Categories: Biologi Kimia

Telah Disetujui, Obat Biosimilar untuk Kanker

Untuk pertama kalinya, obat biosimilar untuk kanker telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika dan akan terus dikembangkan lebih banyak lagi.

Beberapa kemajuan paling menarik dalam pengobatan kanker melibatkan terapi biologis.

Obat biosimilar untuk kanker ini dibuat dengan organisme hidup, dan secara biologis mendorong sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker.

Dokter mengatakan bahwa terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana obat biosimilar itu akan mempengaruhi pasien kanker.

Perlu diketahui, FDA menyetujui obat biosimilar pertama kali pada tahun 2015. Dan kini badan tersebut juga telah menyetujui obat biosimilar untuk kanker.

Bagi anda yang ingin tahu apa itu obat biosimilar, silahkan baca : Mengenal Obat Biosimilar, Tren Baru di Dunia Farmasi

Obat biosimilar untuk kanker ini disebut bevacizumab-awwb (Mvasi).

Ini adalah obat biosimilar untuk bevacizumab (Avastin), yang mendapat persetujuan pada tahun 2004.

Kedua obat tersebut disetujui untuk pengobatan orang dewasa dengan kanker kolorektal, kanker paru-paru, kanker otak, kanker ginjal, dan kanker serviks.

Mvasi dikembangkan oleh Amgen, Inc. Perusahaan memang belum mengumumkan kapan tanggal peluncurannya.

Mirip tapi tidak dapat saling dipertukarkan

Obat biosimilar Mvasi mirip dengan obat rujukan Avastin. Tapi bukan itu yang digolongkan FDA sebagai “dapat saling dipertukarkan”.

Julie Kennerly, PharmD, asisten direktur Farmasi di The Ohio State University Wexner Medical Center, menjelaskan:

“Obat generik pada dasarnya adalah salinan dari obat bermerek. Anda bisa mengganti obat bermerek dengan obat generik secara otomatis. Namun obat biosimilar bukan replika yang tepat seperti obat generik. Obat ini sangat mirip dengan produk referensi (rujukan). Tapi obat ini memiliki beberapa perbedaan, karena obat ini terbuat dari organisme hidup dan kompleksitas proses pembuatannya itu sendiri,” ungkap Kennerly.

“Mereka tidak dapat “meminjamkan dirinya” untuk diproduksi ulang dengan tepat. Mvasi bisa digunakan untuk indikasi yang sama dengan Avastin. Kita mengharapkan hasil klinis yang sama pula. Tapi dokter harus menunjukkan satu atau beberapa hal lain. Obat ini tidak bisa diubah atau diganti sesukanya tanpa resep baru,” lanjutnya.

Dia mencatat bahwa obat biosimilar diperbolehkan dengan Kompetisi Harga Biologis dan Undang-Undang Inovasi tahun 2009. Jadi, obat ini memang tergolong baru.

“Kami melihat obat ini baru mulai masuk ke pasar,” kata Kennerly.

Untuk dapat disebut “dapat dipertukarkan”, suatu obat harus memenuhi standar yang sama sebagai obat biosimilar.

Selain itu, obat tersebut harus membuktikan bahwa mereka memberikan hasil klinis yang sama dengan produk referensi pada pasien manapun. Bahkan jika mereka beralih dari satu obat ke obat lain.

Berbagai obat biosimilar untuk kanker sedang dikerjakan

Kennerly percaya akan ada lebih banyak obat biosimilar untuk kanker yang akan segera tersedia dalam waktu dekat.

Dia mengatakan bahwa obat lain yang juga dalam pengerjaan termasuk obat biosimilar untuk trastuzumab (Herceptin), pegfilgrastim (Neulasta), dan rituximab (Rituxan).

Untuk mendapatkan obat biosimilar menjadi penggunaan umum memang lebih rumit daripada obat generik.

Bagaimana dokter memilih obat mana yang akan diresepkan?

Sebagian besar akan tergantung pada bagaimana perusahaan asuransi medis merespons, menurut Kennerly.

Kennerly menyarankan bahwa hal itu mungkin sangat menantang bagi pusat infus rawat jalan untuk menentukan berapa banyak obat yang ada pada stok.

Tapi pusat kanker cenderung lebih berhasil dalam menentukan mana yang akan digunakan.

Dampak obat biosimilar terhadap biaya kesehatan

Obat biologis memang lebih mahal dan merupakan pendorong besar bagi kenaikan biaya kesehatan.

Di Amerika Serikat, obat generik dapat menghemat biaya kesehatan $253 miliar pada tahun 2016.

Masih harus dilihat apakah obat biosimilar akan memiliki dampak yang serupa.

Dr. Timothy Byun, seorang ahli onkologi medis di Pusat Pencegahan dan Pengobatan Kanker Rumah Sakit St. Joseph, mengatakan bahwa belum jelas bagaimana Mvasi akan mempengaruhi biaya pengobatan.

“Jelas di permukaan, ini akan membantu untuk mengatasi kenaikan biaya pengobatan kanker. Tapi ekonomi medis nampaknya tidak mengikuti aturan ekonomi pasar yang sebenarnya,” ungkapnya.

“Jika Anda memiliki produk yang serupa, seharusnya biaya obat itu bisa jauh lebih murah. Namun, beberapa asuransi kesehatan memiliki kebijakan co-pay yang mungkin akhirnya membuat obat generik lebih mahal bagi pasien. Kita harus menunggu dan melihat apakah pasien membayar lebih banyak uang untuk Mvasi dibandingkan dengan Avastin,” ujar Byun.

Kennerly yakin obat biosimilar akan menurunkan biaya perawatan kanker. Tapi diperkirakan akan ada banyak tugas yang cukup rumit.

“Persaingan mendorong harga turun. Yang tidak diketahui adalah seberapa jauh turunnya tersebut. Ini sebagian besar akan ditentukan berdasarkan keputusan CMS (Center for Medicare and Medicaid Services) tentang bagaimana pendekatan penggantian dengan obat biosimilar. Apa yang dilakukan CMS, asuransi biasanya akan mengikuti,” ujar Kennerly.

“Kebijakan CMS saat ini mewajibkan semua obat biosimilar yang terkait dengan produk referensi diberi kode bersama. Penggantian didasarkan pada harga jual rata-rata. Tantangannya adalah hal itu bisa saja berakhir dengan mencekik pasar produksi obat biosimilar,” lanjutnya.

“Banyak orang telah mendesak CMS untuk membalikkan kebijakan penggantian obat biosimilar saat ini. Aturan final 2018 dari CMS diharapkan selesai pada bulan November,” ujar Kennerly.

Apa artinya semua ini bagi pasien kanker?

Pasien kanker tidak akan melihat selalu adanya perbedaan, kata Kennerly.

“Seluruh gagasan di balik obat biosimilar adalah bahwa FDA telah memeriksa dan menyetujuinya. Saya tidak berpikir pasien akan benar-benar melihat perbedaan, di luar potensi skema harga yang digunakan,” katanya.

Baca info terbaru : Obat Biosimilar Kanker Payudara Disetujui Uni Eropa

Dengan obat biosimilar saat ini yang beredar di pasaran, Kennerly mengatakan bahwa perbedaan utama bagi pasien adalah asuransi yang dicakup.

“Manfaat farmasi terutama didorong oleh perusahaan asuransi. Sebagai penyedia layanan kesehatan, Anda tidak perlu mengatakan sebanyak mungkin, seperti yang Anda inginkan,” katanya.

Byun menekankan bahwa obat biosimilar memiliki profil kemanjuran dan keamanan yang sama dengan obat bius bermerek.

“Mereka [pasien] tak perlu takut saat ahli onkologi menggunakan obat biosimilar,” katanya.

Baca juga : Obat Elektronik, Menghubungkan Ponsel dengan Sel Tubuh untuk Mengobati Penyakit

Sumber :

www.fda.gov

www.amgen.com

www.heathline.com

www.cancer.org

www.raps.org

www.reuters.com

www.cnbc.com

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 weeks ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

3 weeks ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

4 weeks ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

1 month ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

1 month ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

1 month ago