Anda Tidur Mendengkur dan Sering Buang Air Kecil Saat Malam Hari? Baca Ini!

Tidur Mendengkur

Anda tidur mendengkur? Atau sering buang air kecil ketika malam hari? Atau malah keduanya?

Sebuah penelitian baru mengungkapkan hubungan antara kedua gejala ini.

Keadaan tidur yang mendengkur ini disebabkan oleh kondisi kesulitan pernapasan, disebut sebagai apnea tidur obstruktif.

Sementara keadaan sering ingin buang air kecil di malam hari itu disebut nokturia.

Penelitian ini menemukan bahwa : dengan mengurangi tidur mendengkur (apnea tidur obstruktif) dapat mengurangi keinginan untuk bangun dan kencing di malam hari (nokturia).

Tidur Mendengkur

Lalu bagaimana caranya agar Anda tak tidur mendengkur?

Selain menegaskan hubungan antara apnea dan nokturia, penelitian ini juga mendukung gagasan bahwa manajemen gaya hidup dapat membantu mengurangi nokturia dalam kasus-kasus tertentu.

Nokturia mempengaruhi lebih dari setengah pria dan wanita di atas usia 50 tahun.

Nokturia ini dilaporkan sebagai gangguan yang paling menjengkelkan dari semua gejala berkemih.

Sementara apnea tidur obstruktif atau Obstructive Sleep Apnea (OSAS) mempengaruhi antara 2 – 4% dari pria dan wanita yang berusia di atas 50 tahun.

Dalam kasus yang parah, pasien dirawat dengan mengenakan masker khusus saat tidur. Masker disebut masker CPAP (Continuous Positive Airway Pressure).

Tidur Mendengkur

Masker ini dapat meningkatkan tekanan udara di tenggorokan selama tidur.

Penelitian Belanda baru-baru ini, yang dipresentasikan pada Asosiasi Urologi Eropa (EAU) saat konferensi di London, menunjukkan bahwa memakai masker juga dapat mengurangi frekuensi buang air kecil malam hari.

Proses dan hasil penelitian

Dr. Sajjad Rahnama’i dari Maastricht university Medical Centre (Belanda) mempelajari 256 pasien (206 laki-laki, 50 perempuan) yang dirawat terkait OSAS dengan menggunakan masker CPAP.

Sebelum pengobatan untuk apnea tersebut, 69% dari pasien-pasien ini dilaporkan mengalami nokturia (buang air kecil lebih dari sekali dalam semalam).

Setelah mulai menggunakan masker, hampir 2/3 dari pasien (atau sekitar 65%) melaporkan penurunan keinginan untuk buang air kecil pada malam hari.

Angka pastinya tergantung pada beratnya tingkat nokturia. Dengan contoh, 32 dari 77 pasien yang sebelumnya dilaporkan 2 kali buang air kecil dalam semalam, kemudian mampu melalui malam tanpa mengalami gangguan tersebut setelah menggunakan masker.

Tidur Mendengkur

Menurut pimpinan penelitian, Dr Sajjad Rahnama’i, “Ini merupakan studi pertama yang menunjukkan keadaan yang sebenarnya dari gangguan nokturia pada pasien yang menderita apnea tidur obstruktif. Ini juga merupakan studi pertama yang menunjukkan efek positif penggunaan masker (CPAP) pada pasien dengan apnea tidur obstruktif (OSAS) terhadap gangguan nokturia.”

Mengomentari EAU, Profesor Marcus Drake (Bristol, UK) mengatakan, “Ini mungkin tampak mengejutkan bahwa masalah pernapasan dapat menyebabkan produksi urin berlebihan ketika tidur. Namun sebenarnya masalah ini sangatlah nyata. Untuk sebuah studi yang menunjukkan hubungan dan potensi manfaat terapi, hal ini dapat membantu mengembangkan perawatan dalam praktek klinis.”

Sumber :

www.sciencedaily.com

You may also like...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.