Categories: Biologi

Waspadalah Terserang Flu Saat Hamil, Ini Sebabnya

Selama kehamilan, sistem kekebalan tubuh ibu ditekan untuk melindungi janin, yang dianggap sebagai benda asing karena secara genetik berbeda.

Flu saat hamil lebih berbahaya

Sebuah penelitian pada tikus menemukan bahwa sistem imun yang tertekan selama kehamilan ini menciptakan jendela peluang untuk virus influenza H1N1 menginfeksi ibu lebih cepat, dalam beberapa hari bermutasi menjadi jenis yang lebih mematikan.

“Garis pertahanan pertama dari sistem kekebalan tubuh, yaitu respon imun bawaan, tidak bertindak cukup cepat untuk membersihkan virus,” kata rekan penulis utama Gulsah Gabriel, yang merupakan seorang ahli virus di Heinrich Pette Institute, Institut Leibniz pada Experimental Virology di Hamburg, Jerman.

“Virus mengambil keuntungan dari lingkungan yang sangat mendukung ini dan bermutasi dengan sangat cepat. Ini adalah hal yang terbaik yang bisa dilakukan oleh virus influenza. Varian baru ini bertanggung jawab untuk meningkatkan virulensi.”

Baca artikel menarik lainnya : Mengapa Saat Musim Hujan Anda Mudah Terserang Flu dan Pilek?

Berbagai penelitian tentang flu saat hamil

Pada satu abad terakhir, penelitian demi penelitian telah menunjukkan bahwa wanita hamil menderita infulenza yang lebih parah dibandingkan wanita yang tidak hamil.

Pada tahun 2010, analisis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terhadap pandemi H1N1 influenza tahun 2009 menemukan bahwa wanita hamil 7 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit dan 2 kali lebih mungkin berpotensi meninggal akibat infeksi H1N1 dibandingkan wanita yang tidak hamil.

Menanggapi hal ini, Gabriel dan pembantu penulis utama, Petra Clara Arck, imunologi reproduksi dari University Medical Center di Hamburg, bergabung untuk memahami mekanisme biologis dibalik pengamatan ini.

Kehamilan Syngenic dan Alogenik

Penelitian sebelumnya mengenai influenza mengevaluasi tikus yang hamil dengan janin yang identik secara genetik, disebut kehamilan syngenic.

Kehamilan ini tidak seperti kehamilan alami pada manusia, di mana bayi adalah produk gen gabungan dari ibu dan ayah.

Jadi, menggunakan tikus, Gabriel dan Arck juga belajar kehamilan alogenik, di mana janin berbeda secara genetik dari ibu.

Pada kehamilan alogenik, mereka menemukan bahwa sistem kekebalan tubuh lebih ditekan dari pada kehamilan syngenic.

Sistem kekebalan tubuh biasanya akan meningkatkan gelombang pertahanan terhadap infeksi virus.

Baca juga : Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil

Bagaimana sistem imun menanggapi flu saat hamil?

Sel dalam sistem kekebalan tubuh bawaan segera merespon dengan mengeluarkan faktor inflamasi yang disebut sitokin untuk menghentikan penyebaran infeksi.

Saat infeksi berlangsung, sel-sel kekebalan adaptif yang disebut Sel T pindah ke daerah infeksi, dimana mereka akan mendeteksi dan membunuh sel yang terinfeksi.

Untuk memahami penekanan kekebalan tubuh pada tikus dengan kehamilan genetik berbeda, para peneliti memeriksa pola ekspresi gen pada sel imun selama infeksi.

Mereka menemukan bahwa gen yang bertanggung jawab untuk melepaskan sitokin ditekan, menghasilkan respon awal yang lemah terhadap infeksi.

Selain itu, gen yang bertanggung jawab untuk mengaktifkan dan memperkuat sel T untuk infeksi juga tertekan.

“Seluruh sistem kekebalan dikerahkan turun untuk melindungi janin,” ungkap Arck.

Baca juga : Sesak Napas pada Anak dan Konsumsi Minuman Bergula Selama Kehamilan

Influenza ternyata cukup pintar

Influenza muncul dan memanfaatkan kerentanan ibu, menurut penelitian ini.

Selama hari-hari pertama infeksi, respon imun bawaan yang khas akan menghentikan penyebarannya.

Tapi selama kehamilan, respon awal ini tidak cukup kuat untuk menghentikan virus.

Sebaliknya, virus yang menyebar itu punya waktu untuk bermutasi dan menghasilkan berbagai varian. Beberapa di antaranya dapat menyebabkan infeksi yang lebih parah.

Mutasi yang paling sering para peneliti temukan pada influenza tikus hamil adalah varian yang lebih kearah menghambat respon imun bawaan, yang memberikan virus peluang lebih baik untuk bertahan hidup dan berkembang.

“Dalam lingkungan sistem kekebalan tubuh bawaan seperti ini, virus memiliki kesempatan untuk melarikan diri dan bahkan berubah menjadi lebih ganas,” ungkap Gabriel.

“Ini menunjukkan bahwa selama kehamilan, infeksi influenza tertentu bisa menyerang dengan sangat keras.”

Penelitian skala besar terkait flu saat hamil

Untuk menentukan apakah ibu hamil juga mengalami hal yang serupa dengan mutasi infeksi influenza tersebut, Gabriel dan Arck berencana untuk mencari mutasi dari sampel wanita hamil yang menderita influenza.

Mutasi serupa sebenarnya memang telah terlihat dalam kasus-kasus influenza lainnya pada wanita hamil. Tapi belum dalam studi yang cukup besar untuk mengkonfirmasi bahwa varian itu lebih sering ditemukan daripada varian lainnya.

Jika penelitian yang lebih besar itu mengkonfirmasi bahwa varian inilah yang lebih umum ditemukan, maka selanjutnya perlu ditekankan pentingnya vaksinasi influenza bagi wanita hamil.

Pentingnya vaksinasi flu saat hamil

“Hal yang terbaik bagi wanita hamil adalah pemberian vaksinasi untuk mencegah infeksi, karena virus influenza dapat dengan sangat baik untuk melarikan diri,” ujar Gabriel.

Dalam menanggapi pandemi influenza H1N1 tahun 2009, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memberikan prioritas utama bagi wanita hamil untuk vaksinasi, dengan tujuan vaksinasi 75% dari populasi ini.

Vaksinasi flu aman dan akan melindungi baik ibu maupun janin dari infeksi. Menurut CDC, di AS pada tahun 2016, sekitar 50% dari ibu hamil telah mendapat vaksinasi flu, sebagai perbaikan atas hanya 20% vaksinasi ibu hamil pada tahun 2009.

Baca juga : Penelitian Baru Menunjukkan Terobosan Dalam Pengobatan Penyakit Disebabkan Virus

Sumber:

www.sciencedaily.com

Recent Posts

Obat Diabetes Ini Dapat Membalikkan Gagal Jantung

Para peneliti baru-baru ini menunjukkan bahwa obat diabetes empagliflozin dapat mengobati dan membalikkan perkembangan gagal jantung pada model hewan non-diabetes.… Read More

21 April 2019 19:30

Cara Kura-Kura Raksasa Menghadapi Perubahan Iklim

Kura-kura raksasa Galapagos, terkadang disebut Penjaga Kebun Galapagos, adalah makhluk kebiasaan. Di musim kemarau yang dingin, dataran tinggi lereng gunung… Read More

20 April 2019 19:36

Perkembangan Teknologi Pemungutan Suara di AS

Di Amerika Serikat, teknologi pemungutan suara berkembang dari awalnya menggunakan kertas suara yang dihitung manual, hingga menggunakan mesin pemilihan elektronik… Read More

19 April 2019 14:56

Perbedaan Quick Count, Exit Poll, dan Real Count

Pemilihan umum sudah selesai, muncul beberapa istilah yang sering kita dengar, seperti Quick Count, Exit Poll dan Real Count. Apa… Read More

18 April 2019 11:07

Cassini NASA Mengungkapkan Kejutan Danau Titan

Dalam perjalanan terakhir bulan terbesar Saturnus pada tahun 2017, pesawat ruang angkasa NASA Cassini mengumpulkan data radar yang mengungkapkan bahwa… Read More

17 April 2019 08:12

Benarkah Kemampuan Kognitif Dipengaruhi Gen?

Perbedaan individu dalam kemampuan kognitif pada anak-anak dan remaja sebagian tercermin dalam variasi dalam urutan DNA mereka, menurut sebuah penelitian… Read More

16 April 2019 20:42