Rotasi Bumi Melambat, Pergantian Tahun Jatuh Pada Detik 61

Rotasi bumi melambat

Alam semesta terus berubah. Tak ada kepastian yang mutlak. Seperti kata pepatah lama, “Tak ada yang tetap, kecuali perubahan itu sendiri”. Maka tak salah sebagian ilmuwan menyatakan bahwa satu-satunya yang absolut atau mutlak hanyalah tuhan.

Segala teori dan hukum alam yang berlaku terus berkembang dari masa ke masa, seiring dengan munculnya penemuan-penemuan baru. Termasuk rotasi bumi, yang rupanya saat ini semakin melambat.

Para ilmuwan menyatakan bahwa tahun 2016 berakhir pada detik ke-61. Dengan kata lain, tahun 2016 bukan berakhir pada pukul 23:59:59, melainkan pada pukul 23:59:60.

Negara-negara yang berpatokan pada Coordinated Universal Time (CUT), seperti Inggris, Irlandia, Islandia, dan beberapa negara di Afrika Tengah, akan menambahkan detik kabisat di penghujung 2016. Sementara negara lain akan mengikuti zona waktu mereka sendiri, bukan UTC.

“Dengan detik tambahan atau detik kabisat, waktu akan disesuaikan dengan waktu astronomis, yang memang tidak teratur dan tergantung pada rotasi Bumi. UTC sendiri sangat stabil dan telah mengikuti jam atom sejak 1967,” demikian bunyi pernyataan Observatorium Paris seperti dikutip AFP.

Observatorium Paris sendiri adalah markas International Earth Rotation and Reference System Service (IERS), lembaga yang bertugas untuk mensinkronisasi waktu.

Pertambahan detik waktu seperti ini bukan kali pertama terjadi. Pada bulan Juni tahun 2015 lalu juga terjadi hal yang sama.

Sebenarnya, waktu astronomis yang melambat ini lebih sinkron dengan sistem atomic time (TAI). Sistem TAI ini dirasa lebih akurat. Dan saat ini, perbedaan waktu antara sistem TAI dengan UTC adalah 36 detik (37 detik pada akhir tahun 2016). Memang tidak begitu terasa, karena hanya terpaut beda tidak sampai satu menit.

Rotasi bumi melambat

Namun seperti itulah kenyataannya. Selama ini waktu berjalan tidak seperti yang kita bayangkan. Terkadang lebih cepat dan terkadang lebih lambat. Tergantung pada rotasi bumi. Dan bumi sendiri menurut para ahli berotasi semakin pelan dari waktu ke waktu.

Perubahan kecepatan rotasi Bumi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk di antaranya adalah gravitasi bulan yang menyebabkan gelombang pasang di lautan, yang berpengaruh pada kecepatan putaran Bumi pada porosnya.

Perputaran ini dapat pula dipengaruhi oleh peristiwa geologi, seperti gempa bumi yang kuat, bahkan oleh pembekuan atau pencairan es.

Sumber :

www.suara.com

www.sciencealert.com

www.phys.org

www.dailymail.co.uk

www.timeanddate.com

www.sputniknews.com

www.skyandtelescope.com

www.usnews.com

www.latimes.com

www.greenwichtime.com

www.washingtonpost.com

www.earth.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.