Sistem Pengiriman Obat Berbasis Magnet untuk Pengobatan Kanker

Sebuah tim peneliti di University of Georgia telah mengembangkan metode non-invasif untuk mengirimkan obat secara langsung ke jaringan kanker dengan sistem pengiriman obat berbasis magnet.

Sistem pengiriman obat berbasis magnet (magnet-based drug delivery system) diharapkan menjadi suatu bentuk pengobatan yang secara signifikan dapat mengurangi efek samping kemoterapi.

Baca juga : Rasa Sakit Kemoterapi Bisa Dikurangi dengan Obat Ini

sistem pengiriman obat berbasis magnet

“Kami menunjukkan bahwa kami dapat mengirimkan obat anti kanker tepat di daerah dimana mereka dibutuhkan dan mereka dapat membunuh sel kanker,” ungkap Andrey Zakharchenko.

Andrey Zakharchenko adalah seorang mahasiswa pascasarjana di Nanostructured Materials Lab di UGA College of Family and Consumer Sciences, yang merupakan pemimpin penelitian ini.

Baca juga : Membuat Sel Kanker Kelaparan : Apakah Berhasil?

Para peneliti dari UGA dan Clarkson University New York pertama kali menciptakan nanopartikel yang sangat bagus yang bertindak sebagai pembawa obat bius, satu basis substrat yang membawa obat-obatan yang dimuati dengan enzim.

Setelah penerapan medan magnet yang relatif lemah, kedua nanopartikel bergabung, memaksa reaksi yang melepaskan obat-obatan di suatu lokasi tertentu.

Dengan mengendalikan waktu interaksi, peneliti dapat menentukan pengiriman obat ke lokasi yang tepat.

Dengan demikian, hal ini dapat mencegah efek samping kemoterapi, seperti kerontokan rambut atau toksisitas jantung.

Peneliti melakukan pembuktian konsep studi in-vitro dengan menggunakan obat kemoterapi dan sel kanker.

Baca juga : Kombinasi Obat Baru Ini Membantu Sistem Kekebalan Tubuh Untuk Melawan Kanker

“Langkah selanjutnya adalah mengembangkannya pada model hewan,” ujar Zakharchenko.

“Penggunaan medan magnet statis untuk menyebabkan reaksi adalah penting karena tidak menimbulkan ancaman berbahaya bagi tubuh,” ungkap Sergiy Minko

Sergiy Minko adalah Profesor Fiber and Polymer Science Georgia di Departemen Textiles, Merchandising and Interiors FACS dan Departemen Ilmu Kimia Franklin College of Arts and Sciences.

Dalam studi sebelumnya, medan magnet berdenyut telah digunakan untuk mengirimkan obat-obatan. Namun panas yang disebabkan oleh pengaplikasian ini dapat menghancurkan sel-sel sehat dari pasien.

Artikel ini telah dimuat dalam jurnal Nature Catalysis edisi Januari lalu dan merupakan hasil kolaborasi penelitian tiga tahun antara UGA dan Clarkson University yang didanai oleh National Science Foundation.

Sumber :

www.news.uga.edu 

www.nature.com

www.sciencedaily.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.