Sering Minum Obat Tanpa Air Putih, Hentikan Sekarang Juga!

Anda terbiasa minum obat tanpa air putih? Hentikan kebiasaan itu sekarang juga.

Pada sebagian orang, minum obat bisa dilakukan tanpa bantuan air putih sekalipun.

Namun, ternyata hal ini justru menjadikan seseorang berisiko mengidap gangguan pada saluran pencernaan.

Tidak semua jenis obat boleh diminum tanpa air putih

Minum obatDijelaskan Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi Siloam Hospitals TB Simatupang, dr Epistel P Simatupang SpPD KGEH FINASIM FPCP, kebiasaan minum obat tanpa air putih dapat memicu erosi pada saluran cerna. Menurutnya, tak semua jenis obat bisa dicerna lambung tanpa bantuan air putih.

“Biasanya, erosi tersebut ditandai dengan sulit dan sakit menelan. Hal ini bisa dideteksi dengan menggunakan EGD,” ujar dr Espitel.

Memasuki usia 50 tahun, sebaiknya melakukan Endoskopi

Seiring dengan berkembangnya ilmu dan teknologi kedokteran yang pesat menghasilkan cara diagnostik yang canggih, mudah, dan tepat.

Salah satunya adalah endoskopi yang merupakan suatu alat digunakan untuk memeriksa saluran cerna secara visual mendeteksi adanya berbagai kelainan dan penyakit lainnya.

Minum obat

Dr. Epistel menambahkan, berdasarkan diameter dan fungsinya, saluran cerna dibagi menjadi dua bagian besar :

  1. Bagian atas: dari kerongkongan sampai usus 12 jari, dan
  2. Bagian bawah: bagian akhir dari usus kecil hingga anus.

Dengan demikian, lanjutnya, pengamatan menggunakan endoskopi pun dibagi dua :

  1. Saluran cerna bagian atas: Esofago Gastro Duodenoskopi (EGD), dan
  2. Saluran cerna bagian bawah: Kolonoskopi.

Dr. Epistel P Simatupang mengingatkan, sebaiknya mereka yang telah memasuki usia 50 tahun melakukan endoskopi pada saluran cerna.

Terlebih, bagi mereka yang mengalami muntah-muntah, BAB berdarah, riwayat keluarga yang pernah mengalami kanker kolon atau kanker kolorektal.

Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya kelainan dan masalah sehingga dapat segera tertangani dengan baik. Serta terhindar dari kanker kolon yang menjadi penyebab utama kematian di dunia.

Terkait kanker kolon, simak penemuan penting berikut, yakni penelitian mengenai anti kanker yang menghambat pertumbuhan sel kanker.

“Yang paling sering ditemukan adalah kelainan pada lambung, dan penyakit tersering ditemukan adalah kanker,” paparnya.

Padahal, tambah dia, kesehatan saluran cerna menjadi hal wajib yang harus diperhatikan semua orang. Pasalnya, saluran cerna merupakan jalur diprosesnya nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Ketika terjadi gangguan pada saluran cerna, bisa dipastikan seseorang akan mengalami gangguan pada bagian tubuh lainnya.

Penelitian lain yang berhubungan dengan kanker kolorektal adalah pada link berikut : Minum Kopi Bisa Memperpanjang Usia Harapan Hidup.

Berapa Biaya Endoskopi?

Tindakan endoskopi yang dibandrol antara Rp 3 – 4 juta di Siloam Hospital TB Simatupang, juga bisa buat menangani kasus obesitas.

Cukup memasukkan balon ke lambung lewat endoskopi, jelas Epistel, pasien obesitas sudah merasa kenyang meski makan sedikit.

Jika diimbangi dengan olahraga, berat badan dapat turun hanya dalam hitungan bulan.

“Masalah harga, angka ini sangat terjangkau dan jauh dari standar di luar negeri terutama di Singapura,” kata Epistel yang juga menjelaskan bahwa masalah tukak lambung bisa dihentikan dengan tindakan endoskopi.

Sumber :

www.suara.com;

www.antaranews.com;

www.viva.co.id;

www.liputan6.com;

www.beritasatu.com;

www.tribunnews.com

You may also like...

1 Response

  1. 19 August 2017

    […] Terkait kanker kolorektal atau kanker kolon, baca juga penelitian menarik berikut : Sering Minum Obat Tanpa Air Putih, Hentikan Sekarang Juga! […]

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.