Polusi Udara Kemacetan Lalu Lintas Bisa Jadi Lebih Berbahaya Dari Yang Anda Bayangkan

Pertama kalinya, pengukuran paparan polusi udara pada mobil saat kemacetan lalu lintas, menyimpulkan hasil berupa potensi yang mengkhawatirkan.

Polusi udara

Tingkat beberapa partikel berbahaya di dalam kabin mobil ditemukan dua kali lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Sensor polusi udara lalu lintas

Sebagian besar sensor polusi udara lalu lintas ditempatkan di tanah di samping jalan dan mengambil sampel terus menerus selama 24 jam.

Komposisi knalpot, bagaimanapun juga, berubah cukup cepat bagi para pengemudi untuk mengalami kondisi berbeda di dalam kendaraan mereka dibandingkan sensor pinggir jalan ini.

Sampling jangka panjang juga melewatkan variabilitas yang berbeda yang disebabkan oleh kemacetan jalan dan kondisi lingkungan.

Kemacetan lalu lintas

Untuk mengetahui apakah pengemudi benar-benar terpapar pada jam sibuk, para periset dari Duke University, Emory University dan Institut Teknologi Georgia mengikat alat sampling yang dirancang khusus ke dalam kursi penumpang mobil pada saat jam sibuk pagi di pusat kota Atlanta.

Hasilnya, perangkat ini mendeteksi hingga dua kali lebih banyak partikulat daripada sensor pinggir jalan.

Tim juga menemukan bahwa polusi udara ini mengandung dua kali lebih banyak bahan kimia yang dapat menyebabkan stres oksidatif, yang diduga berperan dalam berkembangnya berbagai penyakit.

Termasuk didalamnya adalah penyakit pernapasan dan penyakit jantung, kanker, dan beberapa jenis penyakit neurodegeneratif.

Terkait penyakit kanker, berikut info menarik Cara Baru untuk Mengatasi Kanker.

Hasil penelitian ini dipublikasikan pada 27 Juni dalam jurnal Atmospheric Environment.

Polusi udara

Dampak polusi udara kemacetan terhadap kesehatan

“Kami menemukan bahwa orang-orang cenderung terkena double-whammy dalam hal kesehatan selama kemacetan,” ungkap Michael Bergin, profesor teknik sipil dan lingkungan di Duke.

“Jika bahan kimia ini sama buruknya bagi masyarakat seperti yang diyakini banyak peneliti, maka para pengemudi harus benar-benar memikirkan kembali kebiasaan mengemudi mereka.”

Untuk percobaan tersebut, Roby Greenwald, asisten riset profesor di Emory, membuat perangkat sampling yang dapat menarik udara dengan kecepatan yang sama dengan paru-paru manusia.

Tujuannya adalah untuk menghasilkan tingkat polusi udara yang terdeteksi.

[the_ad id=”1890″]

Perangkat itu kemudian diletakkan ke kursi penumpang pada lebih dari 30 mobil berbeda dan selama lebih dari 60 jam sibuk.

Beberapa pengemudi mengambil rute jalan raya. Sementara itu, pengemudi lainnya terjebak di jalan-jalan sibuk di pusat kota Atlanta.

Untuk rincian variabel lain seperti kecepatan dan jendela gulir bervariasi, semua sampel menemukan lebih banyak risiko pada paparan udara daripada penelitian sebelumnya, yang dilakukan dengan perangkat sampling pinggir jalan.

“Ada banyak alasan sampel udara di dalam mobil akan menemukan tingkat polusi udara jenis yang lebih tinggi,” ujar Heidi Vreeland, seorang mahasiswa doktoral di laboratorium Bergin dan sekaligus penulis pertama makalah tersebut.

Polusi udara

“Komposisi kimia knalpot sangat cepat berubah, bahkan dalam jarak yang hanya beberapa kaki. Dan matahari pagi memanasi jalan raya, yang menyebabkan updraft (udara yang bergerak ke atas) membawa polusi lebih tinggi ke udara.”

Baca penelitian menarik lainnya juga tentang tentang polusi udara: Sekarang Diesel Lebih Baik Daripada Bensin.

Jenis oksigen reaktif yang ditemukan oleh penelitian ini dapat menyebabkan tubuh memproduksi bahan kimia untuk mengatasi oksigen reaktif tersebut. Materi partikulat menyebabkan respon yang sama.

Dalam kombinasi ini, paparan tersebut memicu reaksi berlebihan yang bisa merusak sel sehat dan DNA.

Stres oksidatif diperkirakan berperan dalam berbagai penyakit termasuk sindrom asperger, ADHD, kanker, parkinson, penyakit alzheimer, aterosklerosis, gagal jantung dan serangan jantung, sickle cell disease, autisme, infeksi, sindrom kelelahan kronis dan depresi.

[the_ad id=”1891″]

Permasalahan tata ruang perkotaan

“Masih banyak perdebatan tentang jenis polutan yang menjadi penyebab kekhawatiran terbesar tersebut, serta apa yang membuat mereka menjadi sangat berbahaya,” jelas Bergin.

“Tapi intinya adalah bahwa mengemudi pada jam sibuk bahkan lebih buruk dari yang kita duga.”

“Menurut saya, ini benar-benar sebuah kegagalan perencanaan perkotaan,” kata Greenwald, yang sekarang menjadi asisten profesor kesehatan lingkungan di Georgia State University.

Dalam kasus Atlanta, kualitas udara yang buruk di jalan raya adalah karena fakta bahwa 6 juta orang tinggal di wilayah metro.

Polusi udara

Dan kebanyakan dari mereka tidak memiliki banyak pilihan kecuali menggunakan mobil untuk pergi kerja, sekolah, toko, atau ke mana saja.

“Rencana transportasi otomatis tidak mempertimbangkan dengan baik untuk kota-kota seukuran ini. Dan ini hanyalah satu contoh bagaimana lalu lintas berdampak negatif terhadap kesehatan Anda,” pungkasnya.

Penelitian lain terkait polusi udara yang cukup menarik dapat anda baca Pencemaran Udara Dapat Dibersihkan dengan Larutan dari Bahan Pakan Ayam.

Sumber :

www.phys.org

www.sciencedaily.com

www.reddit.com

www.healthunlocked.com

www.kallacha.com

www.hitechdays.com

www.ecannabis.com

www.rtsprojectearth.com

www.crweword.com

www.news.greenecosystem.in

www.ecotopical.com

www.newspostdaily.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.