidupan sakral sampai profan (Sartini, 2004).

Dalam kearifan lokal, menurut Ardhana (2005), ada karya atau tindakan manusia yang sifatnya bersejarah dan masih diwarisi masyarakat setempat. Perilaku bijak tersebut umumnya merupakan tindakan, kebiasaan, tradisi, serta cara-cara masyarakat setempat yang menuntun pada kehidupan tenteram, damai dan sejahtera.

Sunaryo et al. (2003) menambahkan bahwa kearifan lokal dapat terbentuk dari suatu pengetahuan lokal yang sudah demikian menyatu dengan sistem kepercayaan, norma dan budaya, serta diekspresikan didalam tradisi dan mitos yang dianut dalam jangka waktu yang cukup lama.

Sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa masyarakat adat di Indonesia secara tradisional telah berhasil menjaga dan memperkaya keanekaragaman hayati. Hal ini karena sebagian besar masyarakat adat masih memiliki sistem-sistem lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam yang diwariskan dan ditumbuh-kembangkan terus-menerus (Nababan, 2003).

Baca juga : Upaya Pelestarian Hutan Melalui Kearifan Lokal

Soemarwoto (1999) menyatakan bahwa masyarakat lokal telah mengembangkan pemahaman terhadap sistem ekologi di lingkungan tempat tinggal mereka (etnoekologi).

Eksploitasi lingkungan biofisik diatur secara seksama dengan hukum sosial tertentu oleh manusia berdasarkan pengalaman empirik.

Pelanggaran terhadap hukum sosial akan mendapatkan sanksi berdasarkan jenis pelanggaran yang dilakukan. Dengan pengaturan tersebut, dapat dihindari eksploitasi berlebihan terhadap lingkungan biofisik.

Berikut Masalah dalam Pengelolaan dan Pelestarian Lingkungan Hidup.

Etnoekologi disebut juga sebagai ilmu ekologi dan adaptasi manusia. Analisis dan pembahasan etnoekologi adalah mengenai adaptasi manusia dan budayanya terhadap lingkungannya dan makhluk hidup lainnya.

Manusia tidak hanya sebagai makhluk biotik bagian dari alam di lingkungannya, tetapi juga sebagai kekuatan untuk mengubah alam.

Setiap masyarakat memiliki teknik‐teknik adaptasi yang diwariskan dari generasi sebelumnya secara turun‐menurun dan teknik‐teknik tersebut mengalami perkembangan yang dinamis (Hilmanto, 2010).

Sumber : 

Ardhana, G. Diakses pada 20 Februari 2011. Kearifan Lokal Tanggulangi Masalah Sosial Menuju Ajeg Bali. http://www.balipost.co.id.

Hilmanto, R. 2010. Etnoekologi. Bandar Lampung: Penerbit Universitas Lampung

Keraf, A.S., 2002. Etika Lingkungan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Nababan, A. Diakses pada 20 Februari 2011. Pengelolaan Sumberdaya Alam Berbasis Masyarakat Adat. http://dte.gn.apc.org/AMAN/publikasi.

Prijono, S.N., 2000. Memanfaatkan Satwa dan Puspa Secara Berkelanjutan. Warta Kehati, Oktober-November 14-15.

Sartini, 2004. Menggali Kearifan Lokal Nusantara: Sebuah Kajian Filsafati. Yogyakarta: UGM

Soemarwoto, O., 1999. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Yogyakarta: GMUP.

Sunaryo dan Joshi, L., 2003. Peranan Pengetahuan Ekologi Lokal dalam Sistem Agroforestri. Bogor: World Agroforestry Center (ICRAF)

Tjahjono, P.E., Suminar, P., Aminuddin, A. dan Hakim, K., 2000. Pola Pelestarian Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Kearifan Lokal Masyarakat Sekitar Kawasan TNKS di Propinsi Bengkulu. Prosiding Hasil Penelitian SRG TNKS. Hal 164-173. Kehati Jakarta.

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.