Categories: Biologi Kimia

Pendekatan Baru untuk Vaksin TB yang Lebih Baik

Sebuah platform unik yang menghasilkan vaksin HIV yang menjanjikan juga telah menghasilkan vaksin baru yang sangat efektif melawan tuberkulosis. Vaksin TB ini akan segera bergerak menuju pengujian pada manusia.

Vaksin baru tersebut benar-benar melindungi 41 persen dan mengurangi keseluruhan penyakit TB sebesar 68 persen pada kera rhesus yang divaksinasi

Hasil penelitian ini diterbitkan sebagai Advanced Online Publication dalam jurnal Nature Medicine.

Sebaliknya, tidak ada perlindungan terukur pada kera rhesus yang diobati dengan vaksin TB standar saat ini, yakni vaksin Bacillus Calmette-Guérin.

Kera rhesus adalah spesies monyet yang terkait erat dengan manusia.

“Dengan lebih dari 1,7 juta orang meninggal secara global dari TB setiap tahun dan munculnya strain yang resisten terhadap pengobatan, kita perlu cara yang lebih baik untuk mencegah penyakit ini,” ujar peneliti utama studi tersebut, Louis Picker, M.D.

Louis Picker adalah direktur dari OHSU Vaksin dan Gene Therapy Institute, dan merupakan profesor patologi, mikrobiologi molekuler, dan imunologi di OHSU School of Medicine.

Baca juga : Terapi Alternatif untuk Membantu Melawan Resistensi Antibiotik

“Karena monyet rhesus secara signifikan lebih rentan terhadap TB daripada manusia, dan mengingat betapa efektifnya vaksin TB baru tersebut pada monyet-monyet ini, kami merasa bahwa versi manusia dari vaksin kami ini dapat berpotensi lebih efektif dalam melindungi manusia,” ungkap Picker.

Penyakit TBC disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang menyebar melalui udara.

TBC bisa mengakibatkan serangan batuk hebat hingga batuk berdarah.

Kebanyakan orang yang terinfeksi TB bahkan tidak menyadarinya.

Hanya sekitar 5 – 10 persen penderita yang menunjukkan gejala sebelumnya.

Vaksin memang sudah ada, namun sebagian besar hanya melindungi anak-anak dan hasilnya pun sangat bervariasi.

Picker dan rekan-rekannya telah mengambil pendekatan yang berbeda untuk vaksinasi.

Mereka menggunakan bentuk virus Herpes yang dilemahkan, yaitu Cytomegalovirus (CMV).

CMV menginfeksi kebanyakan orang tanpa menyebabkan penyakit.

Bekerja sama dengan Aeras, nirlaba TB, mereka memasukkan sedikit patogen penyebab penyakit ke dalam CMV.

CMV yang direkayasa ulang ini menciptakan dan mempertahankan kekebalan yang tinggi terhadap patogen pada monyet yang divaksinasi.

Pendekatan ini berpotensi untuk bekerja lebih baik daripada vaksin standar untuk patogen agresif yang menginfeksi dengan cepat, mengatasi respons kekebalan seseorang, atau dapat bersembunyi dari sistem kekebalan tubuh.

Baca juga : Peneliti Menemukan Metode Baru Pengobatan TBC

Vaksin TB baru ini mengurangi keseluruhan penyakit sebesar 68 persen pada monyet yang divaksinasi.

Sekitar 41 persen monyet yang divaksinasi benar-benar terlindungi dari TB.

Sementara 30 persen memiliki penyakit yang tidak begitu parah dibandingkan monyet yang tidak divaksinasi.

Dan 30 persen lainnya tidak menunjukkan manfaat dari vaksin tersebut.

Tingkat perlindungan ini belum pernah terlihat sebelumnya pada kera rhesus dengan vaksin TB standar.

Selanjutnya, Picker dan rekannya akan berupaya untuk lebih menentukan mekanisme biologis dimana vaksin TB mereka bekerja.

Mereka juga akan bekerjasama dengan Vir Biotechnology, Inc. dari San Francisco.

Perusahaan Vir Biotechnology, Inc. telah memiliki aspek lisensi untuk pendekatan vaksin berbasis CMV.

Hal ini bertujuan untuk memperluas pengujian dengan rencana untuk memulai percobaan klinis manusia pada tahun 2020.

Vir Bioteknologi berencana untuk memproduksi vaksin HIV / AIDS, yang juga dibuat dengan CMV, pada tahun 2018, dan percobaan klinis manusia dijadwalkan pada tahun 2019.

Baca juga : Antibodi Multivalen Menjanjikan untuk Pengobatan dan Penyembuhan HIV

Keberhasilan kedua vaksin sejauh ini dalam model monyet secara ketat telah membuat Picker dan koleganya yakin bahwa pendekatan berbasis CMV untuk membuat vaksin berpotensi direkayasa untuk mengatasi berbagai penyakit menular.

Sumber :

www.nature.com

www.news.ohsu.edu

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Cara Mengusir Semut di Rumah (100% Ampuh)

Terdapat berbagai macam cara mengusir semut yang bisa kita lakukan di rumah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa keberadaan semut… Read More

3 weeks ago

Cegah Tekanan Darah Tinggi, Hindari Asap Rokok!

Jika ruangan atau mobil berasap, menjauhlah sampai bersih. Itulah pesan utama penelitian yang dipresentasikan hari ini pada EuroHeartCare 2019, sebuah… Read More

3 weeks ago

Model Rantai Markov untuk Pencarian Pesawat MH370

Upaya terbaru menggabungkan data satelit dengan model matematika rantai Markov untuk mencari pesawat MH370, dapat memberikan kemajuan dalam upaya mencari… Read More

3 weeks ago

24 Obat Sakit Gigi Tradisional Praktis

Apakah Anda pernah mengalami sakit gigi? Atau mungkin Anda sekarang sedang sakit gigi? Tenang, beberapa obat sakit gigi berikut dikenal… Read More

4 weeks ago

Penggunaan Antibiotik Terkait dengan Risiko Serangan Jantung dan Stroke

Penggunaan antibiotik, terutama pada wanita, dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke, menurut penelitian terhadap… Read More

4 weeks ago

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

1 month ago