Categories: Astronomi

Ini Solusi NASA untuk Membangun Rumah di Mars

Impian manusia untuk membangun rumah di Mars terbentur beberapa kendala, antara lain iklim dan temperatur ekstrem.

Sebagaimana yang kita ketahui, suhu permukaan Mars dapat mencapai 21°C pada siang hari dan jatuh di suhu -73°C di malam hari.

Selain perubahan suhu secara drastis, Mars juga memiliki bahaya radiasi yang sangat tinggi. Astronot yang terpapar radiasi Mars berisiko terkena kanker kulit.

NASA justru memandang kendala ini sebagai kemungkinan yang bisa diwujudkan.

Karena itu, mereka menyiapkan wahana khusus supaya para astronot yang pergi ke Mars, bisa tinggal dengan kondisi normal sebagaimana di Bumi.

Bahan untuk membuat rumah di Mars

Bagi para peneliti di Langley Research Center NASA, Hampton, Virginia, bahan bangunan terbaik untuk membangun rumah di Mars merupakan bahan yang sangat tak terduga: es.

Dimulai dengan konsep yang diajukan disebut “Mars Ice Dome,” para ahli NASA dan desainer serta arsitek dari kalangan industri dan akademisi berkumpul di Langley Engineering Design Studio.

Seleksi konsep rumah di Mars

Proyek ini secara kompetitif dipilih melalui Space Technology Mission Directorate’s (STMD) Center Innovation Fund untuk mendorong kreativitas dan inovasi NASA dalam menangani kebutuhan teknologi.

Konsep ini hanyalah salah satu dari begitu banyak konsep potensial untuk tempat tinggal yang berkelanjutan di Planet Merah tersebut.

Seperti tak mau ketinggalan, sebuah konsep juga tengah dikembangkan oleh Uni Emirat Arab untuk membangun kota di planet Mars.

“Setelah satu hari penuh didedikasikan khusus untuk mengidentifikasi kebutuhan, tujuan serta berbagai kendala, kami menilai banyak ide-ide gila, yang out of the box. Dan pada akhirnya sepakat dengan desain Rumah Es ini,” ujar senior engineer sistem Langley, Kevin Vipavetz, fasilitator untuk perihal desain ini.

Anggota tim Studi Kelayakan Ice Home membahas upaya pengembangan teknologi di NASA Langley Research Center.
Kredit: Courtesy of Kevin Kempton

Keunggulan Konsep

Rumah es ini didesain memiliki beberapa keunggulan yang menjadikannya sebagai sebuah konsep yang menarik.

Bahan yang sangat ringan dan dapat dengan mudah diangkut lalu diisi air sebelum kru tiba.

Air ini akan berfungsi sebagai material penangkal komponen berbahaya di Mars, seperti sinar kosmik yang dapat merusak sel dan DNA pada kulit manusia sehingga dapat berisiko terkena kanker.

“Es yang melapisi torus ini bisa bertahan hingga bertahun-tahun. Selain sinar kosmik, ia juga bisa menangkal radiasi ultraviolet, perubahan partikel ekstrem, oksigen atom, perklorat hingga debu di Mars,” kata Sheila Ann Thibeault, ilmuwan NASA yang merancang rumah es tersebut.

Untuk mengendalikan temperatur di dalam rumah es, lapisan yang terbuat dari kandungan gas karbondioksida akan digunakan sebagai perantara lapisan es.

Tidak hanya itu, sebagian bahan rumah es ini memang dari planet itu sendiri. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa di Mars terdapat daerah dengan kandungan es yang melimpah.

Keunggulan lain adalah air sebagai bahan pengisi itu dapat dikonversi menjadi bahan bakar.

Jadi struktur itu sendiri juga sekaligus berfungsi sebagai tangki penyimpanan yang dapat diisi ulang untuk kru berikutnya.

NASA optimistis rumah es ini bisa menjadi prioritas utama astronot untuk tinggal di Mars.

Selain aman, mereka mengklaim rumah es tersebut tidak membutuhkan peralatan robotik kompleks.

Desain interior rumah ini dirancang mirip seperti rumah di Bumi pada umumnya, sehingga para astronot akan merasa seperti tinggal di Bumi ketika berada di Mars.

Sumber :

www.nasa.gov

www.mirror.co.uk

www.phys.org

www.huffpost.com

www.sciencealert.com

www.popsci.com

www.thesun.co.uk

www.ndtv.com

www.universetoday.com

www.dailygalaxy.com

www.express.co.uk

www.indianaexpress.com

www.ibtimes.com

www.globaltimes.com

www.usatoday.com

www.nypost.com

www.liputan6.com

www.okezone.com

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42