Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana?

gambar rokok elektrik vs rokok biasa

Rokok elektrik vs rokok biasa: mana yang lebih baik?

Saat ini, keberadaan rokok elektrik sudah sangat populer dan familiar di masyarakat, terutama di lingkungan anak muda.

Sebagai pengetahuan dasar, atau jika anda mau coba atau beralih ke rokok elektrik? Baca ini dulu!

Namun, sebagai barang yang relatif baru, masih banyak yang bertanya-tanya, apakah vape berbahaya ataukah aman? Dan mana yang lebih baik, rokok elektrik vs rokok biasa (tembakau konvensional)?

Bahaya rokok elektrik vs rokok biasa

Rokok tembakau konvensional bisa diketahui kandungan nikotin dan tar-nya karena tercantum pada kemasan.

rokok elektrik vs rokok biasa

Selain itu juga terdapat peringatan jelas pada kemasan: Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

Sedangkan pada rokok elektrik tidak terdapat keterangan yang jelas mengenai kandungan serta peringatan kesehatannya.

Walaupun ada tertulis, namun berbagai penelitian mengungkapkan bahwa terdapat ketidaksesuaian kandungan nikotin yang tertulis pada label dengan kandungan sebenarnya.

Efek rokok elektrik bagi perokok aktif dan perokok pasif

Asap rokok elektrik ini diklaim lebih aman bagi perokok pasif, benarkah demikian?

Sedangkan bagi perokok aktif, rokok elektrik ini sangat beresiko karena penggunaannya yang belum bisa terukur.

Dilaporkan bahwa nikotin ditemukan dalam konsentrasi yang berbeda-beda, antara 0-100 mg/ml dalam satu rokok elektrik.

Jadi, pilih rokok biasa atau rokok elektrik? Simak lebih lanjut.

Berapa standar penggunaan harian rokok elektrik?

Baik rokok biasa atau rokok elektrik, penggunaan berlebihan tentu sangat tidak baik.

Namun, seperti yang dijelaskan di atas, rokok konvensional dapat kita ketahui dengan jelas kandungan nikotinnya serta peringatan kesehatannya.

Sementara pada rokok elektrik, karena cairannya bersifat refill atau isi ulang, perokok tidak bisa mengetahui seberapa banyak nikotin yang masuk ke dalam paru-parunya. 

Oleh karena itu, sulit untuk mengukur berapa batas wajar pemakaian harian rokok elektrik ini.

Kandungan nikotin rokok elektrik

Terdapat keterangan kandungan sebagai berikut:

rokok elektrik vs rokok biasa

Namun studi FDA (BPOM Amerika Serikat) menunjukkan adanya ketidak-konsistenan kadar nikotin.

Bahkan, dalam wadah rokok elektrik yang berlabel 0% nikotin atau yang diklaim tidak mengandung nikotin, masih ditemukan kandungan nikotin.

Kadar nikotin yang tertera di label tidak sesuai dan berbeda signifikan dari kadar yang diukur sebenarnya.

Beberapa studi di dunia telah membuktikan inkonsistensi kadar nikotin tersebut.

Demikian pula, hasil pengujian laboratorium oleh Badan POM terhadap 7 merek likuid rokok elektrik yang dijual melalui kedai rokok dan secara online.

Ditemukan 4 merek diantaranya menunjukkan hasil kadar nikotin positif yang berbeda dengan yang tertera di label, dengan simpangan deviasi sebesar 12,8 – 19,8%.

Masih bingung menentukan rokok biasa atau rokok elektrik? Berikut kajian rokok elektrik dari segi kesehatan.

Apa bahaya rokok elektrik bagi kesehatan?

Seperti yang telah disebutkan, cairan isi ulang rokok elektrik mengandung nikotin cair dengan propilen glikol, dieter glikol dan gliserin sebagai pelarutnya.

Jika nikotin dan bahan pelarut ini dipanaskan maka akan menghasilkan nitrosamine. Senyawa nitrosamine ini berpotensi menyebabkan penyakit kanker.

rokok elektrik vs rokok biasa

Menurut dr. Nauki Kunugita, seorang peneliti dari National Institute of Public Health di Jepang, dalam salah satu rokok elektrik ditemukan 10 kali tingkat karsinogen (kelompok zat yang secara langsung dapat merusak DNA, penyebab kanker) dibandingkan satu batang rokok biasa.

Dalam penelitian lain, benzena penyebab kanker ditemukan dalam uap vaping.

Bahaya rokok elektrik menurut CDC

Berdasarkan data yang diperoleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, beberapa penelitian menunjukkan bahwa:

  1. Nikotin dalam rokok elektrik diserap oleh tubuh penggunanya dan orang-orang di sekitarnya.
  2. Nikotin sangat berbahaya bagi pengguna rokok elektrik yang masih muda karena berdampak negatif bagi perkembangan otak.
  3. Nikotin sangat membahayakan kesehatan wanita hamil dan janin yang ada dalam kandungannya, walaupun hanya berada di sekitar orang yang menggunakan rokok elektrik tersebut.
  4. Uap yang dihasilkan dari rokok elektrik bukan merupakan uap air, melainkan nikotin dan dapat mengandung zat kimia lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan mencemari udara.
  5. Anak-anak dan orang dewasa dapat keracunan karena menelan, menghirup, atau menyerap cairan uap rokok elektrik tersebut melalui kulit atau mata.
  6. Bahan kimia tambahan yang berbahaya atau mungkin berbahaya telah ditemukan pada beberapa rokok elektrik. Bahan kimia ini, seperti yang mengandung logam, senyawa organik yang mudah menguap, dan nitrosamin. Kadar ini cenderung lebih rendah daripada rokok tembakau, tetapi tidak ada cara untuk mengetahui seberapa besar kandungan berbahaya dari rokok elektrik karena belum diatur.

Penelitian lainnya juga menunjukkan bahaya vape atau rokok elektrik.

Dilansir dari sciencenews, penelitian menunjukkan bahwa bahan kimia dalam rokok elektrik dapat merusak jaringan paru-paru dan mengurangi kemampuan sel untuk menjaga paru-paru dari kuman dan zat berbahaya lainnya.

Hal ini karena kandungan nikotin dalam rokok menyebabkan sel paru-paru menjadi mudah ditembus oleh zat dari luar tubuh.

Bahaya vape termasuk menyebabkan terjadinya keracunan akut nikotin dan adanya kasus kematian anak.

Tak hanya rokoknya yang berbahaya, uap yang terhirup dapat menimbulkan serangan asma, sesak napas, dan batuk.

Rokok ini juga berbahaya untuk penderita pneumonia, gagal jantung, disorientasi, kejang, hipotensi, sampai luka bakar akibat meledaknya rokok elektrik dalam mulut.

Rokok elektrik meledak

Seperti pada November 2016 lalu, pernah terjadi kasus ledakan rokok elektrik di saku celana seorang pria, Otis Gooding, 31 tahun, di Grand Central Terminal, New York.

rokok elektrik vs rokok biasa

Rokok elektrik yang dibawanya meledak tiba-tiba dan melukai tangan, paha dan kakinya.

Akibat luka bakar Stadium III ini, Gooding sampai tak bisa berjalan dan harus menggunakan kursi roda.

Padahal, perangkat vaping yang meledak itu salah satu merk vape terbaik yang harganya terbilang mahal, yaitu hampir Rp 1 juta.

Tidak hanya  nikotin, bahan-bahan kimia lain juga banyak terdapat dalam rokok elektrik.

Rokok elektrik menyebabkan kanker dan penyakit jantung

Sebuah studi tahun 2014 oleh American Lung Association (Perkumpulan Dokter Paru di Amerika) menemukan bahwa aerosol dari rokok elektrik berisi formaldehida (formalin), yang kita tahu bahwa zat ini adalah bahan karsinogen penyebab kanker.

Para ilmuwan terkenal di Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia, telah menemukan, hanya sepuluh hisapan dari rokok elektrik, sudah cukup untuk memicu perubahan fisiologis.

Menurut para ahli di sana, hal ini bisa memulai munculnya penyakit jantung.

Bagaimana, sudah dapat menentukan pilihan, rokok elektrik vs rokok biasa? Silahkan untuk membaca lebih lanjut: Begini Peraturan Rokok Elektrik di Indonesia dan Dunia

You may also like...

5 Responses

  1. 19 August 2017

    […] Pada kajian sebelumnya, ditemukan senyawa nitrosamine pada vaping, dapat anda baca pada artikel Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana? […]

  2. 3 September 2017

    […] Lanjut membaca : Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana? […]

  3. 3 September 2017

    […] Terkait kandungan rokok elektrik dan bahayanya bagi kesehatan, dapat anda baca : Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana? […]

  4. 3 September 2017

    […] Terkait bahaya rokok elektrik bagi kesehatan, dapat anda baca pada: Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana? […]

  5. 31 December 2017

    […] Baca juga : Rokok Elektrik vs Rokok Biasa, Lebih Bagus Mana? […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.