Categories: Biologi

Penyakit Kardiovaskular Lebih Baik Diobati dengan Terapi Kombinasi

Penyakit kardiovaskular dapat dicegah secara lebih baik dengan terapi kombinasi dua obat, yaitu rivaroxaban dan aspirin.

Studi penyakit kardiovaskular skala internasional

Studi ini dilakukan terhadap 27.400 orang dengan penyakit arteri perifer dan koroner stabil dari 33 negara di seluruh dunia.

Hasilnya menunjukkan bahwa kombinasi 2,5 mg rivaroxaban dua kali sehari, ditambah 100 mg aspirin setiap hari, secara signifikan lebih baik daripada hanya aspirin atau hanya rivaroxaban dalam mencegah serangan jantung, stroke dan kematian akibat kardiovaskular.

Penelitian sebelumnya telah berhasil menemukan metode untuk deteksi serangan jantung dan stroke dengan laser.

Rivaroxaban, yang sering dikenal dengan nama merek Xarelto, adalah antikoagulan, sementara aspirin adalah obat antiplatelet. Keduanya adalah obat pengencer darah.

Hasilnya dipresentasikan pada Kongres Masyarakat Kardiologi Eropa (ESC) di Barcelona, Spanyol, dan dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine.

Tingginya jumlah penderita penyakit kardiovaskular

Penelitian yang disebut COMPASS ini dipimpin oleh Lembaga Penelitian Kesehatan Populasi (PHRI) Universitas McMaster dan Hamilton Health Sciences (HHS) di Hamilton, Kanada. Studi ini didanai oleh Bayer AG.

Temuan ini sangat penting karena ada sekitar 300 juta orang di seluruh dunia yang hidup dengan penyakit kardiovaskular. Dan setiap tahun sebanyak 5 – 10 persen mengalami serangan jantung atau stroke.

Meskipun aspirin mengurangi risiko kejadian kardiovaskular mayor sebesar 19 persen, strategi antitrombotik yang lebih efektif dapat memberi manfaat yang lebih besar bagi populasi pasien dengan penyakit kardiovaskular yang stabil.

Hasil yang sangat jelas menyebabkan studi klinis ini dihentikan lebih awal, yaitu setelah 23 bulan, pada Februari 2017 lalu.

Penelitian menarik lainnya yang terkait menjelaskan tentang pola makan anda mungkin salah! Begini hubungan konsumsi kalium dengan tekanan darah.

Cara mencegah serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya

Kombinasi obat tersebut mengurangi stroke, serangan jantung dan kematian akibat kardiovaskular secara praktis 25 persen dibandingkan dengan obat tunggal, baik pada pasien dengan penyakit arteri perifer maupun koroner stabil.

Para peneliti melaporkan bahwa kombinasi obat tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya pendarahan besar. Namun, pendarahan ini terutama bersifat gastroenterologis, dan tidak pada organ penting seperti otak atau berakibat fatal lainnya.

Penyelidik utama Dr. John Eikelboom dan timnya membandingkan :

  1. rivaroxaban dengan dosis 2,5 mg dua kali sehari dikombinasikan dengan 100 mg aspirin satu kali sehari.
  2. rivaroxaban 5 mg dua kali sehari atau aspirin 100 mg sekali sehari.

Dalam uji klinis acak, pasien diamati pada satu bulan dan enam bulan, dan kemudian setiap enam bulan sekali.

Kombinasi obat antiplatelet

Mereka menemukan bahwa kombinasi obat mengurangi penyakit kardiovaskular, meningkatkan perdarahan dan meningkatkan kelangsungan hidup pada penyakit arteri perifer atau koroner stabil.

“Upaya untuk meningkatkan aspirin berfokus terutama pada penggabungan aspirin dengan obat antiplatelet lain. Atau mengganti aspirin dengan obat antiplatelet lain, namun ini hanya memiliki sedikit keberhasilan,” ujar Eikelboom.

Eikelboom adalah penyidik utama PHRI, seorang profesor kedokteran di McMaster dan ahli hematologi di HHS.

“Dengan menggunakan pendekatan yang berbeda, COMPASS menunjukkan bahwa menggabungkan aspirin dengan dosis rendah antikoagulan secara substansial lebih efektif daripada aspirin saja. Bahkan perbaikan kecil dalam efektivitas perawatan yang mencegah stroke dan serangan jantung adalah penting karena penyakit kardiovaskular ini sangatlah umum. Pada studi COMPASS efek perawatannya tak terduga besarnya,” katanya.

Obat pengencer darah mana yang lebih baik dan aman?

Paper kedua dari penelitian yang sama, akan diterbitkan dalam jurnal The Lancet.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi obat yang sama lebih unggul daripada aspirin.

Hal ini kombinasi obat ini menurunkan risiko kehilangan anggota badan atau iskemia tungkai parah (pembatasan aliran darah ke anggota badan), serta penurunan kardiovaskular, di antara pasien dengan penyakit arteri perifer (PAD).

Studi tersebut mengamati 7.470 pasien dengan PAD yang mengambil bagian dalam studi COMPASS.

Studi menemukan bahwa kombinasi tersebut mengurangi serangan jantung, stroke atau kardiovaskular lainnya hingga 28 persen dan mengurangi kerusakan anggota badan sebesar 46 persen.

Rivaroxaban saja tidak lebih unggul dari aspirin dalam mencegah serangan jantung, stroke, kematian akibat kardiovaskular, atau kejadian ekstremitas.

Kombinasi keduanya dan rivaroxaban saja dapat meningkatkan perdarahan hebat, namun tidak fatal atau tidak terjadi perdarahan organ kritis.

Sementara untuk stroke, inilah cara yang disarankan para peneliti untuk pengobatan stroke.

Terapi baru penyakit arteri perifer

Dr. Sonia Anand, yang memimpin percobaan COMPASS komponen PAD, mengatakan: “Ini adalah kemajuan penting bagi pasien dengan penyakit arteri perifer. Sampai sekarang kita hanya menggunakan aspirin untuk pasien ini, yang hanya sedikit efektif. Sekarang kita memiliki sebuah terapi yang mengurangi kejadian kardiovaskular utama dan kejadian ekstremitas utama yang merugikan, sehingga akan memberikan manfaat besar bagi pasien berisiko tinggi ini. “

Anand adalah seorang profesor kedokteran di McMaster, seorang ilmuwan senior di PHRI, dan dokter pada Kedokteran Vaskular di HHS.

Dapat diterapkan di seluruh dunia

Dr. Salim Yusuf, direktur eksekutif PHRI, profesor teknik dan ilmuwan McMaster HHS, mengatakan bahwa karena besarnya penelitian ini, kriteria inklusi yang luas dan hasil yang konsisten di semua wilayah seluruh dunia, berarti hasil ini dapat pula diterapkan secara luas di seluruh dunia.

“Manfaat yang terlihat dalam COMPASS ini melebihi terapi efektif lainnya seperti statin, aspirin, penghambat ACE dan beta blocker, sehingga dampak kolektifnya akan cukup besar. Kemungkinan terapi kombinasi ini akan mengurangi risiko kejadian kardiovaskular berulang dengan baik, lebih dari dua pertiga,” pungkas Yusuf.

Sumber :

www.fhs.mcmaster.ca

www.sciencedaily.com

www.healthglu.com

www.usweekly.com

www.sciencealert.com

www.hmnews.org

Recent Posts

Strategi diet unik dari spons laut tropis – Sains Terkini

Penelitian yang dilakukan di Universitas Hawaiʻi (UH) di Mānoa School of Ocean and Earth Science and Technology (SOEST) pada spons… Read More

4 days ago

Bakteri aneh mengisyaratkan asal kuno fotosintesis – Sains Terkini

Struktur di dalam bakteri langka mirip dengan yang menggerakkan fotosintesis pada tanaman saat ini, menunjukkan prosesnya lebih tua dari yang… Read More

3 weeks ago

Cahaya baru tentang evolusi cichlid di Afrika – Sains Terkini

Cichlids (Cichlidae) adalah sekelompok ikan kecil sampai sedang yang ada di mana-mana di habitat air tawar di daerah tropis. Mereka… Read More

3 weeks ago

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 month ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 month ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

4 months ago