Categories: Biologi Kimia

Vaksin HIV untuk Mengakhiri Pandemi HIV AIDS

Meskipun diperoleh manfaat yang luar biasa dalam pengobatan dan pencegahan infeksi HIV, pengembangan vaksin HIV yang efektif mungkin diperlukan untuk mengakhiri pandemi HIV / AIDS.

Pernyataan ini dilontarkan oleh Anthony S. Fauci, MD, direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), bagian dari National Institutes of Health.

Baca artikel terkait : Pengobatan HIV Secara Tuntas dengan Pendekatan Baru

Secara teoritis, penerapan global pengobatan dan pencegahan HIV yang efektif dapat mengakhiri pandemi HIV / AIDS.

Terapi antiretroviral yang menekan jumlah HIV menguntungkan bagi kesehatan ODHA (orang yang hidup dengan HIV AIDS) dan sekaligus mencegah penularan virus ke pasangan seksual mereka yang negatif HIV.

Selain itu, strategi seperti profilaksis pra-pajanan (PrEP) dapat secara efektif mencegah penularan HIV di antara orang-orang yang berisiko tinggi terkena infeksi.

Namun, dari sudut pandang praktis, untuk mengakhiri pandemi HIV / AIDS tanpa vaksin sepertinya tidak mungkin terjadi.

Meskipun ada kemajuan luar biasa dalam menerapkan tes dan pengobatan HIV, kesenjangan substansial tetap ada.

Baca penelitian terbaru : Terapi Gen HIV Menggunakan Sel T CAR Untuk Perlindungan Jangka Panjang

Secara global, lebih dari 17 juta orang yang hidup dengan HIV tidak menerima terapi antiretroviral.

Hal ini ditambah dengan tingginya tingkat infeksi baru, yang diperkirakan 1,8 juta di seluruh dunia untuk tahun 2016 saja.

Studi pemodelan menunjukkan bahwa penyebaran pada masyarakat luas, terutama di daerah-daerah pedesaan, membuat sangat sulit menjangkau semua orang yang membutuhkan layanan pengobatan dan pencegahan HIV.

Selain itu, sumber daya ekonomi yang dibutuhkan untuk pengobatan dan pencegahan HIV di seluruh dunia terus meningkat setiap ada orang baru terinfeksi.

Dr. Fauci menulis bahwa bahkan vaksin HIV sederhana yang efektif dapat memperlambat pandemi secara substansial, jika diterapkan bersamaan dengan upaya pengobatan dan pencegahan saat ini.

Baca juga : Antibodi Multivalen Menjanjikan untuk Pengobatan dan Penyembuhan HIV

Namun karena respons protektif sistem kekebalan tubuh tidak memadai untuk melawan HIV, vaksin HIV kemungkinan besar tidak akan seefektif vaksin lainnya yang sudah terbukti dapat mengendalikan atau mengakhiri wabah global, seperti vaksin demam kuning dan vaksin polio, yang hampir 100 persen efektif.

Menurut studi pemodelan, jika pengobatan dan upaya pencegahan HIV saat ini tetap dipertahankan dan vaksin HIV yang setidaknya 50 persen efektif juga dikembangkan dan digunakan, kemungkinan pandemi HIV AIDS dapat dikendalikan.

Penting untuk melanjutkan dan mempercepat upaya penelitian yang kuat untuk mengembangkan vaksin HIV yang setidaknya cukup efektif, sembari juga secara agresif meningkatkan penerapan pengobatan dan pencegahan saat ini, simpul Dr. Fauci.

Baca penelitian terbaru terkait vaksin HiV AIDS : Penanggulangan HIV AIDS dengan Meningkatkan Antibodi

Sumber :

www.nih.gov

www.jamanetwork.com

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42