Astrokimia: Bagaimana Terbentuknya Kehidupan di Luar Angkasa?

kehidupan di luar angkasa

Bagaimana terbentuknya kehidupan di luar angkasa? Dan bagaimana proses kimia yang terjadi?

Hal inilah yang sedang diteliti oleh para ahli kimia di Ruhr-Universit├Ąt Bochum (RUB) melalui tim Prof Dr Wolfram Sander.

Dalam percobaan mereka, para ilmuwan mensimulasikan kondisi ruang angkasa untuk memahami secara detail bagaimana suatu reaksi kimia tertentu terjadi.

Pemanfaatan simulasi menggunakan komputer skala besar baru-baru ini memungkinkan ilmuwan menyelidiki rahasia planet Neptunus.

Salah satu teori menyatakan bahwa bahan pembentuk kehidupan bukanlah tercipta di Bumi.

Dampak komet mungkin telah membawa asam amino, yaitu unit dasar dari protein, untuk planet kita.

Bagaimana suatu molekul kompleks seperti ini dapat terbentuk di ruang angkasa adalah pertanyaan yang diselidiki oleh tim Sander.

Para ilmuwan tertarik pada proses fase kondensasi, yaitu dalam cairan, padatan atau pada permukaan, di mana masih terdapat sedikit penelitian.

Seperti penelitian sebelumnya, sebagai salah satu upaya pendeteksian kehidupan lain di luar tata surya, untuk pertama kalinya, deteksi atmosfer planet mirip bumi GJ 1132B.

Prekursor asam amino, senyawa penting pembentuk kehidupan di luar angkasa

Selain hidrogen dan oksigen, inti es komet biasanya juga mengandung nitrogen dan karbon, yang merupakan semua elemen yang diperlukan bagi asam amino.

kehidupan di luar angkasa

Sebuah prekursor yang mungkin bagi asam amino di ruang angkasa bisa jadi berupa molekul hidroksilamin (NH2-OH), yang terdiri dari satu nitrogen, satu oksigen dan tiga atom hidrogen.

Namun, belum memungkinkan untuk memverifikasi molekul pembentuk kehidupan di luar angkasa tersebut.

Mahasiswa S3 RUB, Yetsedaw Tsegaw, meneliti dalam sebuah percobaan apakah kondisi di ruang angkasa memungkinkan molekul ini terbentuk.

Dia mensimulasikan kondisi tersebut pada es komet di laboratorium, dengan membawa amonia (NH3) dan oksigen (O2) bersama-sama.

Kemudian campuran ini diberi radiasi energi tinggi, seperti yang ditemukan di ruang angkasa.

Dia mengamati reaksi yang terjadi melalui suatu bentuk khusus dari spektroskopi inframerah.

Molekul tersembunyi

kehidupan di luar angkasa

Tsegaw melakukan pengukuran, berperan sebagai peneliti tamu dalam kelompok kerja Prof Dr Ralf Kaiser di “WM Keck Research Laboratory Astrochemistry” di Hawaii.

Dia kemudian menganalisis data pada RUB. Hasilnya adalah hidroksilamin dapat diciptakan dalam percobaan tersebut.

Namun, hidroksilamin itu memang belum terlihat pada pengamatan awal.

Band hidroksilamin ini terpapar pada spektrum inframerah bersama band-band dari molekul lain.

Ketika Tsegaw secara bertahap menghangatkan sampel dan zat mengganggu lainnya mulai menguap, barulah ia dapat mengidentifikasi hidroksilamin.

Dengan demikian, secara teori molekul hidroksilamin tersebut dapat terbentuk pada es komet.

Kimiawan menganggap bahwa hingga sekarang belum pernah digali secara mendalam mengenai hal ini menggunakan metode yang tepat.

Hal menarik lainnya terkait upaya pencarian planet yang dapat mendukung kehidupan ini adalah NASA temukan 7 planet baru mirip bumi.

Sumber :
www.phys.org
www.sciencedaily.com
www.thedailydigest.org

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.