Categories: Biologi Kimia

Begini Peraturan Rokok Elektrik di Indonesia dan Dunia

Kemunculan rokok elektrik banyak menuai kontroversi. Lantas, bagaimana peraturan rokok elektrik di Indonesia dan di dunia saat ini? Simak penjelasannya.

Meskipun label “Health” dan “0% Nicotine” terpasang jelas pada kemasannya, namun rokok elektrik hingga saat ini masih banyak menuai kontroversi.

Terkait kandungan rokok elektrik dan bahayanya bagi kesehatan, dapat anda baca : Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana?

Pada sebagian besar negara, termasuk Australia, Brasil, Kanada, Denmark, Finlandia, Selandia Baru, Panama, Singapura, bahkan di China sendiri, rokok elektrik dianggap sebagai produk yang ilegal dan terlarang.

China merupakan negara asal rokok elektrik. Dapat anda baca lebih lanjut mengenai sejarah rokok elektrik dan hal-hal dasar lainnya pada artikel berikut : Mau Coba atau Beralih ke Rokok Elektrik, Baca Ini Dulu!

Sedangkan di Amerika, Inggris, Belanda, dan Italia, penggunaannya masih dibatasi dan masih dalam pengawasan ketat.

Peraturan rokok elektrik di dunia

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memperingatkan masyarakat bahwa rokok elektrik yang saat ini telah beredar adalah produk ilegal dan tidak aman.

Terlebih setelah Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2010 lalu mengadakan pertemuan membahas mengenai peraturan terkait keselamatan rokok elektrik ini.

WHO menyatakan bahwa produk rokok elektrik belum melalui pengujian yang cukup. Hal ini untuk menentukan apakah rokok elektrik aman dikonsumsi.

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Makanan dan Obat-Obatan Amerika awal tahun 2016 telah melarang penjualan perangkat itu kepada siapa pun di bawah umur 18 tahun.

Peraturan rokok elektrik di Indonesia

Di dalam negeri, Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP Indonesia) pada 18 November 2016 menyelenggarakan acara paparan dan diskusi terkait Kajian Keamanan dan Resiko Rokok Elektrik di Indonesia.

Penelitian ini dilakukan oleh Ketua YPKP Indonesia, Prof. Achmad Syawqie, DRG, MS bersama tim peneliti dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjajaran.

Penelitian menyimpulkan, rokok elektrik merupakan alternatif pengganti rokok yang memiliki resiko jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan rokok konvensional.

Hasil kajian terhadap cairan dan uap rokok elektrik mendapati adanya kandungan UP Propylene Glycol, USP Glycerin Natural/Vegetable, dan pemanis pada cairan rokok elektrik.

Ketiga zat itu bukanlah zat berbahaya dan aman dikonsumsi manusia. Adapun kemungkinan bahaya yang ditimbulkan hanya saat zat-zat ini terdegradasi menjadi zat lain.

Berdasarkan hasil kajian ilmiah ini, YPKP Indonesia merasa rokok elektrik berpotensi menjadi solusi masalah adiksi rokok.

Namun rokok elektrik hanya disarankan bagi perokok yang berniat berhenti merokok.

Rokok elektrik tidak disarankan bagi mereka yang belum pernah merokok

Para peneliti berharap pemerintah bisa secara pararel melakukan kajian ilmiah agar bisa mengatur standarisasi produk rokok elektrik yang aman untuk dijual di Indonesia.

Meskipun demikian, keberadaan rokok elektrik yang tengah menjadi tren di masyarakat tetap perlu pengawasan ketat.

Berbagai penelitian masih terus dilakukan guna melihat bahaya rokok rokok elektrik bagi kesehatan. Hal ini karena efek rokok elektrik tersebut bisa jadi akan muncul dalam rentang waktu yang cukup lama.

Dan yang terpenting, jangan sampai kehadiran rokok elektrik dengan berbagai rasa ini justru menarik perhatian anak-anak serta orang yang sebelumnya tidak merokok.

Peraturan rokok elektrik yang sangat ketat perlu diterbitkan oleh pemerintah sejalan dengan pengkajian-pengkajian lebih lanjut yang sedang berjalan.

Lebih lanjut tentang Rokok Elektronik : Ancaman Kesehatan Masyarakat

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42