Benzena Penyebab Kanker Ditemukan Dalam Uap Vaping

Benzena Penyebab Kanker Ditemukan Dalam Uap Vaping

Masih tentang kontroversi pemakaian vaping, vapour, e-cig, atau istilah lainnya yang mengacu pada rokok elektronik ini, kali ini kabar tak mengenakkan bagi anda pengguna vaping kembali hadir.

Penemuan benzena penyebab kanker dalam uap vaping, darimana munculnya?

Ilmuwan Portland State University baru-baru ini menyatakan bahwa benzena penyebab kanker ditemukan dalam uap vaping tersebut.

Bahkan, senyawa penyebab kanker ini ditemukan dengan kadar yang cukup signifikan. Walaupun memang tidak terkandung langsung dalam cairan refill vaping.

Pada kajian sebelumnya, ditemukan senyawa nitrosamine pada vaping, dapat anda baca pada artikel Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana?

Pembentukan senyawa benzena ini diketahui berasal dari perangkat ketika dioperasikan pada daya tinggi.

Benzena Penyebab Kanker Ditemukan Dalam Uap Vaping

Temuan oleh tim peneliti ini dipimpin oleh profesor kimia, James F. Pankow, dan diterbitkan pada 8 Maret dalam jurnal online PLoS ONE.

Benzena, penyebab kanker dan berbagai penyakit berbahaya

Benzena, yang juga anda kenal sebagai komponen bensin itu, memang telah dikaitkan sebagai penyebab sejumlah penyakit. Termasuk juga diantaranya leukemia dan kegagalan sumsum tulang.

Benzena, yang memiliki rumus kimia C6H6 dan dikenal juga dengan nama benzol itu, memiliki sifat yang mudah terbakar dan berbau manis.

Benzena Penyebab Kanker Ditemukan Dalam Uap Vaping

Benzena ini merupakan salah satu komponen dalam yang terdapat minyak bumi.

Senyawa ini menjadi salah satu bahan yang paling dasar dalam petrokimia, dan juga merupakan pelarut penting dalam dunia industri.

Karena bilangan oktannya yang tinggi, benzena dijadikan komponen penting dalam campuran bensin.

Selain untuk bensin, benzena juga digunakan sebagai bahan dasar dalam produksi obat-obatan, plastik, karet sintetis, serta pewarna.

Sebagaimana yang kita ketahui, senyawa ini ditemukan dalam polusi udara perkotaan yang disebabkan emisi industri, asap pembakaran bensin kendaraan, serta dari kebocoran tangki bahan bakar.

Terkait hal ini, silahkan baca hasil penelitian polusi udara kemacetan lalu lintas bisa jadi lebih berbahaya dari yang anda bayangkan.

Senyawa ini telah dikenal sebagai risiko tunggal dan terbesar penyebab kanker melalui racun udara di Amerika Serikat.

Karena sifatnya yang karsinogenik itulah, pemakaian benzena dalam bidang non-industri adalah sangat terbatas. 

Baca penelitian terbaru tentang Polusi Udara: Sekarang Diesel Lebih Baik Daripada Bensin.

Berapa banyak kandungan benzena dalam uap vaping?

Jumlah benzena yang para ilmuwan PSU ukur dari vaping ini sangat bergantung pada perangkat.

Dengan satu perangkat yang dioperasikan pada daya tinggi, dan ketika cairan aditif bahan kimia asam benzoat atau benzaldehida terdapat dalam refill vaping, tingkat benzena akan menjadi ribuan kali lebih tinggi daripada di lingkungan udara.

Benzena Penyebab Kanker Ditemukan Dalam Uap Vaping

Meski demikian, level ini memang tetap masih 50 – 100 kali lebih rendah daripada dalam asap rokok konvensional.

Namun, walau dalam kadar yang tidak terlalu tinggi sekalipun, sifat racun memang tidak selalu langsung akan mempengaruhi. Melainkan akan terakumulasi secara terus-menerus di dalam tubuh.

Jangan heran jika anda sudah memiliki banyak penyakit sebelum tua.

Masalah senyawa benzena ini hanyalah salah satu dari sekian banyak kontroversi penggunaan vaping. Anda sendirilah yang memilih apa yang terbaik untuk kesehatan anda.

Sumber :

www.journal.plos.org

www.medicalxpress.com

www.sciencedaily.com

www.sciencebulletin.org

www.hitechdays.com

www.itechpost.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.