Categories: Biologi

Inilah Cara Yang Disarankan Para Peneliti Untuk Pengobatan Stroke

Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terputus akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah.

Ketika pasokan darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke otak terputus, maka sel-sel otak akan mulai mati. Jika tidak cepat ditangani, kerusakan dapat menjadi semakin parah dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Dua penyebab stroke

Berdasarkan penyebabnya, stroke dibagi menjadi dua, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi jika pasokan darah berhenti akibat penggumpalan darah. Sedangkan stroke hemoragik terjadi jika pembuluh darah yang memasok darah ke otak pecah.

Baca juga : Inilah Cara Mudah Menurunkan Tekanan Darah Bagi Anda Yang Mengalami Penyakit Ginjal

Perkembangan terbaru pengobatan stroke

Baru-baru ini, para peneliti di Joslin Diabetes Center berhasil menunjukkan potensi pemberian obat dalam kombinasi dengan tPA (Tissue Plasminogen Activator) yang dapat meningkatkan hasil pengobatan stroke dan membuka peluang untuk meningkatkan terapi stroke.

Tissue Plasminogen Activator (tPA) merupakan protein yang berfungsi untuk pemecahan pembekuan darah. Protein ini terdapat dalam sel endotel, yaitu sel yang mengelilingi pembuluh darah.

Sebagai sebuah enzim, tPA mengkatalisis perubahan plasminogen menjadi plasmin, enzim yang memecah bekuan darah.

Obat yang menargetkan protein yang disebut plasma kallikrein, serta protein aktivator disebut Faktor XII, berpotensi membuat tPA lebih aman dengan mengurangi komplikasi dan meningkatkan kemanjurannya dalam membuka sumbatan pembuluh darah,” kata Edward Feener, Ph.D., dalam paper yang diterbitkan dalam jurnal Blood.

Baca juga : Deteksi Serangan Jantung dan Stroke dengan Laser

Data dan Fakta Stroke

Jumlah penderita stroke di seluruh dunia dari tahun ke tahun meningkat tajam. Tercatat 7 juta jiwa penduduk dunia menderita stroke.

Sekitar 800.000 orang di Amerika Serikat menderita stroke setiap tahun. Dan sekitar 87% adalah stroke iskemik, di mana aliran darah tersumbat oleh gumpalan darah.

Sementara di Indonesia, Data Sample Registration Survey Kementerian Kesehatan RI tahun  2014 menunjukkan bahwa Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi, dengan persentase sebesar 21,1%, diikuti dengan penyakit Jantung Koroner 12,9% dan Diabetes 6,7%.

Pada tahun 2007, ditemukan 8,3 per 1000 orang penduduk Indonesia menderita stroke. Dan pada tahun 2013, angka kejadian stroke meningkat tajam menjadi 12,1 per 1000 orang.

Hasil penelitian terbaru pengobatan stroke

Penulis utama, Fabrício Simão, Ph.D. dan rekan-rekan di lab Feener menunjukkan bahwa tPA meningkatkan aktivitas plasma kallikrein pada plasma manusia dan tikus percobaan.

Para ilmuwan Joslin berikutnya bereksperimen pada tikus, di mana gumpalan darah diinduksi ke otak dan kemudian diobati dengan tPA.

Hewan ini juga diberi inhibitor plasma kallikrein, dan dimodifikasi secara genetik untuk untuk menghasilkan jumlah protein yang lebih rendah.

Hasil menunjukkan bahwa perdarahan secara signifikan berkurang, pembengkakan otak dan kerusakan area otak daripada hewan yang tanpa blokade plasma kallikrein.

Para peneliti menelusuri mekanisme biologis dimana tPA mengaktifkan plasma kallikren, melalui protein Factor XII, yang memicu terjadinya koagulasi.

Plasma kallikrein ini bertugas untuk mengaktifkan sistem kinin kallikrein, yaitu jalur yang terlibat dalam komplikasi stroke. (Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemberian terapi tPA untuk pasien stroke dapat mengaktifkan sistem kinin kallikrein dalam darah mereka.)

Food & Drug Administration (FDA) telah menyetujui plasma kallikrein inhibitor ini untuk pengobatan angioedema herediter dan sedang dikembangkan oleh beberapa perusahaan farmasi untuk penyakit genetik ini dan kondisi lain, termasuk diabetes makula edema.

Penemuan baru ini menunjukkan peluang terapi potensial tambahan untuk inhibitor kallikrein plasma dalam terapi trombolitik.

Baca juga : Penyakit Kardiovaskular Lebih Baik Diobati dengan Terapi Kombinasi

Sumber :

www.sciencedaily.com

www.depkes.go.id

www.alodokter.com

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

2 months ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

2 months ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

2 months ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

2 months ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

2 months ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

2 months ago