Categories: BiologiKimia

Rasa Sakit Kemoterapi Bisa Dikurangi dengan Obat Ini

Efek samping berupa nyeri neuropati akibat kemoterapi kanker dapat ditangani dengan obat yang meringankan efek jetlag, demikian saran penelitian.

Obat yang dikenal melatonin ini tampaknya dapat mencegah rasa sakit akibat kemoterapi kanker yang merusak sel syaraf.

Penelitian menunjukkan bahwa obat ini memblokir efek berbahaya pada kesehatan saraf.

Efek samping kemoterapi

Para ahli mengatakan temuan tersebut membantu ilmuwan memahami lebih banyak tentang cara untuk membatasi efek samping yang cukup menyakitkan tersebut.

Ilmuwan dari Universitas Edinburgh dan Aberdeen fokus pada kondisi umum yang dikenal sebagai nyeri neuropati akibat kemoterapi (CINP).

CINP ini yang menyebabkan rasa kesemutan dan sensasi nyeri pada sentuhan dan suhu dingin yang dapat cukup parah, sehingga menyebabkan pasien membatasi pengobatan kemoterapi mereka.

Baca juga : Kunci Untuk Meningkatkan Imunoterapi Kanker

Studi tersebut menunjukkan bahwa melatonin yang diberikan sebelum kemoterapi membatasi efek kerusakan pada sel saraf dan perkembangan gejala nyeri.

Obat nyeri kemoterapi

Dalam penelitian ini, melatonin tidak mengurangi rasa sakit saat CINP sudah berkembang.

Hal ini menunjukkan bahwa manfaat potensi melatonin bisa sebagai pencegahan dan bukan penyembuhan.

Yang terpenting adalah pengobatan melatonin tidak mengganggu efek anti kanker yang menguntungkan pada sel kanker payudara dan ovarium manusia.

Terkait anti kanker, berikut penelitian terbaru mengenai Anti Kanker Yang Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker.

Temuan ini juga menunjukkan bahwa melatonin mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh kemoterapi pada bagian vital sel saraf yang dikenal sebagai mitokondria.

Para ahli mengatakan mengurangi kerusakan pada pusat energi sel ini bisa menjadi kunci untuk mencegah nyeri CINP.

Nyeri neuropati akibat kemoterapi (CINP)

CINP mempengaruhi hampir 70% pasien yang menjalani kemoterapi dan dapat berdampak buruk terhadap kualitas hidup.

Kegiatan sehari-hari, misalnya berjalan tanpa alas kaki, bisa menyebabkan rasa sakit yang bisa bertahan lama, bahkan setelah kanker sembuh.

Karena hal ini, beberapa pasien tidak dapat kembali bekerja atau tidak mampu melakukan tugas rumah tangga.

Baca juga : Menciptakan Obat Tanpa Efek Samping

Melatonin untuk kemoterapi

Melatonin adalah hormon alami yang mengendalikan pola tidur. Versi sintetis melatonin ini dapat diproduksi di laboratorium.

Melatonin dapat digunakan untuk meringankan gangguan tidur. Namun melatonin tidak tersedia bebas (dalam hal ini, di Inggris), tanpa resep dokter.

Prof. Helen Galley dari Institute of Medical Sciences di University of Aberdeen, yang memimpin penelitian ini, mengatakan:

“Hasil ini menjanjikan, terutama karena pengobatan melatonin diketahui aman dalam berbagai kondisi.”

“Memang cukup banyak pekerjaan yang perlu dilakukan sebelum kita mengetahui apakah melatonin akan membantu mencegah rasa sakit pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi.”

Prof. Lesley Colvin, pakar nyeri di University of Edinburgh, mengatakan:

“Kami secara aktif mengeksplorasi sebuah studi klinis fase awal untuk melihat apakah temuan laboratorium yang menarik ini dapat diterjemahkan pada manfaat langsung bagi pasien yang menjalani kemoterapi.”

“Ini adalah area kebutuhan yang tidak terpenuhi secara nyata, dimana jenis terapi baru sangat dibutuhkan.”

Dr. Carole Torsney dari Pusat Fisiologi Integratif Universitas Edinburgh, yang membantu memimpin penelitian ini, mengatakan:

“CINP dapat memiliki dampak buruk pada pasien, dan dapat membatasi dosis kemoterapi, dengan konsekuensi serius. Temuan ini sangat menarik dan menyarankan Melatonin dapat mencegah CINP dengan melindungi mitokondria sel saraf.”

“Langkah selanjutnya adalah menguji lebih lanjut temuan ini dengan melihat efek melatonin pada kondisi nyeri lainnya yang juga melibatkan kerusakan mitokondria.”

Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Pineal Research dan didanai oleh Asosiasi Anestesi Inggris Raya dan Irlandia, British Journal of Anesthesia, Royal College of Anesthetists dan Melville Trust for the Care and Cure of Cancer.

Baca juga hasil penelitian lainnya : Cara Mencegah Kanker Berkembang Menjadi Metastasis

Sumber :

www.onlinelibrary.wiley.com

www.eurekalert.org

www.sciencedaily.com

www.sciencenewsline.com

Recent Posts

Cara Mengusir Tikus dengan Bahan Alami

Tikus berseliweran di rumah Anda? Bingung bagaimana cara mengusir tikus yang ampuh dan mencegah tikus datang kembali? Jangan khawatir, kali… Read More

1 month ago

10 Cara Mengusir Lalat dan Mencegahnya Datang Kembali

Anda merasa terganggu dengan keberadaan lalat di rumah Anda? Jangan khawatir, kali ini Sains Terkini akan membagikan cara mengusir lalat… Read More

1 month ago

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

4 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

4 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

4 months ago